Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Corona dibawah. Atau ke Daftar Isi.
Kirim Puisi Sekarang

11 Puisi Corona renungan mengharukan sebagai penyemangat melawan pandemi 2020

Puisi Corona adalah cara kami menuang keresahan dalam bentuk karya sastra. Hastag corona #dirumahaja ingin kami abadikan dalam situs ini, sebagai pengingat generasi, bahwa kami pernah berjibaku melawan wabah penyakit yang sangat mengerikan.

Puisi Corona Bergambar

Puisi Corona

Puisi Corona bergambar diatas berjudul Tahun yang mencekam karya Aidil Hasbi Tambunan

Perlawanan tanpa henti hanya dengan #dirumahaja, physical distancing, social distancing. Menjaga jarak satu sama lain kini bukan lagi selalu tidak peduli dan antipati. Bentuk perjuangan salah satunya dengan mencurahkan renungan dalam puisi corona.

Pandemi covid-19 tak hentinya memunculkan pertanyaan dikepala kita. Apa yg telah kita lakukan ? Mengapa ini semua terjadi ? Kapan ini berakhir ? Bagaimana ini akan berakhir ? Apapun misteri itu, jawabannya hanya empat, bahwa kita harus bertahan, kita pasti mampu, kita yakin pertolongan Tuhan, semua pasti berlalu.

Dalam situasi seperti ini mari kita sama-sama berdoa dan saling mendoakan. Semangat menyemangati, minimal dengan karya yang memotivasi, sebuah karya yang menginspirasi.

Melalui situs ini juga kami ingin menyampaikan terima kasih yang tak terkira untuk para medis yang mempertaruhkan segalanya demi menyelamatkan ribuan nyawa.

Kumpulan Puisi Corona Hingga 2020

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok baca puisi Corona dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi Corona yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2020.

Tak Kasat Mata

Bukan kita yang buta

Mereka memang tak kasat mata

Mengusik riuh dunia

Merampas damai jiwa

Mereka musuh tak bersenjata

Menyebar menduduki jagad raya

Bukan lemah jikalau mendekam

Yang lengah yang diterkam

Dunia sudah kehilangan gemerlapnya

Pergilah tanpa mengenal kembali

Biarkan kami terbebas dari senyap

Cukuplah mencipta resah dan perih

0

Antara wabah dan Rindu

Ini hanya sementara,
Kupikir begitu.
Namun ternyata,
Isyarat rindu berbeda.

1 hari bagaikan 1 pekan,
1 bulan bagaikan 1 tahun.
Sampai kapan wabah ini akan berakhir,
Hingga Memisahkan kita begitu lama.

Pemasukan Masyarakat menjadi sedikit,
Rindu menjadi lebih karena tak kunjung temu.
Masyarakat menjadi hemat,
Namun Rindu menjadi boros.

Baiklah aku mencoba bersabar,
Sampai pertemuan >>...

0

Bumi Yang Asing

Kau tidak punya alasan lain, selain berada di rumah.
Begini juga aku.
Mendengarkan musik masing-masing dan
menyalakan lilin pada petang.

Bangsa kita sudah sakit dari awal. Memakamkan koruptor dengan uang. Memenjarakan lansia tanp gigi.
Tapi, itu tidak menjadi alasan untuk pasrah, bukan ?

Kembali ke rumah. Berdoa. Segera.
Dunia sudah tidak manja. Ribuan nyawa tanpa >>...

0

Rindu Tak Berujung

Rindu…
Engkau datang tanpa di pinta
Seperti Corona yg datang tanpa di undang
Rindu ini bukan rindu biasa
Rindu ini bagaikan kerinduan
Yang tak berujung
Engkau selalu menghantui pikiran ku
Karna mu aku tak bisa tidur
Karna mu aku tak bisa kerja
Hidup ku selalu di hantui wajahmu.
Wahai angin malam tolong sampaikan
Salam rindu >>...

0

Kerinduan sang Buana

Jika tuhan menciptakanmu
Mungkin ini surat dari tuhan
Atas ulah para penghuni buana
Yang selalu tamak

Rasanya buana ini ingin menangis
Buana ini merasa kesepian
Bahkan masjid di buana ini menangis
Menangis karena ulahmu
Yang membuat semua terlihat hampa

Masjidpun rindu
Rindu akan sosok para jamaah
Yang bersujud menghadap sang kuasa
Ya Allah lindungilah kami

0

Daftar Puisi Corona Terbaik

Jika dalam 11 daftar ini tidak memuaskan kalian, silahkan telusuri kumpulan Puisi Cinta yang telah kami susun. Jika kalian mencari contoh puisi untuk tugas sekolah atau sebagai referensi tugas kuliah, mungkin daftar Puisi Guru cocok.

Sebagai wujud apresiasi kami terhadap para kontributor, setiap kiriman puisi Corona (termasuk puisi karya Audy Gilang Listiandini diatas) akan kami rapikan, termasuk jika ada typo. Hal ini guna menjaga kredibilitas karya, selain itu kami juga memberi kebebasan pembaca untuk menilai. Kami mengajak para pembaca juga ikut mengapresiasi dengan memberikan nilai pada fitur rating, ada 10 bintang pada masing-masing karya (silahkan cek di "Kerinduan sang Buana" diatas). Ini bertujuan untuk menentukan peringkat pada kategori puisi Corona terbaik.

Pemaknaan Puisi Corona Dari Kontributor

Pemaknaan atau intepretasi pada sebuah literatur sangat penting, misal karya berjudul "Kerinduan sang Buana" yang telah disusun rapi hingga jadi Puisi 3 Bait oleh Audy Gilang Listiandini mampu membuat kami mengerti apa arti Corona baginya. Sehingga pesan sesungguhnya dari sebuah karya tersampaikan dengan baik.

Menurut kami feedback dari pembaca puisi Corona lain sangat penting, bagi para penulis. Inilah yang mendasari kami untuk mencantumkan kolom komentar sebagai sarana para pembaca memberikan saran atau pemahaman yang membangun. Kritik dan saran itu penting, sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan sopan. Diniatkan untuk memberikan pendapat guna perkembangan dunia sastra indonesia.

Puisi Corona menampung sebanyak-banyaknya tulisan. Memberi kesempatan para penulis berbakat diluar sana untuk bergabung dan berkembang bersama pembaca PuisiPendek.Net.

Pahlawan Pasien Corona

Terimakasih pahlawan tanpa takut
Kau bertaruh melawan maut
Tetap siaga pantang berlutut
Berperang tiada takut
Untuk mereka yang ingin direnggut
Tanpa menuntut
Kau tolong semua yang mulai redup
Agar kembali untuk hidup

8

POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA)

Jalan sepi,
Bak kota mati
Para manusia memendam rindu,
Yang kian membelenggu

Semua berawal dari makhluk kecil imut serupa debu,
Tanpa henti bersilaturahim dengan tangan-tangan manusia
Biar ku beri tahu,
Dia adalah Corona

Bukan artis,
Bukan selegram,
Tiba-tiba viral di layar kaca,
Makin kemari kian menjadi polemik di penjuru dunia

Tuhan… Sudahi ujian ini,
Kami ingin hidup >>...

6

Pengorbananmu

Fajar menyingsing
Pagi menyapa
Seulas senyum kala tugas terlaksana
Tak kenal lelah meski penat menerpa

Tekadmu tak berujung
Sampai kini tetap berjuang
Demi kami, waktu kau korbankan
Kesembuhan kami, kau utamakan

Tiada kata yang dapat menggambarkan
Terima kasih tak sekadar ucapan
Jasamu sangat bermakna
Lelahmu tidak ternilai harganya

Cirebon, 09 April 2020

0

corona

corona datang tanpa di pinta
berkelana dialam semesta
mengertak bumi yang sudah tua
merenggut nyawa manusia

corana congkak tak berbijak
merangkak bagai cicak
menyebar begitu singkat
mengancam bumi yang sehat

manusia bumi sedang diuji
sepantas apa dia dibumi
corana akan terurai dengan udara
bersama sajak doa doa

10

Corona

Ini sulit hilang
Sampai sekarang tiada yang bisa menghentikannya
Ini semacam virus
Virus cinta maksudku

Setiap malam ku batuk, rindu
Setiap siang ku panas, gelisah
Kepalaku pusing,
Pusing memikirkan mu

Dan sekarang, aku terinfeksi
Gejala ini sudah lama
Namun ku dinyatakan positif baru saat ini
Aku positif mencintaimu

Ini semua CORONA aku cinta kamu, sayang

0

Puisi Corona Pilihan

Ke-11 yang kami publikasikan sudah melalui tahapan pemilihan, dari sekian banyak karya yang masuk. Kami berharap para penulis lebih semangat dalam berkreatifitas seputar tema Corona, Cinta, Guru atau tema yang lain. Bukan untuk kami, tapi untuk kalian (para penulis) sendiri. Kami tidak berharap semua karya puisi Corona kalian bakal dikirimkan disini, karena kami sadar bahwa kami hanya mampu memberi fasilitas bukan reward.

Oleh karena itu perlu kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya untuk para penulis, yang telah mengirimkan puisi karya Akmaltris dan bersedia disejajarkan dengan puisi Corona pilihan lain. Kami telah sebutkan bahwa kami tidak bisa memberi royalti apapun. Karena persetujuan tidak tertulis tersebut disitus kami, maka Puisi 4 Bait berjudul "Corona" bisa kami publikasikan. Bukan karena kami tidak mau atau tidak menghargai, melainkan karena kami memang belum mampu terutama dari segi finansial. Semua alokasi dana iklan adalah untuk membuat website ini terus berjalan, bahkan kami sering tidak mendapat upah apapun dari waktu dan tenaga yang kita berikan.

Karya Puisi Tentang Corona

Memberi adalah hal yang baik bagi kita, karena memang jauh lebih mulia dari meminta. Termasuk juga dalam bentuk Puisi Tentang Corona ini. Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, kenapa sih memberi berupa puisi? Karena melalui puisi yang dibikin dari hati, baik itu tentang Cinta, Guru atau yang lain, nyampainya di hati pula. Seperti puisi Corona berjudul "Corona" diatas, yang menurut kami cukup memberi kesan, pesan yang disampaikan oleh Akmaltris pada siapa saja yang membaca. Kesan inilah yang diharapkan mampu menggugah perasaan terdalam dan makna dibalik puisi Corona para pembaca.

Penggolongan Puisi Corona diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Guru kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi, para penulis bisa memilih beberapa kategori. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Cinta ini sebagai kategori, masih bisa memilih yang lain meski sedikit berhubungan.