Puisi

Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2019)

Bayang sepertiga hari

Bayang sepertiga hari

Aku gelisah.. Aku berlarian menuju entah kemana Kuratan menjalar dari kuku kaki Titik masih serupa bayang diri di sepertiga hari Aku berlarian entah untuk apa Embun pun kalah pagi dengan langkah jari Tak bergeming tak beranjak Suara gemuruh serak

Bagian terindah
Bagian terindah
Nostalgia
Nostalgia
Tanpa Makna
Tanpa Makna

Puisi Cinta

Penikmat Rindu

Penikmat Rindu

Aku hanyalah si penikmat rindumu…

Rindu, pena dan secarik kertas

Rindu, pena dan secarik kertas

Ku ambil pena dan mulai…

Aku Terlalu Rindu

Aku Terlalu Rindu

Pada saat nya datang, Aku…

Rasa yang tersirat

Rasa yang tersirat

Sayang… ijinkan ku menyayangimu ijinkan…

Puisi Ibu

Di Dekat Tanjung, Ibu Berdoa

Di Dekat Tanjung, Ibu Berdoa

wajahmu seluas tanjung ketika langit…

Terima Kasih Mak.. Pak

Terima Kasih Mak.. Pak

Mak.. Kau peri dunia terindah…

Bahagia Untuk Mamak dan Bapak

Bahagia Untuk Mamak dan Bapak

Ku pikir.. Bahagia sudah ku…

Syair untuk Bunda

Syair untuk Bunda

Sepetik syair kunyanyikan Padamu yang…

Penikmat Rindu

Aku hanyalah si penikmat rindumu
Bagai angin yang membawanya padaku
Menyebar sebagai saraf dikepalaku
Yang memaki sanubari akan dirimu

Kepada awan yang senantiasa bersama langit
Kepada angin yang tertiup setiap saat
Lewat rasa dingin yang tercipta
Sampaikan rasa ini kepadanya

Mungkin langit terlalu bisu
Untuk mengabarkan segalanya tentangmu
Senyumu meracuni seluruh jiwaku
Hingga hatiku dan benakku selalu >>...

~ 5 ~

Rindu, pena dan secarik kertas

Ku ambil pena dan mulai mengayunkannya
menarilah ia di atas secarik kertas dengan polosnya
Menirukan gerak tangan, menulis huruf merangkai kata

Dalam redup sekilas kutangkap bayang wajahmu
Bayang wajah yang tak mungkin bisa kusentuh saat ini
Karena jarak yang menjadi pemisah antara aku dan dia

Dari jarak ini aku sadari datangnya rasa rindu
Rindu yang telah lama >>...

~ 0 ~

Yang Dirahasiakan Maret

pukul dua belas malam tadi
februari pulang dengan langkah gontai
memberikan tempatnya untuk maret
yang pandai merahasiakan perihnya sendiri

februari yang lapang dada
pernah berada dalam mimpimu
yang memejamkan cemas
merebahkan kekhawatiran
februari juga pernah menjadi bentuk peluk atau basah cium yang menghangatkan dan melumasi kering sendirimu
memberi gema di waktu-waktu sepi
menggenapi ganjilnya denyut-denyut nadi

dengarkan >>...

~ 10 ~

Sayang aku rindu

Sayang…
Kaulah seseorang yang kuinginkan
Tatapanmu….Senyumanmu…
Sayang…
Dengarkanlah aku disini..
Aku disini menantikanmu..
Menunggumu… Tuk cintamu..
Meski kita terpisahk jarak & waktu
Tapi rasa sayang & cintaku hanyalah untukmu..
Meski kau kini tak lagi di sisi..
Tapi kehadiranmu selalu ku nanti..
I LOVE YOU

~ 3.5 ~

Aku Terlalu Rindu

Pada saat nya datang,
Aku akan meningggalkan segalanya,
Mana mungkin untuk aku menolak takdir yang menjumputku,
Roh aku terlalu merindukan pemiliknya,
Hentikan segala kegilaan hidup ini,
Terima kasih untuk segala kesakitan,
Cinta Kau terlalu besar,
Aku bahagia dalam tangisan sakitnya dunia ini,
Buat aku sedar akan rahmatMu.

~ 5.1 ~

Rasa yang tersirat

Sayang…
ijinkan ku menyayangimu
ijinkan ku merindumu
ijinkan ku masuk kedalam relung hatimu
Agar cinta ini tiada semu..
Sayang..
Harapku padamu..,ingatlah..bahwa dimanapun kau berada,disini ada hati yg slalu mendambamu dan setia untukmu..
dimanapun kau berada..kau tetap kucinta walau tak bersama…

~ 3.6 ~

Jarak

Melipat jarak
Memang dahulu kita pernah dekat?
Kata siapa kita dekat?
Bahkan kita ragu untuk bersapa hangat
Lantas untuk apa melipat jarak?
Jika dari awal kita sudah bersekat.

~ 2 ~

Tahun baru , baru harapan

Kepada langit rembulan dan bintang bintang yang terlentang di malam panjang. Rebah jiwa dan raga dalam gelap gulita malam yang merayap pelan dan diam diam. Di keheningan,ku menghitung waktu dalam kilatan cahaya merah putih kembang api yang dilontarkan tengah malam. Ku menerawang, masih adakah hari esok yang tersisa untuk ku nanti. Memandang langit rembulan dan >>...

~ 6 ~

Perasaan Terpendam

Waktu begitu cepat,
Membawa kita kembali menjadi asing.
Pertemuan,
Tinggal kenangan yang kubutuhkan.
Kekuatan waktu mengalahkan keinginan.

Hidup adalah petualangan,
Dengan mu, terasa seperti dalam masa liburan.
Dalam diam, saya coba tekankan.
Kekuatan asmara yang tidak ada bandingan.
Seperti lentera,
Kamu adalah persis apa yang aku butuhkan.
Kamu adalah kekuatan perasaan.
Lebih dalam dari semua kegelapan.

~ 2 ~

Was

Dulu kita bersama..
Sekumpulan pemuda penuh euforia
Mencoba berbagai fasilitas ibukota
Bermain dan menikmati semuanya

Namun Kini, kita tak lagi bersama
Jalanan kehidupan yg berliku
Telah memaksa kita memilih persimpangan yang berbeda
Yang menjauhkan kita dari sedia kala

Tapi Tuhan Maha Baik
Dia memberi kita kanvas ber-rupa warna
Untuk kita lukiskan berbagai kisah
Yang bisa kita >>...

~ 3.6 ~

Siapakah aku bagimu

Kau bagaikan bunga mekar yg harum..
Namun apalah arti diriku jika kau bunga yg indah..
Mungkinkah aku salah satu dari lebar yg slalu mengincar harum mu ? Sehingga kau tak melihat adanya diriku, dikarenakan banyak lebah yg mengejarmu..
Ataukah hanya semut yg mengharapkan kau menoleh kebawah melihatku..

Sekian lama hati ini menetap padamu..
Sekian lama >>...

~ 3 ~

Cinta adalah

Cinta adalah anugerah tapi cinta juga bisa menjadi musibah,,
Cinta bagaikan api kecil, yang slalu menghangatkan tapi cinta terkadang juga seperti api besar yg membakar segalanya,,

saat pertama kali cinta menghampiri, semuanya terasa manis. Saat waktu tlah berlalu cinta seperti makanan tanpa rasa, Hambar.

Cinta adalah rumah, rumah yang harusnya diisi banyak >>...

~ 2 ~

Saat waktu mempertemukan

Aku tak perna menyangka waktu akan mempertemukan kita, membuat haty yg tak seharus ny ada
Karna waktu membuat kita saling menyimpan rasa
Dalam diam kau membuat haty yg tak seharus ny ku beri tapi dapat ku berikan untuk mu
Aku sempat membenci mu, tetapi aku malah jatuh ke dalam lauttan yg tak seharus ny aku >>...

~ 5 ~

Untuk sahabat

Pikiran ku malam ini mengulang masa lalu
Dari kejauhan suara mu hangat menyapa tenangkan jiwa…
Kita tak bertatap muka berbincang luapkan asa…
Tawa kecil hangatkan cerita abaikan dunia…
Apakah kita bisa bertemu satu pertanyaan tak khawatikan kita….
Hai sahabat semua telah berbeda
Hangat Sapamu lama tak hadir sapa malamku
Tawa renyah mu tidak lagi lintasi >>...

~ 3.2 ~

Rindu di duri kehidupan

Di jalanan kulihat pemburu waktu Di pasar kulihat pemburu uang Di kantoran kulihat pemburu pengakuan Di sekolah kulihat pemburu kurikulum Pagi ini mataku membaca berita Seorang ayah menyudahi ia dan bayinya bersama di dunia dan di akhirat Pagi ini telingaku mendengar cerita Seorang istri melukai dirinya karena terluka menganga perasaan nya Pagi ini hidungku mencium >>...

~ 1 ~

Tanpa Makna

“Tanpa Makna”
Oleh: Wahyu Eka Nurisdiyanto

Masih melempar manis senyuman pada hujan bulan November
November yang sendu bertabur syahdu
Kesyahduan gemericik rindu mengekang hujan yang tak kunjung reda
Mereda sesekali, lalu deras kembali
Mengembalikan separuh rasa tanpa makna

Aku menatap pada basah bilik jendela kaca
Berkaca memperjelas logika dalam kata
Kataku penuh yakin beriring doa
Doaku penuh >>...

~ 5 ~

Kisah perjuangan hidupku

Sejak awal kumemulai mengenal dunia
Sejak itu juga kumemulai memahami arti hidup
Banyak kisah yang telah aku lewati
Demi mengejar impian

Semua kisah itu tak dapat ku
lupakan dari memoryku
>>...

~ 1 ~

Lamunan Rindu

Terkadang dengan hanya rintik hujan baru ku sadar pentingnya arti hadirnya payung kecilku

Terkadang ku tau indahnya bintang jika malam tlah menjemput hariku

Terkadang ku sadari hadirnya matahari ketika terik menyapa hari-hariku

Tetapi…ku tak butuh itu semua tuk mengingatmu….

Hujan takkan lunturkan rinduku..

Malampun takkam redupkan arti dirimu…

Dan teriknya mentari hanya kan menambah bahagiaku tuk melihat indahnya senyummu…

Aku selalu >>...

~ 6 ~

Secercah rindu

“Rindu ini memikat..
Membuat diriku semakin terikat…
Canda tawamu selalu ada…
Dalam logika..
Di dalam hati dan raga.”

~ 3 ~
Page 1 of 28:1 2 3 4 > Last