Puisi Pendek

Puisi pendek dan berbagai karya dalam situs PuisiPendek.Net adalah daftar puisi kiriman para user. Meski tak semua dapat dijadikan contoh puisi singkat, tapi kami jamin semua punya value lebih dari sekedar bait-bait syair, sajak metafora atau baris (larik) rima.

  • Genggam

    Naluri insan untuk menggenggam
    Tuhan memilihkan dia
    Hanyut dengan suka duka nuansa
    Apapun yang terjadi tidak boleh dilepas

    Waktu tak bisa berbohong
    Kembali dititik ku sadari

    Dia yang terikat tidak bisa ku >>…


  • Desaku

    Sawah Ladang Membentang,
    Butiran Embun Bersembunyi di Dedaunan,
    Kabut Meraba Seluas Pematang,
    Sesekali terdengar motor menyusuri jalan.

    Inilah pagi di desaku,
    Tempat rindu kubawa,
    Persinggahan lelahnya kalbu,
    Keindahan yang tak ada >>…

  • Impian

  • Impian
  • Benak Berpadu

    Menghinamu separau serak gelak gagak
    Menyanjungmu semerdu syahdu lenguh lembu
    Menentangku setegak runcing duri landak
    Membelaiku sehalus sendu bulu bangau
    Kau dan aku sama galak, sama lunak
    Aku dan kau >>…


  • Jiwa Yang Bertaut

    Hidup memang layaknya kanvas putih
    Beribu warna menyapu hangat tiap harinya
    Kan ku ceritakan warna yang tak kusuka
    Soal hati yang berusaha rela namun tak percaya

    Aku tak tau mengapa >>…

  • Aku pernah menulis puisi

  • Dream
  • Youth

    Youth is the most beautiful time
    Time to find our identity
    Love at school
    Play and hang out with friend
    Our youth

    When the face starts to age
    Bones getting >>…


  • Genggam

    Naluri insan untuk menggenggam
    Tuhan memilihkan dia
    Hanyut dengan suka duka nuansa
    Apapun yang terjadi tidak boleh dilepas

    Waktu tak bisa berbohong
    Kembali dititik ku sadari

    Dia yang terikat tidak bisa ku >>…

  • Tak di Duga

  • Apa Kabar Ibu Pertiwi
  • Sehat Negeri Ku

    Hampir 2 Tahun terasa pahit wabah ini menjelma
    Mengorbankan banyak jiwa malang yang sakit atau bahkan Tiada
    Memukul sendi2 Ekonomi Bernegara
    Mengacaukan rencana atau bahkan membuatnya tinggal menjadi Nama
    Dan >>…


  • Lolongan Petaka

    Dua belas malam berdetak risau
    Suara jangkrik dan lolongan anjing menghiasi malam
    Kepala tanpa badan bersuka ria
    Diujung jalan setapak langkah menggebu

    Malam Jumat kliwon mengeluarkan auranya
    Membekukan darah si penyintas >>…

  • Malam Dunia Berbeda

  • Maafkan aku ibu
  • Pusara Biru

    sore itu langit tengah bersedu
    dibawah kukungan payung berdebu
    dua tungkai ini melangkah maju
    menghadap pusara biru

    kasihku terbaring syahdu
    dalam pusara itu
    lantas sekelibat memori
    datang menghampiri

    menyerbu bersama pilu
    mengundang >>…


  • 786 Syukur

    Aku yang memandang di dalam lubuk hati,
    Mencari-cari zat rahsia yang katanya tersembunyi,

    Aku yang melihat,

    Alam meliputi,

    Wujud menyertai lalu ku pindahkan alam ke dalam mata hati,

    Aku hakiki,

    Aku mengerti segala yang >>…

  • Bisikan Isi Hati

  • Genggam
  • Tak di Duga

    Ada selembar kertas ku genggam
    Tak di duga dirimu sedang meram
    Di bawah ratapan bulan yang sedang tersenyum
    Tanpa sepatah kata dalam kenyataan; meski mimpi mu sedang menggenggam

    Esoknya terbit yang >>…


  • Si Kampret

    Kala aku bersemedi di pojok kamar mandi
    Kau selalu datang menghampiri
    Entah apa yang kau cari
    Kau Buat bulu kudukku berdiri

    Ku menjauh kau mendekat
    Ku mendekat kau semakin dekat
    Ku >>…

  • Kamar 09

  • Sendiri nan Sakit
  • Keping-keping Luka

    Senja berlukiskan kelabu
    Awan bertuliskan sendu
    Mengingatkan semua kenangan ini
    Rintihan tangis menyayat hati

    Inilah keping-keping luka
    Telah menjadi cahaya lara
    Berhiaskan kerlip rembulan
    Merasakan tetes kepahitan

    Kutumpahkan setiap tetes mutiara
    Kutahan >>…


  • Tak di Duga

    Ada selembar kertas ku genggam
    Tak di duga dirimu sedang meram
    Di bawah ratapan bulan yang sedang tersenyum
    Tanpa sepatah kata dalam kenyataan; meski mimpi mu sedang menggenggam

    Esoknya terbit yang >>…

  • DI UJUNG PENANTIAN

  • Walau Hanya Sebuah Senyum
  • Hujan Bulan Juni

    tak ada yang lebih tabah
    dari hujan bulan Juni
    dirahasiakannya rintik rindunya
    kepada pohon berbunga itu

    tak ada yang lebih bijak
    dari hujan bulan Juni
    dihapusnya jejak-jejak kakinya
    yang ragu-ragu di >>…


  • Walau Hanya Sebuah Senyum

    Walau hanya sebuah SENYUM,
    Namun cukup untuk membuat jantung kencang BERDENTUM,
    Seperti sentuhan aliran kecil SETRUM,
    Atau tusukan kecil sebuah JARUM.

    Walau hanya sebuah SENYUM,
    Yang jarang terlihat didepan UMUM,
    Namun >>…

  • Secercah Cahaya

  • Genggam
  • Sendiri nan Sakit

    di kelam yang mengikat pekat
    ada pinta yang kian penat
    tarikan napas sesak
    ingat segala hal yang tlah rusak

    senyumnya lenyap
    tergantikan sendu sembab
    lubang di dada kian melebar
    sakit mengikisnya >>…


  • Rembang Petang

    Senja tak seindah puisi bersirat makna tentang cinta asmaraloka
    Senja juga tak semanis rindu yang tersampaikan dari angin lalu tanpa temu
    Semburat jingga dalam senja mengingatkan anyir dari luka sesosok >>…

  • Lelah

  • Secercah Cahaya
  • Instrospeksi

    Kita mungkin hanya sebuah tanda baca
    yang melekat pada bayang-bayang diksi dan bergetar melantunkan intonasi
    ketika selarik narasi memadati
    seujung intuisi
    yang melayang-layang
    bersama asonansi dan aliterasi menghablurkan altruisme dan >>…


  • Bendera Berdarah

    Dua bulan tampaknya telah berbeda
    Setelah manisnya kebebasan kita genggam,
    di atas tiang penghormatan
    Bapak proklamator berpidato di atas dunia,
    kita bangga melihat berita

    Hingga serdadu mengepung simpang lima,
    dendam berkobar >>…

  • Pahlawan ku

  • Bendera Berdarah
  • Pahlawanku

    Terima kasih untuk pahlawan-pahlawan Indonesia
    Engkau rela berkorban demi mempertahankan negeri tercinta
    Untuk negeri kau berani mati
    Tubuhmu berlumuran darah
    Engkau tidak pantang menyerah
    >…


  • Pinta Negeri

    izinkan fakir ini bersimpuh menengadah
    harapkan ampun atas segala salah
    dari belasan purnama yang berlalu sudah

    tidak sebagaimana kemarin
    kenduri kumpul kekraban baik terjalin
    beberapa dewasa dan anak kecil berlarian
    berdoa >>…

  • Hari Lahir

Tulisan Lain