Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

(TANGGA OKTA) PROLOG SEBUAH PAGEBLUK

©️ Iqbal Muhammad Arriz

Desisan angin tak lagi melipir dipinggiran beluntas
Melain celetukan kabar penahanan dua minggu melintas
‘Apa apaan ini, dasar ma’lakas’

Semua berpulang
Asap pabrik mulai jarang
Hanya duduk bersama di bangku dalam ruang

Buana mulai sumringah lepas
Mengayun bayu umbulkan kapas
Berdesis lirih merintangi atap rerumah….
‘ impas ‘

Blitar, 24 Desember 2020

ma’lakas (ynn) : bajingan


https://www.puisipendek.net/tangga-okta-prolog-sebuah-pagebluk
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang (TANGGA OKTA) PROLOG SEBUAH PAGEBLUK

Contoh Puisi 5 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul TERGANTUNG DIRI kiriman Gadis Tanah Ganja.

TERGANTUNG DIRI

Sesungguh bernawaitu
Kepada separuhnya inginku tersinggahi

Menjadi bagi dalam bagian bagian dari keutuhan nan sejati
Agar teringkarinya segala pelik yang membersamai palung sepi

Namun,
Memutik lagi sehelai kelopak sendu kisah lalu
Menubuhkan >>…

Puisi Corona

Selanjutnya Puisi Corona berjudul Teruntuk guruku dari Pungki78.

Teruntuk guruku

Engkau pernah banyak berkisah cinta kepadaku
ajarkan segala luka hingga aku tak terhina

Engkau tuliskan adab pada nafsu-nafsuku
kenalkanku pada hikmah segala tanya

Bu
Kerutan wajahmu adalah kumpulan kisah lugu kami
tebal >>…

Terima kasih Pungki78, Iqbal Muhammad Arriz, Gadis Tanah Ganja atas kirimannya.

Puisi Bebas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi (TANGGA OKTA) PROLOG SEBUAH PAGEBLUK

Tahun yang mencekam
Tahun yang mencekam

Tahun ini menjadi amat mecekam..
Membuat kita hanya terdiam..
Telah banyak usaha yg telah di lakukan..
Namun sedikit hasil yang memuaskan…

Mulai dari banjir di ibu kota…
Sampai corona yang sampai >>…

Seandainya Ia Tahu
Seandainya Ia Tahu

Seandainya ia tahu
kawannya membawa virus
tak mungkin ia berdansa malam itu
Seandainya ia tahu
sakitnya karena covid
tak mungkin ia berjibaku dengan jemu
Ibu yang menunggu sampai kelu
tak >>…

SEMUANYA karena SEMAUNYA
SEMUANYA karena SEMAUNYA

Dulu…Pas beta dengar kata ” POSITIF”

beta yang pasif langsung aktif

Sekarang…Pas beta dengar kata “POSITIF”

>>…