Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Gerimis Tua

Pada

Kepada gerimis
Yang turun dengan sabar
Meski umurmu tua
Kau bahkan lebih tua
Dari bangunan yang kini rapuh

Kepada gerimis
Pernahkah kau mengeluh ?
Ribuan orang, atau hanya segelintir
Tak menginginkan kau hadir
Menganggapmu penyusup ketenangan

Kepada gerimis
Ritmemu memang indah
Menimbulkan riuh sederhana
Selaras dengan gerakan daun
Yang kau jatuhi butir-butir air

Kau tau gerimis ?
Tanah memang sakit
Saat kau lubangi berkali-kali
Tapi ia tak pernah melaknat
Atau mengutuknya menjadi salju

Kepada gerimis
Yang selalu datang bersama mendung
Tanpa kilatan gesit
Yang pergi tanpa permisi
Tapi meninggalkan sebuah kenangan
Pada lubang genangan

Riwayatmu dalam hujan
Selalu tersimpan rapi
Sebelum rintik kecil
Sampai menjadi gerimis tua

Semarang, 16 November 2017

Nilai
3
6 Penilai

Puisi tentang Alam - Puisi Alam merupakan kumpulan puisi tentang keindahan alam. Semua orang pasti dapat menikmati berbagai keindahan alam semesta dengan caranya masing-masing, sebagai contoh menikmati pegunungan, sawah ladang, pantai, hutan, sabana, padang rumput bahkan alam yang paling tandus seperti gurun. Bumi dengan segala isinya merupakan keindahan luar biasa dari Sang Pencipta, agar senantiasa kita syukuri. Lewat Puisi tentang Alam, kami kagumi seluruh semesta ciptaan-Nya lewat bait-bait kata.


Selain Gambar Puisi Gerimis Tua

Sebutir Debu
Pada Suatu Hari Nanti
Tangan Tak Bertanggung Jawab

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul Balada Cinta Dari Pulau kiriman dari Rhido Sahputra Azhari. Selanjutnya silahkan simak puisi Alam berjudul Antara Langit Dan Rindu kiriman dari Ilham Rifansyah dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu Ilham Rifansyah, Ulfa Khoirunnisa, Rhido Sahputra Azhari atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.