karya puisi pendek

Apa Kabar Ibu Pertiwi Oleh Wahyu Eka Nurisdiyanto

W

Apa Kabar Ibu Pertiwi

© Wahyu Eka Nurisdiyanto

Pertiwi yang kami sebut ibu bangsa
Sedari kami dalam kandungnya
Tak sedikit lara disangga
Pertiwi, ibu kami yang malang
Bersamanya halang rintang
Baginya bukanlah pengadang
Tetap kami tumbuh berkembang
Di tanah Ibu Pertiwi yang rindang
Pertiwi, ibu kami yang lelah
Meski tanpa ucap keluh kesah
Masih kami rasa kasihnya berkisah
Walau acap kali kisahnya susah

Meronta-ronta Ibu Pertiwi
Katanya, bukan karena sakitnya sendiri
Tumpah air mata Ibu Pertiwi
Menyaksikan duka kami
Kenang tergenang mimpi dan ambisi
Pada realita yang mengiris hati
Durhaka kami pada Ibu Pertiwi
Atas segala keburukan tabiat diri
Sedang kami masih belum jua menyadari
Paling lantang bersuara di ujung nyali,
"Adilkah ujian ini untuk kami?"

Berganti tahun pandemi tak kunjung usai
Ekonomi kering kerontang menyertai
Di mana musim semi?
Kapan hujan membumi kembali?
Ibu kami, Pertiwi menghampiri
Petuahnya begitu mewakili,
"Gersang di tanah ini, tentu tidak akan berlanjut mendampingi.
Wabah pun beranjak pergi.
Maka, hidupilah kehidupan dalam damai, sinergi, juga saling mengasihi.
Diorama kemakmuran karya Tuhan searah menanti."


Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 10 / 10. Vote count: 4

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *