Puisi Patah Hati kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

89 Puisi Patah Hati ini Sakit Banget ~ Awas Ga Bisa Move On

Puisi Patah Hati paling banyak dihasilkan pada saat kita patah hati, termasuk 89 Puisi Patah Hati ini Sakit Banget ~ Awas Ga Bisa Move On ini. Hingga ada yang bilang “jangan move on”, maksudnya adalah jika ingin lebih banyak menghasilkan puisi, jangan pernah bangkit dari patah hati atau putus cinta.

Puisi Patah Hati Bergambar

Puisi Patah Hati

Puisi Patah Hati bergambar diatas berjudul baik baik saja karya agracia

karena membuat puisi akan lebih mudah ketika sedang patah hati dan putus asa. Puisi patah hati memberikan banyak contoh kehebatan puisi yang dibuat saat hati sedang patah, sedang tak menentu, sedang hancur dan putus asa.

Beberapa diantaranya sungguh luar biasa membuat bulu kuduk berdiri ketika membacanya, entah kekuatan apa yang membuat bait-bait itu punya getaran dan magis ketika dibuat dalam kondisi patah hati. Jadi untuk membuat puisi patah hati, sering-seringlah mencintai dan kemudian patah hati. Tapi harapan dan doa kami cinta itu tak patah lho.

Kumpulan Puisi Patah Hati Hingga 2020

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok baca puisi Patah Hati dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi Patah Hati yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2020.

Wabah Saronen

Saronenku memecah,
Ketika aku menyanjungmu,aku menyimak larik Sapardi tentang suatu hari nanti
Sementara orang orang mengurung seru dan aku berkeliaran mencari ketiadaan,
Sebab saronen mewabah >>...

10

Tertatih

Remuk setengah jiwa ini
Dihempas sikap dinginmu yang menyeruak
Dikau lari bawa sobekan memar di hati
Dan aku masih merayapi bola matamu yang membelalak

Tatapku kosong >>...

0

Bengis Rindu

Seiring atma terasa gelabah,
Kini rindu kian berirama
Mengharapkanmu raga ini terus terdayuh
Yang setia berangan sebagai derana

Detik terus berdetak
Perasaan yang kini bersemarak
Janjimu >>...

9

Senja Yang Berpaling

“Jangan lupa Bahagia,” katamu di suatu waktu.
” Ah, aku sudah bahagia” sahutku saat itu,
Jaga hati

Lalu segaris purnama kau tumpahkan dalam senyummu

Bagaimana mungkin aku >>...

0

Rindu yang Menyerah

Selaksa gemintang yang beratap cakrawala
Ambu-ambu romansa kerinduan terpapar mala
Sisa tawamu masih terdengar
Di tengah jiwa yang menggigil sebab kerinduan

Jalan pulangku menghitam
Basah oleh >>...

8

Daftar Puisi Patah Hati Terbaik

Jika dalam 89 daftar ini tidak memuaskan kalian, silahkan telusuri kumpulan Puisi Pahlawan yang telah kami susun. Jika kalian mencari contoh puisi untuk tugas sekolah atau sebagai referensi tugas kuliah, mungkin daftar Puisi Putus Cinta cocok.

Sebagai wujud apresiasi kami terhadap para kontributor, setiap kiriman puisi Patah Hati (termasuk puisi karya Adila Firdausi diatas) akan kami rapikan, termasuk jika ada typo. Hal ini guna menjaga kredibilitas karya, selain itu kami juga memberi kebebasan pembaca untuk menilai. Kami mengajak para pembaca juga ikut mengapresiasi dengan memberikan nilai pada fitur rating, ada 10 bintang pada masing-masing karya (silahkan cek di "Rindu yang Menyerah" diatas). Ini bertujuan untuk menentukan peringkat pada kategori puisi Patah Hati terbaik.

Pemaknaan Puisi Patah Hati Dari Kontributor

Pemaknaan atau intepretasi pada sebuah literatur sangat penting, misal karya berjudul "Rindu yang Menyerah" yang telah disusun rapi hingga jadi Puisi 4 Bait oleh Adila Firdausi mampu membuat kami mengerti apa arti Patah Hati baginya. Sehingga pesan sesungguhnya dari sebuah karya tersampaikan dengan baik.

Menurut kami feedback dari pembaca puisi Patah Hati lain sangat penting, bagi para penulis. Inilah yang mendasari kami untuk mencantumkan kolom komentar sebagai sarana para pembaca memberikan saran atau pemahaman yang membangun. Kritik dan saran itu penting, sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan sopan. Diniatkan untuk memberikan pendapat guna perkembangan dunia sastra indonesia.

Puisi Patah Hati menampung sebanyak-banyaknya tulisan. Memberi kesempatan para penulis berbakat diluar sana untuk bergabung dan berkembang bersama pembaca PuisiPendek.Net.

Menyerah

Disudut kota ini
Langit kembali memerah
Mengiringi gelap yg melangkah
Awan semakin kelabu
Sementara jiwa ini masih beradu

Bukan asumsi
Akupun tau ini semua tk pasti
>...

8

Terbenam

Terbenam..

Lebih dari cukup aku di godamu dengan warna yang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu

jingga yang kemerahan dengan senyum manis dari bibir tipismu >>...

8

Biru kelabu

Kini angin tidak berpihak kepadaku, biru kelabu sudah hari ini.

Tidak ada lagi nyanyian para malaikat sehabis hujan yang kudengar,
Hanya ada kicauan sendu 3 >>...

10

Menanti

Lihat,
Saat pintu telah terkunci
Lampu-lampu pun mati
Kau menyala sebagai satu yg ku rindukan

Malam ini aku kembali lagi
Kembali ke masa itu
Di >>...

10

Rindu di mimpi

Bulan pancarkan sinarnya
Menerangi jiwa-jiwa yang kosong
Dalam keheningan malam
Tertawan oleh rindu yang tak menentu
Kenangan itu terus menghantui
Tak kenal lelah terus mengikuti
>...

0

Puisi Patah Hati Pilihan

Ke-89 yang kami publikasikan sudah melalui tahapan pemilihan, dari sekian banyak karya yang masuk. Kami berharap para penulis lebih semangat dalam berkreatifitas seputar tema Patah Hati, Pahlawan, Putus Cinta atau tema yang lain. Bukan untuk kami, tapi untuk kalian (para penulis) sendiri. Kami tidak berharap semua karya puisi Patah Hati kalian bakal dikirimkan disini, karena kami sadar bahwa kami hanya mampu memberi fasilitas bukan reward.

Oleh karena itu perlu kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya untuk para penulis, yang telah mengirimkan puisi karya Indra Ayudya Dwi Prasetya dan bersedia disejajarkan dengan puisi Patah Hati pilihan lain. Kami telah sebutkan bahwa kami tidak bisa memberi royalti apapun. Karena persetujuan tidak tertulis tersebut disitus kami, maka Puisi 1 Bait berjudul "Rindu di mimpi" bisa kami publikasikan. Bukan karena kami tidak mau atau tidak menghargai, melainkan karena kami memang belum mampu terutama dari segi finansial. Semua alokasi dana iklan adalah untuk membuat website ini terus berjalan, bahkan kami sering tidak mendapat upah apapun dari waktu dan tenaga yang kita berikan.

Karya Puisi Tentang Patah Hati

Memberi adalah hal yang baik bagi kita, karena memang jauh lebih mulia dari meminta. Termasuk juga dalam bentuk Puisi Tentang Patah Hati ini. Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, kenapa sih memberi berupa puisi? Karena melalui puisi yang dibikin dari hati, baik itu tentang Pahlawan, Putus Cinta atau yang lain, nyampainya di hati pula. Seperti puisi Patah Hati berjudul "Rindu di mimpi" diatas, yang menurut kami cukup memberi kesan, pesan yang disampaikan oleh Indra Ayudya Dwi Prasetya pada siapa saja yang membaca. Kesan inilah yang diharapkan mampu menggugah perasaan terdalam dan makna dibalik puisi Patah Hati para pembaca.

Cinta itu sunyi

Pagi ini, ketika matahari mulai meninggi dan lembah dingin mulai menjadi ramah aku kembali.

Turunlah duduk disampingku jangan kau sungkan, aku kini bukan musuhmu lagi.

Ini >>...

9

Sampan usang

Telah ku cabut jangkar luka yang sudah terlalu lama membusuk
Bersiap meninggalkan rumah yang tidak lagi senyaman dahulu

Kubentangkan layar-layar harapan lalu di tiup pasrah >>...

10

Sebilah cinta

Indah alunan nada menyerkam jiwa
Tentang rasa yang dulu sempat terkubur
Kini kembali mengisi hati
Menjamah seluruh sukmaku

Sekian lama berada dalam kehampaan
Termenung dalam >>...

10

Tentang Lupa

ajari aku tentang lupa
agar aku bisa mencari bahagia
karna ingat akan luka
membuatku semakin tak berdaya

ajari aku tentang lupa
agar aku bisa belajar dewasa
>...

5

Oktober di Bukit

Pada bukit kami merangkak tanya
Tentang persoalan yang terus mengeras
Melihat tanda sapa menegur
Merenggut setiap tanya

Tanyaku adalah janjiku
Yang kini tertidur melampaui usiamu
Bukan >>...

0

Puisi Untuk Patah Hati

Patah Hati telah memberi kita warna dalam hidup. Sehingga sudah selayaknya bagi kita untuk menggali esensi dari keberadaannya. Salah satu penulis yang mampu adalah Onsi GN, dia mampu mengemas dalam rangkaian bait dan diksi. Kedalaman makna yang ada di dalam puisi Patah Hati berjudul "Oktober di Bukit" mampu memberi pesan pembaca untuk hubungannya dengan Patah Hati.

Mungkin akan mudah membuat esai untuk menggambarkan tema ini, namun jika sampai pada bentuk puisi Patah Hati, kalian akan menghadapi banyak tantangan. Kalau bisa kami jabarkan, tantangan membuat Puisi untuk Patah Hati adalah, meringkas semua menjadi beberapa kalimat saja, mencari kiasan yang cocok, memilih diksi yang tepat, menyusunnya agar mudah dipahami pembaca, dan lain sebagainya.

Diksi Membuat Puisi Patah Hati

Puisi Pendek berisi juga kumpulan puisi Patah Hati singkat, ada juga tentang Pahlawan, puisi untuk Putus Cinta, dll, yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah 3 Bait Puisi berjudul "Oktober di Bukit", makna didalamnya mungkin sama dengan apa yang kita rasakan. Namun demikian bukan berarti mudah untuk membuatnya, dibutuhkan kejelian memilih dan memilah diksi, seperti dicontohkan Onsi GN.

Bait pendek dan singkat jadi tantangan tersendiri dalam membuat sebuah karya, dibutuhkan imajinasi. Namun seringkali imajinasi terjebak dalam diksi dan abstrak untuk dituliskan secara singkat. 89 Puisi Patah Hati yang kami berikan diharap mampu menjadi pendorong lahirnya sastrawan. Pujangga dan penyair-penyair baru yang mewarnai kekayaan dunia seni serta mampu memberi inspirasi. Melalui sajak dan bait.

Terhenti

Ada tawa yang sudah terhenti
Ada tangis yang sudah tertati
Seribu rautan wajah membuka arti
Kini aku tersadar itu bukan bukti

Aku coba untuk melangkah
Aku >>...

6

Iklim Jiwa

Dua musimku hanyalah sepi,
Hujan yang membasahi hati dan
Panas yang mengeringkan tangis

10

Andam Karam

Di sudut kota menunggumu
Wahai penikmat angka
Kuhitung barisan mobil tua
Tidak sepandai saat dikau menghitungnya

Di sudut kota bersamamu
Sekarang terasa senyap
Tak dapat diriku >>...

0

Sesal yang indah

Bukanlah tiada perasaan malu yang hadir
Tiada pula rasa kesal dan sesal
Karena semua hadir tanpa kehendak yang disengaja

Namun,
Jika semua harus berakhir
Janganlah berakhir >>...

0

Penggolongan Puisi Patah Hati diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Putus Cinta kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi, para penulis bisa memilih beberapa kategori. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Pahlawan ini sebagai kategori, masih bisa memilih yang lain meski sedikit berhubungan.