Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Menanti

©️ Arif_nrfz

Kami masih disini
Menanti walau tak pasti
Berharap keajaiban datang menghampiri
Untuk hilang kan semua keraguan hati
Tuhan..
Kami mohon, redakanlah badai ini
Sirnakanlah segala kepiluan kami
Dan hadirkan lah senyum bahagia di wajah kami
Dan berkumpul dengan orang kami sayangi


https://www.puisipendek.net/menanti
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Menanti

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Bayang sunyi, Rindu bisu kiriman Rhido Sahputra Azhari.

Bayang sunyi, Rindu bisu

Bayang sunyi, Rindu bisu

Hujan menabur kesunyian malam ini
Jemari menari menderas pada getar kata
Kotori lembaran kertas nan putih
Tak kala lirih ia mengikuti perasaan.
Katamu ini akan sebentar saja ?
Tak lebih >>…

Puisi Corona, Puisi Kehidupan, Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Corona berjudul Kapan Lagi dari Ahmat Jaelani Hidayatullah.

Kapan Lagi

Kapan Lagi

Kapan lagi?
Kopi mulai disedu
Cangkir berbaris dan menguap
Asap rokok yang mengelung-gelung
Saling umpan makian mesra
Kapan lagi?
Kau, aku, duduk
Rasanya sudah tidak pernah
Hanya rima memori di >>…

Terima kasih Ahmat Jaelani Hidayatullah, Arif_nrfz, Rhido Sahputra Azhari atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Menanti

pesan buat bidadaraku

assalamualaikum,
itu kau ?
apa khabar ?
ku harap kau dapat membaca surat hati ini

aku baik saja,
duduk bersebelahan dengan jendela yang
diliputi salju,
aku baik saja,
melihat kearah >>…

Doa

Ada hati merindu
Disaat semua mata terpejam
Ada tangis yang merintih
Dikesunyuian malam

Suaranya lirih,
Namun menggema di angkasa
Tersirat makna di lantunan ayat-Nya
Terucapkan nama disetiap doa.

Yogyakarta, 19 Juni >>…

BUNGSU

Apa yang engkau harapkan lagi kawan..
ketika semuanya tidak lagi sesuai keadaan..
Cita-cita yang dibuntu..
Harapan yang ditinding batu..
Dan hanya bisa menulis dikertas putih yang membisu..

Versi puisi diatas dalam >>…