Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2020)

Cinta

Siang dengan cahaya matahari Malam dengan cahaya bulan Semua itu hanya waktu singkat Siang aku menatapmu Malam aku merindukanmu Tapi ada waktu yang tak terbatas Untuk mencintaimu selamanya

I Love You
Teresapi
Rindu dendam

Cinta

Siang dengan cahaya matahari Malam…

Kata hati

Bukan hanya sekedar kata Tapi…

Februari – Jannah 14

katanya bulan Februari, bulan cinta,…

CINTA PERTAMA

Malam Pertama Hitam pekat selimuti…

Puisi Ibu

Ibu,Aku Rindu

Kaulah mentari hidupku Penyemangat di…

Ibuku Pahlawanku

Ibu engkau melahirkanku dengan kasih…

Ibu, Sang Malaikatku

Keringat membasahi ragamu setiap hari…

Yang Tak Terbantahkan

“ciluuuuuuuk baaa” “Jangan lelarian, ntar…

Biarkan Tuhan yang Membalas

Aku pernah dengar
Jika kamu disakiti, maka balaslah dia dengan bunga
Kalau kebangetan, balas saja dia dengan melempar bunga sekaligus potnya
aku pun melakukannya pada dia yang menyakitiku
lho, tapi kenapa jadi seperti itu?
Dia yang kulempar kenapa jadi untung?
Ooh, ternyata dia menangkap pot bunga yang kulempar
Ooh, lalu dia menjual pot bungaku
Tuhan >>...

~ 0 ~

Rindu yang terpendam

Ini masih tentang rindu
Yang menjadi sebatas semu
Pilu, hampa, kian membendung
Yang menjadi sebatas angan tanpa temu

Ya! Ini tentang rindu
Yang selalu Menjadi candu
Ah.. rindu
Haruskah aku yang menyeru?

>>...

~ 0 ~

Kata hati

Bukan hanya sekedar kata
Tapi hati inilah yang bebicara
Kau hadir berikan ku cinta
Membuat hidupku kembali bermakna

Bukan hanya sekedar basa basi
Tapi bagiku kau benar-benar berarti
Tanpa mu duniaku terasa sepi
Tanpa mu hidup ku seakan tiada arti

Bukan hanya sekedar bujuk rayu
Tapi memang kaulah sumber bahagiaku
Kasih sayang mu membuatku luluh
Ketulusan mu >>...

~ 10 ~

Ibu,Aku Rindu

Kaulah mentari hidupku
Penyemangat di hening kalbu
Karenamulah aku mampu
Menjalani hidup yang penuh lika-liku
Terpaku diri ini menahan rindu
Bila kau tak ada disisiku
Mengapa kau pergi dahulu
Tanpa menunggu daku
Tak bisa ku balas semua jasamu
Yang sangat berharga bagiku
Senyummu, bagaikan madu
Mengingatnya ku menangis pilu
Aku sangat merindukanmu
Bidadari surgaku
Wahai >>...

~ 0 ~

Februari – Jannah 14

katanya
bulan Februari, bulan cinta, katanya
aku tidak percaya
hanya saja di bulan Februari terlahir
sosok penakluk kuda raja, pada puing puing kehancuran hati
sosok penyembuh luka, yang tergores oleh kekejian sang Duka
dan yang aku percaya, cinta yang dia beri tak hanya di bulan Februari

~ 1 ~

Ibuku Pahlawanku

Ibu engkau melahirkanku
dengan kasih sayang…

Ibu kau selalu ada
disampingku maupun
dimanapun..

ibu kau berjanji
akan menemaniku

Ibu kau telah
melahirkanku
dengan taruh nyawa

Terimakasih Ibu

~ 9 ~

CINTA PERTAMA

Malam Pertama

Hitam pekat selimuti jagat
Awan berarak membumi berderai lebat
Aku dan dirimu berpadu dalam rindu nan hebat
Saling dekap luapkan segala rasa menjerat

Dua insan telah dilanda cinta
Tengah terbakar api asmara nan membara
Seakan ia melupakan segalanya
Hanya gejolak menggelora dalam rongga dada

Gelak tawa mesra ‘tak berhenti mengisi sepi
Cumbu rayu kian beradu tepiskan >>...

~ 8.5 ~

Hujan Dan Namanya

Beribu tetesan menempel di kaca jendela yang sedari awal memang sudah berdebu
Pecah kan hening yang seolah bisu
Tetesnya buat bunyi yang seolah seperti irama yang menggebu
Gabungkan hujan dengan namanya yang sedari dulu ku rindu

Kemarin
Saat matahari hendak menelan cahayanya lamat lamat
Ku bilang jangan dulu
Karena masih ada seseorang yang masih merindu terangnya >>...

~ 0 ~

Jarak

Setiap langkah yang berpijak,
selalu berhitung akan waktu..
Setiap menit yang berdetik,,
selalu merindu akan dirimu..
Setiap aliran darah yang kurasa,,
selalu mengalirkan cinta untukmu..
Setiap hari yang ku lewati,,
selalu menatap akan wajahmu..
dan Setiap hembusan nafas ini,,
selalu menceritakan keindahan dalam dirimu..

Entah bagaimana caraku menebus rindu ini,,semua seakan berteriak memanggilmu untuk menyatu dalam >>...

~ 0 ~

Savana

Seperti hembus angin
seperti embun rerumputan
bagaikan savana …

menetap aku ingin
atau kutinggalkan
begitu saja…

~ 0 ~

Ibu, Sang Malaikatku

Keringat membasahi ragamu setiap hari
Kecupan kelelahan tak pernah luput menemani
Menghadirkan semangat tuk bangkit dari membumi
Meski badai siap menyergap, menjemput nyawa diri

Mentari selalu menemanimu
Melangkahkan kaki, mengukir senyumku
Walau telah sampai langkahmu diujung jurang curam itu, namun… Bukan berhenti
Tapi kau tetap terus berlari mengorbankan sukma, demi diriku ini

Waktu terus berlalu
Keadaan dunia >>...

~ 1 ~

Guruku

Oh…Guru,
Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Engkau mendidik dan mengajarkan kami
Dari kami tidak bisa apa-apa
Hingga kami menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa

Guru…,
Engkaulah orang tua kedua kami
>>...

~ 0 ~

Andai senja dapat berkata.

Assalamu’alaikum
Senja,
Malam,
Pagi,
Waalaikumsalam, jika saja kau dapat berbicara
Kau melihatnya bukan?
Aku mencintainya, dapatkah kau bercerita?
Ah, bahkan salamku tak dapat jawabnya
Bahu yang lelah,
Mata yang basah,
kaki yang kehilangan arah,
beritahu aku,
senja, malam, dan pagi
dapatkah aku memilikinya?
sebab aku takkan terbang dengan satu sayap
tak dapat berdiri hanya dengan >>...

~ 0 ~

makna yang kau benci

sembari menanti tulis aku pelajari dari makna hingga arti aku kuasai,
ada dua arah yang berbeda semoga mampu di jumpai oleh akal dan hati,
bola mata yang manis di tatap hingga keji aku kau benci,
aku berjanji di atas pena dan kertas kau aku telanjangi hingga akhir kau mampu memaknai.

>>...

~ 0 ~

Kita

Senja masih tetap sama
Sama indahnya denganmu
Hati yang kian meronta
Menjerit merindukanmu

Entahlah
Rindu ini kian memburuk
Menyatu dalam kegelapan malam
Menutup jiwa yang rentan
Ku sendiri dalam bayang

~ 0 ~

Mendung hitam

Apabila mendung vital sudah di atas kepala
jangan larang hujan turn kebumi

apabila angin bertiup dengan kencangnya
jangan larang daun daun kering berguguran

apabila senyummu selalu mekar di hatiku
jangan larang jika aku selalu rindu Dan mencintaimu

~ 0 ~

Senja yang sirna

Jika ijuk telah luruh
Mataku dalam terbenam
Antara pintu dan dua jendela tua
Kau masih tersenyum
Matamu yàng sedikit sayu
Jemarimu lihai berpita
Dan…..
Awanpun sedikit demi sedikit menelan terangmu
Seketika lunglai kakiku
Tàk bertulang
Tak berpori
Tak bernadi
Bahkan hàmpir mati
Mentari yang selalu kunanti
Kini pergi….
Hilang tak akan datang
Senjaku…..
Kau sirna >>...

~ 9 ~

Mata Adalah alat distribusi cinta

Ibarat mercusuar
cinta adalah sinar terang
yang menyinari hati setiap insan manusia,

dan mata
adalah alat untuk mendistribusikan cinta
melalui tatapan mata
antar kedua insan manusia
cuma mata yang tidak menua

jernihnya sama
dari kita lahir
sampai menutup mata.

~ 10 ~

Rindu

Rindu…..!
Rindu itu kembali menyapa
Mengisi relung hati
Ah, ingin menepis semua rasa itu
Hati berontak, jiwa menjerit
Dia, bukan lagi untuk dirindukan
Dia, bukan untuk dimiliki dalam dekapan
Dia, hanya menjadi cerita kelam dalam hidup
Kenangan pahit
Ya, amatlah pahit
Rindu….!
Aku ingin Tuhan tak lagi menyapaku lewat rindu ini
Tuhan,…!!!
Biarlah ia tenang >>...

~ 0 ~
Page 1 of 32:1 2 3 4 > Last