Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Pahlawan Pasien Corona

©️ Ida I Dewa Agung Tirtayasa

Terimakasih pahlawan tanpa takut
Kau bertaruh melawan maut
Tetap siaga pantang berlutut
Berperang tiada takut
Untuk mereka yang ingin direnggut
Tanpa menuntut
Kau tolong semua yang mulai redup
Agar kembali untuk hidup


https://www.puisipendek.net/pahlawan-pasien-corona
Nilai
8
6 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(6 votes, average: 7,83 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Pahlawan Pasien Corona

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA) kiriman DELIA NUR ZAM ZAMI.

POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA)

Jalan sepi,
Bak kota mati
Para manusia memendam rindu,
Yang kian membelenggu

Semua berawal dari makhluk kecil imut serupa debu,
Tanpa henti bersilaturahim dengan tangan-tangan manusia
Biar ku beri tahu,
Dia >>…

Puisi Corona, Puisi Kehidupan, Puisi Tentang Pahlawan

Selanjutnya Puisi Corona berjudul Teruntuk kamu dari Millaricindi.

Teruntuk kamu

Teruntuk kamu,
Kasih yang pernah berjarak karena waktu
Pernah memulai,jua pernah mengakhiri
Meniadakan diri dari lain hati
Teruntuk kamu,
Kisah yang pernah hadir
Memasuki lubukku tanpa permisi
Meninggalkanku tanpa kata >>…

Terima kasih Millaricindi, Ida I Dewa Agung Tirtayasa, DELIA NUR ZAM ZAMI atas kirimannya.

Puisi Bebas, Puisi Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Pahlawan Pasien Corona

DI BINGKAI LUKISAN SORE
DI BINGKAI LUKISAN SORE

Nada kukila tertata jiwa,
mengalun perlahan renjana.

Lembut namamu kusebut.

Diam-diam lalu beringsut.

Jalanan yang telah kusimpan dalam musim.

Ialah jalanan yang telah lama kukenal.

Namun melintasi jalan yang asing >>…

Cinta
Cinta

Siang dengan cahaya matahari
Malam dengan cahaya bulan
Semua itu hanya waktu singkat
Siang aku menatapmu
Malam aku merindukanmu
Tapi ada waktu yang tak terbatas
Untuk mencintaimu selamanya

Menanti secercah cahaya
Menanti secercah cahaya

Termenung di bawah mega
Terdiam di atas puing
Berharap secercah cahaya dari ufuk sana
Menunggu bangkitnya sang fajar yang mulai nampak dari sudut dunia
Akankah semua terjadi
Atau hanya angan >>…