Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.
Kirim Puisi Sekarang

500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2020)

Akulah Pemenang

Kaulah Pemenang! Tendang bola pemikiran sejauh angan Rasuki setiap nyawa yang menentang Tajamkan tekat dan harapan Percaya kau bisa berkembang Rentangkan jiwa air yang tenang Kau adalah perwira di masa depan Semangat! Semangat! Hidupkan jati diri keberanian Sentil lidah lidah yang meragukan Jangan biarkan runyam…

suara para dina
Lamunan Rindu
MERINDUKANMU

Kalau Saja

Kalau saja cinta bersuara Mampukah…

Bersumpah ku cintaimu

Aku mampu bernarasi Aku mampu…

Kalau Saja

Kalau saja cinta bersuara Mampukah…

Iklim Jiwa

Dua musimku hanyalah sepi, Hujan…

Puisi Ibu

Guratan Di Pelipis Dahimu

Usiaku telah menginjak status remaja…

ibu

ibu dadaku sesak rindu ini…

Terimakasih bunda

(Terimakasih Bunda) Saya sangat senang…

Ibu

IBU Tiga rangkaian 3 huruf…

Tahun yang mencekam

Tahun ini menjadi amat mecekam..
Membuat kita hanya terdiam..
Telah banyak usaha yg telah di lakukan..
Namun sedikit hasil yang memuaskan…

Mulai dari banjir di ibu kota…
Sampai corona yang sampai ke indonesia..
Banyak hal yang menakutkan…
Tapi kita hanya bisa berdiam diri…

Lihatlah negeri ini…
Ekonomi menjadi tak terkendali…
Banyak potensi yang bahkan telah terjadi..
Mulai >>...

0

Empat Musim

Aku memiliki empat musim, kekasih.
Musim pertama selalu ada hujan yang menemani sepi.
Di musim kedua selalu ada kemarau yang menghapus air mata di lereng pipumu.
Lalu, di musim-musim berikutnya aku mulai lupa, kekasih.
Karna seluruh sisa-sisa musim hanya aku pergunakan untuk merindukanmu.

@Laron’s

0

Oktober di Bukit

Pada bukit kami merangkak tanya
Tentang persoalan yang terus mengeras
Melihat tanda sapa menegur
Merenggut setiap tanya

Tanyaku adalah janjiku
Yang kini tertidur melampaui usiamu
Bukan aku menolak janjimu
Tapi getah resah menegur kebosananku

Oktober kembali mengatup
Memungut tanya menanam jawaban
Pada lembar bosan persoalan

0

Guratan Di Pelipis Dahimu

Usiaku telah menginjak status remaja
Ada rasa ingin berkelana
Namun, tak tega ku tinggalkan ibu disana
Dia senandung suka nan duka
Sekalipun ku tahu, ibu pasti berkata
Cita citamu yang utama
Pergilah, tak perlu cemaskan ibumu
Ku tatap dalam dalam raut mukamu
Ada guratan yang semakin terlihat
Tepat, di pelipis dahimu
Ini saatnya
Ku yang >>...

0

Rintihan Bumi

Hening berkawan mentari
Diam-diam sepi dalam ramai
Semakin ke tepi aku sepi
Aku dan mentari belum mengerti

Bayang-bayangku terusik kisah
Kala laut terhempas di tepi pantai
Tanpa kata dan bahasa
Gelora ombak penuh misteri

Senja telah gugur dari bumi
Gelap gulita memulai cerita
Derita bumi seorang diri
Menanggung tangisku dari sudut kota

Bumi pun turut menangis dalam sepi
>...

0

Peluh Pembangkang

Di ambang waktu
Ku merangkak lesu termakan pilu
Membakar peluh yang jatuh bercampur debu
Merenung, membisu di kalbu
Tidakkah kau tahu?
Bendera suci di pelupuk mata
Ingin jariku menyandera
Tapi apa daya?

Fana jingga menghilang
Waktu jadikan aku pembangkang
Pembangkang penabuh genderang perang
Tak ku biarkan kobaran hilang
Tak ku ijinkan raga hangus melayang

Hati mulai merintih
>...

0

Terhenti

Ada tawa yang sudah terhenti
Ada tangis yang sudah tertati
Seribu rautan wajah membuka arti
Kini aku tersadar itu bukan bukti

Aku coba untuk melangkah
Aku coba untuk menghapus
Aku tak ingin larut pada satu masa lalu

Sedih, bukan hal yang harus di ungkapkan
Pergi, bukan hal yang harus di ingatkan
Rasa yang kau berikan, kini menjadi >>...

0

Kalau Saja

Kalau saja cinta bersuara

Mampukah ia mengatakannya padamu?

Kalau saja cinta berbunga

Mampukah ia mekar di hatimu?

Kalau saja cinta adalah jarak

Tak mampukah mendekatkan kita sedekat nadi?

Kalau saja cinta adalah waktu

Tak bisakah kita abadi?

Mungkin cinta akan tertawa

Terberai antara jiwa raga

Tak mampu jadi apa-apa

Karena karena bukanlah cinta

Cinta nyatanya sukar bicara

Membisu takut dan ragu

Cinta nyatanya tak >>...

0

Tak Kasat Mata

Bukan kita yang buta

Mereka memang tak kasat mata

Mengusik riuh dunia

Merampas damai jiwa

Mereka musuh tak bersenjata

Menyebar menduduki jagad raya

Bukan lemah jikalau mendekam

Yang lengah yang diterkam

Dunia sudah kehilangan gemerlapnya

Pergilah tanpa mengenal kembali

Biarkan kami terbebas dari senyap

Cukuplah mencipta resah dan perih

0

Bersumpah ku cintaimu

Aku mampu bernarasi
Aku mampu berimaji
Aku juga mampu berpuisi
Menuangkan segala kata hati
Padamu aku mencintai

Luasnya benua, tak seluas harapanku
Indahnya senja sama indahnya dengan puisiku
Aku lumpuh jika aku kehilangan
Kehilangan segala lurusan bait juga kehilangan cinta sepertimu

0

Kalau Saja

Kalau saja cinta bersuara

Mampukah ia mengatakannya padamu?

Kalau saja cinta berbunga

Mampukah ia mekar di hatimu?

Kalau saja cinta adalah jarak

Tak mampukah mendekatkan kita sedekat nadi?

Kalau saja cinta adalah waktu

Tak bisakah kita abadi?

Mungkin cinta akan tertawa

Terberai antara jiwa raga

Tak mampu jadi apa-apa

Karena karena bukanlah cinta

Cinta nyatanya sukar bicara

Membisu takut dan ragu

Cinta nyatanya tak >>...

0

Iklim Jiwa

Dua musimku hanyalah sepi,
Hujan yang membasahi hati dan
Panas yang mengeringkan tangis

0

Andam Karam

Di sudut kota menunggumu
Wahai penikmat angka
Kuhitung barisan mobil tua
Tidak sepandai saat dikau menghitungnya

Di sudut kota bersamamu
Sekarang terasa senyap
Tak dapat diriku menatap
Saat dirimu tidam bisa menetap

Bersamamu di langit yang sama
Sebuah lingkaran kenangan lama
Masih bisa berkutik akan rasa
Berbincang mengeni mimpi bagaskara

Berjauhan denganmu
Serasa berbeda alam
Semua yang terukir >>...

0

Tentang Rindu

Ini masih tentang rindu
Yang menjadi sebatas semu
Pilu, hampa,kian membendung
Yang menjadi sebatas angan tanpa temu

Haruskah aku selalu menjadi candu?
Pecahkan hening seolah bisu
Tetesan irama yang menggebu
Hujan dan namanya yang sedang ku rindu

Biarkan cahaya menyentuh keningmu
Mengantarkan doa doa heningku
Betapa pada angin pun aku berbisik tentangmu
Adalah yang tak >>...

0

Wanita malam

malam mulai menyapa
Terdengar tapak kaki perlahan
Sembari membawa sehelai kain terikat
Ternyata kau wanita malam

Jiwa-jiwa masih terbuai
Namun, engkau telanjang
Membisikkan kata tak terdengar
Seakan Dia milikmu sahaja

Desir Angin bernada
Sebab, memandangmu melata
Hewan kecil tersenyum mesra
Melihat engkau bersimpuh Kuasa

Wajah mulai meresah
ketika jari jemari mulai meraba dan kaki mulai meniti menapak
Disertai >>...

0

Bila

Bila tak kau temukan jalan untuk kembali,
biar aku yang mencari untuk pergi.
Bila hatimu terlalu tinggi untuk kuraih,
beri tahu aku caranya mengakhiri sedih
Bila tak kau dapatkan alasan untuk mencintaiku lagi,
sadarkan aku agar aku berhenti untuk merasa memiliki.
Bila hatimu terlalu batu untuk ku buat mengerti,
biar aku saja yang memahami.
Bahwa >>...

0

ibu

ibu
dadaku sesak
rindu ini menghujam hati
air mata terus berderai
aku hanya ingin bertemu
memelukmu sepajang waktu

ibu
hadir mu selalu ku nanti
meskipun lewat mimpi
aku hanya ingin bercerita
setelah kau pergi aku tak lagi ceria.

0

Senyum Sinis

Rintik hujan kala itu tak hanya membasahi sekujur tubuh
Tapi, tetesannya jatuh tepat di relung hati
Seakan tak berdaya, ku terbuai kenangan lama
Mengingat perjalanan karir yang direnggut masa

Bertahan dengan segala caci maki
Tak tumbang saat dicurangi
Silahkan kalian tertawa puas dengan sombong
Tapi esok, dunia menjadi saksi nyata
Kalian bahkan hanya sebatas limbah sampah
>...

0

Sesal yang indah

Bukanlah tiada perasaan malu yang hadir
Tiada pula rasa kesal dan sesal
Karena semua hadir tanpa kehendak yang disengaja

Namun,
Jika semua harus berakhir
Janganlah berakhir dengan pualam tak bergeming…

Sebenarnya tiada kerinduan
yang berubah emosi
Tiada kasih sayang
yang berubah amarah
Tiada kelembutan
yang berubah dendam
Semua harus dihadapi, bukan disesalin

0
Page 1 of 39:1 2 3 4 > Last