Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Bait kala pandemi

©️ Rhido Sahputra Azhari

Hai apa kabar?
Insan yang masih sibuk bercumbu dengan rindu.
Insan yang masih menaruh harapannya kepada semesta yang sedang tidak baik baik saja.
Dan pahlawan dunia yang masih tegar berjuang meski tak jarang dihantui cemas.
Nukilan ini dicipta untuk kamu, dia dan juga kita semua.

Kepada senyum indah sang priya, aku menaruh rindu.
Kepada canda tawa sahabat, kamu menaruh rindu.
Kepada semilir anila berhembus dan kirana dari akasa, dia menaruh rindu.
Kepada suasana aman dan nyaman, kita semua menaruh rindu.

Banyak sudah nyawa gugur dalam peperangan ini.
Banyak sudah yang dikorbankan dalam peperangan ini.
Segala daya upaya tak henti dilakukan.
Untuk lawan musuh yang wujudnya pun sama sekali tak terlihat.

Menjadi catatan kelam pada tahun ini.
Yang mungkin akan selalu terkenang sepanjang hayat.
Ketika dunia dibuat getir oleh pandemi.
Sehingga menciptakan begitu banyak sekat.

Jarak yang menjadi batas bukan halangan untuk tak bergandeng tangan.
Doa mu juga doa ku, harap mu juga harap kita semua.
Rumah menjadi tempat teraman untuk segala aktivitas saat ini.
Maka tetaplah berastama didalamnya! Tetap kuat kita saling membahu.


https://www.puisipendek.net/bait-kala-pandemi
Nilai
10
11 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(11 votes, average: 9,64 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang Bait kala pandemi

Contoh Puisi 5 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Angin dan hujan kiriman Akbar maulana j.

Awan hitam pertanda hujan
Kau datang memberi kesejukan
Kau dan angin datang bersamaan
Lubang yang terpenuhi dengan genangan
Dan kau angin yang membawa angan
Rinduku tebal tak tertahankan
Rasa nya >>…

Puisi Corona, Puisi Kehidupan, Puisi Rindu

Selanjutnya Puisi Corona berjudul Biru kelabu dari Fiqryghifary .

Kini angin tidak berpihak kepadaku, biru kelabu sudah hari ini.

Tidak ada lagi nyanyian para malaikat sehabis hujan yang kudengar,
Hanya ada kicauan sendu 3 burung kenari di ranting oak >>…

Terima kasih Fiqryghifary , Rhido Sahputra Azhari, Akbar maulana j atas kirimannya.

Puisi Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Bait kala pandemi

BUNGSU

Apa yang engkau harapkan lagi kawan..
ketika semuanya tidak lagi sesuai keadaan..
Cita-cita yang dibuntu..
Harapan yang ditinding batu..
Dan hanya bisa menulis dikertas putih yang membisu..

Versi puisi diatas dalam >>…

Suatu Hari [Jika]

Jika suatu hari nanti, aku tak sanggup lagi.
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau telah hembuskan nafas imagi

Jika suatu hari nanti, aksaraku tak terbaca lagi
Tapi di antara larik-larik sajak >>…

Hujan

Hujan,
Kembali mengajak bercerita pada kertas,
Menggerakkan pena memuntahkan segala asa,
Riak sajak demi sajak lepas berhamburan,
Berbarengan dengan membenci sebuah rindu..
Ahh hujan,
Bisakah rintikmu saja itu yang jatuh,
>…