Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Veronika

©️ PencilSpirit

Veronika, keindahan senja
Merah merona basuh semua luka
Menari ragamu dalam ingatanku
Meronta hati suci yang terberkahi

Veronika, pernah jadi bejana
Seluruh ceria dan tanya
Bersama bunga-bunga dan kupu-kupu
Taburan bintang kemilau dan rembulan sendu

Tak kukira kau juga kelelahan
Sesakkan nafas dalam sujudku
Tema lambungan doa sebuah harapan
Gairah sunyi laku hidupku

Aku terbayang akan halusnya budi,
Lembut senyum merekah,
bunga di pagi hari pun kalah,
semuanya tentang mata dan probadi,

Veronika elok tak terkira,
meski tubuh ini tak dapat menyambutmu,
hati ini terus berdesir melihatmu,
melambai dan melayang,

tak tau mau kemana,
saat senja menutup,
saat itu pula aku tersadar,
hingga senja terbit,

saat itulah aku terlena lagi,
aku tak mengerti maksudmu,
aku tak mengerti apa yang terjadi,
saat ini,, dan sore ini,

aku hanya tau itu kamu,
seperti dulu aku menyebutmu,
itu kamu seperti kita bersenda gurau bersama,
hingga petang,,, tak pedulikan senja,

tak pedulikan matahari,
semua sinar hanya darimu,
saat ayam berkokok pun aku enggan tidur,
jika memang waktunya,

mungkin kamu akan kembali,
menutup mataku sampai aku tenang,
menyadarkan lamunanku,
melebarkan senyumku,

mungkin ini salah senja,
kenapa hanya sebentar kau ada


https://www.puisipendek.net/veronika
Nilai
10
2 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Veronika

Contoh Puisi 11 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Tanya kiriman PencilSpirit.

Tanya

Tanya

Kepalaku penuh dengan tanya tanpa jeda,
Layaknya asisten pencari makna,
Dari berhamburnya potongan-potongan realita,
Yang dilalui waktu dan peristiwa.

Mungkin sebab akibat telah memenjara,
Bahwa segala sesuatu harus ada keduanya,
>…

Puisi Cinta, Puisi Patah Hati, Puisi Sedih, Puisi Senja

Selanjutnya Puisi Cinta berjudul Terlanjur Basah dari Pramita Widya .

Terlanjur Basah

Terlanjur Basah

Aku dan kamu sempat menjadi “kita”
Pada waktu yang sementara
Bahkan belum ada kata pisah
Belum tersampaikan kasih dan kisah
Pisau cinta tumpul, tak diasah
Kamu pergi : aku terlanjur >>…

Terima kasih Pramita Widya , PencilSpirit, PencilSpirit atas kirimannya.

Puisi Panjang, Puisi Putus Cinta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Veronika

PELANGI YANG TAK PERNAH MENJEJAK REALITI

Sesudah hujan petang rindumu mengawan dilapisan kabut warna bersarat cinta
lalu menuang secangkir kasih mengisi rongga kehidupanmu yang ternganga kelaparan ,
Basah matamu tertumpah membekas dipipi awan bergumpal lidah di >>…

Maaf

Menatap langit luas
Memandang lautan lepas
Mendamba penghuni melintas
Maaf tak seindah yang di atas

Kertas dirobek dan diremas
Berkaca-kaca dihancurkan
Keping-keping disatukan
Terlihat utuh dan berbekas

Sesal pun termenung
Bayang-bayang datang >>…

TERGANTUNG DIRI

Sesungguh bernawaitu
Kepada separuhnya inginku tersinggahi

Menjadi bagi dalam bagian bagian dari keutuhan nan sejati
Agar teringkarinya segala pelik yang membersamai palung sepi

Namun,
Memutik lagi sehelai kelopak sendu kisah lalu
Menubuhkan >>…