MENU

Puisi Pendek

Puisi pendek dan berbagai karya dalam situs PuisiPendek.Net adalah daftar puisi kiriman para user. Meski tak semua dapat dijadikan contoh puisi singkat, tapi kami jamin semua punya value lebih dari sekedar bait-bait syair, sajak metafora atau baris (larik) rima.

Antara Aku dan Kau

Jiwa yang tak pernah saling menatap Hati yang tak pernah saling mendengar Ada dan tiada hampa terasa Sama-sama membisu, Tak pernah menjauh ataupun mendekat Sama-sama terdiam, Terpaku oleh jarak Yang tak pernah berhenti mengintai Ha‌nya… Menggema dalam bayangan Ramai dalam khayalan Nan melayang dalam lamunan…

Antara Aku dan Kau

Jiwa yang tak pernah saling…

Tak menentu

Dalam senyap aku tersipu Merenungi…

RINDU untuk TEMU

Rindu adalah keseimbangan yang utuh…

Jingga

Ketika kamu puitis Menyanjung kata-kata…

Butiran air matamu berharga bagiku

Desahkan yang tak terbilang jumlahnya…

Selendang Batik

Seorang dara yang memiliki paras…

KERINGAT NAFKAH BAPAK

Sambil senyum, kau ucap salam…

Bundaku

Wanitaku… Dia adalah pahlawan bagiku…

Testimoni Mosehat Bukti Nyata Pengobatan Modern Indonesia

Hallo, kali ini saya tertarik untuk menulis sebuah fenomena unik dibidang obat herbal yaitu berbagai kesaksian dalam testimoni mosehat. Karena baru kali ini saya membaca testimonial obat herbal sedemikian banyak. Mengapa obat herbal yang selama ini timbul tenggelam dipasaran, mendadak ada satu yang muncul dan…


Contoh Puisi Pendek Menyentuh Hati Sederhana [UPDATED]

Sapa lah Aku

Aroma musim itu…
Lama telah hilang
Meninggalkn kesan semerbak angan-angan
Dikala kau menyapa tanpa bayang

Sapa lah aku..
Yang kini hampir bosan menunggumu setiap saat.
Juni telah terlampaui, Agustus pun telah >>...

0

Tak menentu

Dalam senyap aku tersipu

Merenungi kebodohan diriku

Mengejar sesuatu yang terang berkilau

Bagai bayangan gelap yang berlalu

Namun…

Entah kenapa aku bahagia

Tanpa adanya beban tersenyum ceria

Hanya karena sesuatu yang sulit >>...

0

Si Kampret

Kala aku bersemedi di pojok kamar mandi
Kau selalu datang menghampiri
Entah apa yang kau cari
Kau Buat bulu kudukku berdiri

Ku menjauh kau mendekat
Ku mendekat kau semakin dekat
Ku >>...

0

RINDU untuk TEMU

Rindu adalah keseimbangan yang utuh antara cinta dan kasih sayang
Penyesuaian sempurna untuk temu

Seperti Puisi
Rindu adalah Harmoni diksi
Tentang Personifikasi dan metafora

Seperti kata
Rindu adalah rasa abstrak di jiwa
>...

0

Jingga

Ketika kamu puitis
Menyanjung kata-kata dalam diksi
Membina liukan indah tipografi
Merakit runtutan sajak

Kala kau melankolis
Mempesonakan nada
Membubuhkan bualan melodi
Memercikkan irama

Apa dan kapanpun kau itu
Jangan menjadikan >>...

0

Kamar 09

Menenggak ludah penuh ingin
Menahan kering sang labirin
Nasi tanpa ikan teri
Terasa sukar untuk dicicipi

Kamar 09 tiba-tiba sepi
Setelah datang delivery
Barangkali hanya dapat kaki
Sangat memuaskan bagi kami

Ruang >>...

0

Butiran air matamu berharga bagiku

Desahkan yang tak terbilang jumlahnya
Menggoncangkan hidupku untuk masa yang akan datang
Belahan jiwamu yang mengindahkan hidupku
Bagaikan setetes air yang jatuh ke tanah

Tiada kasih yang seindah kasihmu
Kasihmu mengalir >>...

0

Insinuasi

Kali ini…
Ku gunakan asumsi-asumsi empiris
Dan sedikit ekspektasi absolut
Agar terhindar dari sinisnya etimologi
ataupun diksi yang sarkas
Siap?

Ya…
Mari kita diskusikan selaksa fenomena
Tentang figur pribadi tendensius
Dalam >>...

10

Deru Kerinduan

Berjalan tak selalu bergandengan
Memeluk tak selalu merengkuh
Selalu ada rasa tersemat dalam angan
Yang ku sisakan untuk kau kayuh

Selalu ada senyum dalam pilu
Untuk setiap perpisahan ketika senja
Harus >>...

10

Selendang Batik

Seorang dara yang memiliki paras cantik
Ukir alis yang jelantik
Tubuh molek bak lebah kemit
Dialah yang ku panggil ibu

Sebuah geguritan tentang secarik rasa
Mengaksa dalam harap yang tak kunjung >>...

6

Instrospeksi

Kita mungkin hanya sebuah tanda baca
yang melekat pada bayang-bayang diksi dan bergetar melantunkan intonasi
ketika selarik narasi memadati
seujung intuisi
yang melayang-layang
bersama asonansi dan aliterasi menghablurkan altruisme dan >>...

7

Balada Ksatria

Mendung yang menyelimuti mulai menepi
Langit biru menaungi cerahnya mentari

Selalu ada peluh yang terjatuh
bersimpuh dalam riuh yang mengaduh
Selalu ada linangan airmata
Yang pada akhirnya bermuara
di lautan kemenangan
>...

9

Darah Sang Perwira

Suara ricuh mulai bergemuruh
Dimanakah badan ini akan berlabuh
Menapaki jalan yang penuh lumpur
Darah yang terus bercucur

Sang perwira bersenjata
Menebas kaum yang durja
Melawan perusak Negara
Dialah sang perwira >>...

3

Anindita Cinta

Anindita cinta dan berjuta makna
Tak sama namun eka cerita
Kucipta kalam walau tak sempurna
Karena fakih ku punya hanya sedikit saja
Insan tercipta bersama sebuah rasa
Mengasihi menyayangi memuji >>...

9

TERUNTUK TUHAN

Teruntuk tuhan….
Yang menciptakan keindahan dunia
Memberikan sebutir berlian didalamnya..
Yang sekian banyak orang tergila-gila…

Semua berjalan sesuai skenarionya..
Bulan dan bilang menjadi nyata
Harapan,cinta dan cerita ada didasarnya
Yang >>...

0

Kabar baik

Mengenalmu sebuah kabar baik
Lewat chatting yg ku kirim
Bertepatan di malam senin
Hujan bercampur angin
Terjang ranting ranting yang kering

Aku menyapamu
Hai
Dan Kau balik sapa
Hai juga
Tangan >>...

9

SIAPA SALAH

Aku adalah orang pertama, kau kedua dan dia orang ketiga
Siapa yang salah ?

Coba kita kembali telaah Dan redam semua amarah
Ini bukan salahku, bukan salahmu juga bukan salah nya
>...

9

Jarak

Dalam desir sunyi sepertiga terakhir
Angin berhembus menerjang dedaunan, dinginnya mencengkram
Mengeja yang kian meradang

Aku bersimpuh, lumpuh diatas sajadah
Bersujud terkatup bisu, kelu
Apa yang terjadi?
Derai arus air mata >>...

0

KERINGAT NAFKAH BAPAK

Sambil senyum, kau ucap salam depan pintu.
Keringat masih ada di keningmu saat kepulanganmu.
Kelelahan terlihat pada gerak gerikmu.

Bapak, istirahatlah.
Jika kau lelah biarkan aku yang menggantikan perjuanganmu.

8