Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Antara wabah dan Rindu

©️ Putri Padiah

Ini hanya sementara,
Kupikir begitu.
Namun ternyata,
Isyarat rindu berbeda.

1 hari bagaikan 1 pekan,
1 bulan bagaikan 1 tahun.
Sampai kapan wabah ini akan berakhir,
Hingga Memisahkan kita begitu lama.

Pemasukan Masyarakat menjadi sedikit,
Rindu menjadi lebih karena tak kunjung temu.
Masyarakat menjadi hemat,
Namun Rindu menjadi boros.

Baiklah aku mencoba bersabar,
Sampai pertemuan menanti kita.


https://www.puisipendek.net/antara-wabah-dan-rindu
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang Antara wabah dan Rindu

Contoh Puisi 4 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Bumi Yang Asing kiriman Tino Beo.

Bumi Yang Asing

Kau tidak punya alasan lain, selain berada di rumah.
Begini juga aku.
Mendengarkan musik masing-masing dan
menyalakan lilin pada petang.

Bangsa kita sudah sakit dari awal. Memakamkan koruptor dengan uang. >>…

Puisi Corona, Puisi Kehidupan, Puisi Rindu

Selanjutnya Puisi Corona berjudul senja dan kamu dari goldenyun.

senja dan kamu

aku suka dua perkara,
yaitu kamu dan senja,
mereka soal mengapa
aku hanya menjawab “apa”

apa salah aku menyukai kalian?
jika salah mengapa jiwa murni ini tumbuh?
apa berdosa jika aku >>…

Terima kasih goldenyun, Putri Padiah , Tino Beo atas kirimannya.

Puisi Bebas, Puisi Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Antara wabah dan Rindu

suara para dina
suara para dina

Dari kaki bumi aku berseru
menyeruakan ratap tangis para dina
biar raga sepu
bukan berarti meminta

apalah daya hamba sahaya
melihat gelap tanpa cahaya
hanya modal berani
kami gigih teruji

selayang pandang >>…

Pilihan Usia
Pilihan Usia

Pikiranku sudah berumur 27 tahun
Ia seperti memasak tubuhnya sendiri
dalam kepala
matang ataupun mentah
tergantung hatimu pandai berubah

Doa yang kau bakar malam-malam
menjadi nyala paling tajam bagi
kakimu >>…

Pikiran dan Hati
Pikiran dan Hati

pikiran bisa lebih berpikir rasional
bahwa dia tidak mungkin menjadi milik kita
aku tak mungkin bisa bersamanya

berbicara seperti itu seakan-akan
kita bisa melihat sebuah kenyataan

tetapi dalam kenyataannya
hatipun berkata bahwa
>…