Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi PencilSpirit dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kumpulan Puisi Oleh PencilSpirit

Yang Tak Terbantahkan

“ciluuuuuuuk baaa”
“Jangan lelarian, ntar jatuh”
“Jangan jajan sembarangan, ditabung ya”
“Udah makan?”
“Jangan lupa sholat”
“Tolong anterin belanja”
“Semoga semua sehat selalu”

Kata-kata mencerminkan segalanya,
Dari masa… ke masa

Aku juga menyayangimu Bu

~ 10 ~

Cinta Yang Tertempuh

Waktu kecil aku sering bermimpi,
Bersanding dengan titisan dewi atau seorang putri,
Bahkan kuyakin seseorang tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri,
Bagian yang hilang dan akan kutemukan nanti.

Namun sayangnya hidup bukanlah dongeng peri,
Tak pernah terwujud hanya dengan imajinasi,
Sosok yang hanya sebatas ruang persepsi,
Cinta yang melambung sendiri lantas jatuh dan patah lagi.

Tapi…
Perjalanan >>...

~ 0 ~

Pekerja

Langkahku kian berat,
Tiada satupun wajah hangat,
Hanya kerumunan pejalan membawa penat,
Suatu sore pukul 5:20 tepat.

Manusia kian linglung dicambuk tenggat,
Demi pencapaian menaikkan derajat,
Jangankan untuk memberi manfaat,
Mensyukuri saja serasa tak sempat.

Pekerja membabi buta,
Tak ada waktu selain bekerja,
Letih pun tak juga tiba,
Sampai akhirnya sadar dan telah tua,
Menghitung apa yang >>...

~ 1 ~

Kecoa

Kata orang serangga menjijikkan,
Muncul ditempat pembuangan,
Melata dalam gelap,
Bermukim dalam pengap.

Kecoa binatang paling tangguh,
Bertahan sekalipun peradaban bumi runtuh,
Spesies hewan paling tua,
Berkembang biak puluhan abad lamanya.

Jangan kau menginjaknya,
Karena jutaan bakteri ada di perutnya,
Bunuh dengan pembasmi serangga,
Dan jauhkan dari balita.

~ 0.9 ~

Rayap-rayap

Rayap-rayap menetap,
Tinggal disudut-sudut gelap,
Kerajaan kecil yang lembab,
Ruang yang jarang tersingkap.

Rayap-rayap tak punya mata,
Mereka tak suka cahaya,
Capitnya tajam menggerus kayu,
Bahkan mampu melubangi tembokmu.

Makhluk dengan kemampuan sosial tinggi,
Tak pernah bisa sendiri-sendiri,
Hidup bagi mereka adalah koloni,
Dan terpisah berarti mati.

~ 0 ~

Persimpangan Karbala

Tak terasa aku sampai dijalan ini,
Jalan kebenaran yang membawaku kemari,
Tempat yang hanya menyuguhkan ngeri,
Menyebutnya saja membuat bulu kuduk berdiri.

Ditiap arah jalan kulihat nama Karbala,
Diukir jelas diatas pedang-pedang khianat para durjana,
Namun tak banyak yang menyadarinya,
Karena kacamata manis penguasa Arabia.

Persimpangan ditengah gurun ini sepi,
Bawalah sapu tangan bila kemari,
Karena desir >>...

~ 4.7 ~

Cinta Yang Hilang

Hujan sederas ini kemana kau pergi ?,
Tak seperti biasa kudengar suaraku sendiri,
Bisik yang entah menyampaikan apa,
Percakapan aku dan diriku yang hanya menghitung lubang-lubang luka.

Tiada lagi gema kataku yang kembali lewat bicaramu,
Atau pecah tawamu menyahut gurauku,
Tiada lagi dingin amarahmu,
Pagi tanpa sepasang mata yang biasa terpejam oleh kecupku,

Pada siapa akan kujatuhkan >>...

~ 0 ~

Bahagia

Kadang aku punya segudang tanya,
Apa itu bahagia,
Airmata bunda melihat kita lahir didunia ?,
Seringai balita memperhatikan tepukan kita ?,
Atau gelak tawa bocah bermain sepeda ?

Apa sebenarnya itu bahagia ?,
Teriakan mahasiswa menyambut gol Barcelona ?,
Atau ramainya mereka bermain video game bola ?,
Pertemuan dua muda mudi yang jatuh pada cinta ?,
>...

~ 0 ~

Harmoni Cinta

Cinta mulai memainkan not-not rindu,
Pada dawai senyum manismu,
Adakah kau lantunkan untukku ?,
Sebaris bait “aku mencintaimu” ?

Harmoni yang tercipta,
Bergema di dinding-dinding asa,
Mengikisnya menjadi air mata,
Hingga runtuh bersama usia.

~ 0.5 ~

Rindu Yang Terbawa Waktu

Dari manakah rindu ini terbawa,
Padahal heningnya biasa saja,
Hanya tak sadarkah aku,
Wangimu yang masih disudut kalbu.

240 purnama kukira telan kenangan,
Rentang yang cukup bagi sang bulan,
Namun justeru habis oleh batara kala,
Yang lapar kalap oleh derita.

Giras 49

~ 0 ~

Putri Purnama

Taukah kamu lamanya kumenunggu,
Suburnya mimpi ditanah haru,
Dengan terang cinta dipadang savana,
Cahaya temaram darimu putri purnama.

Adakah rasa jemu ku menanti,
Dari luar biasanya saling menyayangi.
Putri purnama telah sudi,
Menari bersamaku malam ini.

Giras 49

~ 0 ~

14 Februari

14 februari koin dua mata sisi,
Pengingat untuk saling mengasihi,
Disisi lain adalah sebuah tragedi,
Cermin Sejarah kelam Romawi.

Puisi diatas diterjemahkan dalam puisi bahasa inggris sebagai berikut :

February 14th is a two side coin,
Reminder to love one another,
On the other side is a tragedy,
The reflection of the Roman dark history.

~ 0 ~

Coklat dan kalung

Kau telah jatuhkan pilihan,
Menurutmu kalung lebih menyilaukan,
Bandingkan punyaku yang hanya terbungkus koran,
Yang harganya diantara ribuan.

Ketika cinta memberi makna,
Pada apa yang kau beri untuknya.
Semurah apapun itu, rasanya akan sama,

Sama sakitnya.

Padahal…
Apalah arti coklat ini,
Cuma bikin gemuk dan sakit gigi.

~ 0 ~

Guru Samudera

Kita ini tuna muda di tengah samudera,
Tak tahu apa selain koloni saja,
Spesies luar begitu asing,
Dunia ramai kejam dan selalu bising,

Kau buka dengan pena,
Tabir misteri generasi kita,
Kau bilang itu semua cakrawala,
Luasnya ilmu Sang Pencipta,

Jubahmu telah memudar bu,
Tapi jasamu untukku,
Jadi jalan memakmurkan hidupku.

Selamanya

(Untuk Ibu Guru ku)

~ 1 ~

Molor

Entah aku mencintai atau patah hati, sejenak tak lagi mengingatmu sepagi ini, tenggelam dalam peluk bantal guling kasur dan kembali bermimpi.

Whether I love or a broken heart, a moment no longer remember at this hour, immersed in the mattress and pillow bolsters hug back dreaming.

~ 0 ~

Kota Kenangan

Kota ini menyimpan perjalanan abadi,
cinta pertamaku,
sahabat sejatiku,
bintang-bintang mimpiku,
dan kamu.

Berikut adalah versi bahasa inggris puisi diatas :

This saves eternal city trip,
my first love,
my true friends,
stars of my dreams,
and you.

~ 5 ~

Koran Peradaban

Angin menghela nafasnya,
Seolah beban membawa cuaca,
Pucuk pepohonan menari tarian gila,
Mabuk oleh air haram manusia.
Bumi malas menjaga anak-anak,
Lempeng-lempeng kerak yang selalu berjingkrak,

Manusia kian lihai berdusta,
Lengkap dengan topeng-topeng baja,
Hati bersembunyi entah dimana,
Haha… mungkin takut pada tuannya.

Tiada arah jalan untuk perbaikan,
Segalanya berubah liar dan berantakan.
Apa ini hanya tajuk >>...

~ 2.5 ~

Love Flood

I know my english wasnt really good,
it is better than to flood,
it may far from it should,
but this love is my actually truth.

Loving you whole heart are glow,
a nice topic above my pillow,
although dreams could only feel like snow,
lonely left inside a shadow.

Before you write me off,
be sure >>...

~ 0 ~

Inspirasi

Kadangkala kata-kata bagai hujan peluru,
Dalam pertempuran dikepalaku,
Jangan kau mendengarku,
Karena mereka pasti menyasar menembus jantungmu.

Kadangkala imaji terperangkap kebekuan,
Bisu dan kaku hingga kedinginan,
Dekati aku pada saat itu,
Karena dia akan selalu mengagumimu.

~ 0 ~

Wilayah kami

Ketulusan, tak selalu mendapat balasan sepadan,
Keramahan tak pasti menghindarkan akhir penindasan,
Dahulu rakyat kami menyambutmu,
Saudara jauh yg lari dari belenggu,

Mengapa kini kalian buat negara ?,
Atas tanah hak kami dari Sang Pencipta ?,
Pantaskah kalian ambil wilayah kami atas nama Yahudi ?,
Hingga kini hanya tersisa hak asasi sebagai pijakan kami berdiri.

~ 0 ~