Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Kerinduan sang Buana

©️ Audy Gilang Listiandini

Jika tuhan menciptakanmu
Mungkin ini surat dari tuhan
Atas ulah para penghuni buana
Yang selalu tamak

Rasanya buana ini ingin menangis
Buana ini merasa kesepian
Bahkan masjid di buana ini menangis
Menangis karena ulahmu
Yang membuat semua terlihat hampa

Masjidpun rindu
Rindu akan sosok para jamaah
Yang bersujud menghadap sang kuasa
Ya Allah lindungilah kami


https://www.puisipendek.net/kerinduan-sang-buana
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Kerinduan sang Buana

Contoh Puisi 3 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Ruang rindu kiriman Nuraini Rahmadani .

Ruang rindu

rinduu…
sejak rintik merapat tangis kemarau
serupa ngerimis ujung matamu
mengintip asa sekedar berharap
semoga esok masih bersemi

kala rindu menyala kembali
sepi permainkan warna
menggoyak kesucian yang terluka
di bujung >>…

Puisi Corona, Puisi Kehidupan

Selanjutnya Puisi Corona berjudul Rindu Tak Berujung dari RAHO RAI.

Rindu Tak Berujung

Rindu…
Engkau datang tanpa di pinta
Seperti Corona yg datang tanpa di undang
Rindu ini bukan rindu biasa
Rindu ini bagaikan kerinduan
Yang tak berujung
Engkau selalu menghantui pikiran ku
>…

Terima kasih RAHO RAI, Audy Gilang Listiandini, Nuraini Rahmadani atas kirimannya.

Puisi Bebas, Puisi Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Kerinduan sang Buana

Rindu yang terpendam
Rindu yang terpendam

Ini masih tentang rindu
Yang menjadi sebatas semu
Pilu, hampa, kian membendung
Yang menjadi sebatas angan tanpa temu

Ya! Ini tentang rindu
Yang selalu Menjadi candu
Ah.. rindu
Haruskah aku yang >>…

Permataku yang hilang
Permataku yang hilang

Aku hanya sekeping rasa
Yang kemudian menjelma menjadi sebuah asa
Asa yg dulu pernah di bangun bersama
Sebelum Akhir nya dia pergi meninggalkan jejak yg ku sebut luka.

Kebebasan

siapa yang mengelus wajahmu yang berlumuran darah dan penuh keputusasaan dengan aliran yang mengalir kecil
dengan batu besar yang berdiri Kokoh

Siapakah yang merangkul jiwamu yang lelah namun mulia
dalam >>…