Puisi

Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Alam dibawah. Atau ke Daftar Isi.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Puisi Alam Tentang Keindahan Pegunungan Lautan ~ Bergambar

Puisi Alam merupakan kumpulan puisi tentang keindahan alam. Semua orang pasti dapat menikmati berbagai keindahan alam semesta dengan caranya masing-masing, sebagai contoh menikmati pegunungan, sawah ladang, pantai, hutan, sabana, padang rumput bahkan alam yang paling tandus seperti gurun. Bumi dengan segala isinya merupakan keindahan luar biasa dari Sang Pencipta, agar senantiasa kita syukuri. Lewat Puisi tentang Alam, kami kagumi seluruh semesta ciptaan-Nya lewat bait-bait kata.

Puisi Alam Bergambar

Puisi Alam
Puisi Alam bergambar diatas berjudul Lima Senja di Tanah Nirwana karya Wahyu Eka Nurisdiyanto

Daftar Isi :
  1. Intro Puisi Alam
  2. Judul Puisi:
    1. Lima Senja di Tanah Nirwana
    2. pantai
    3. Kuduga lautmu tuhan
    4. BULAN DAN MATAHARI
    5. Tangan Tak Bertanggung Jawab
    6. Bukit
    7. Putri Purnama
    8. Dari Bentangan Langit
    9. Pada Suatu Hari Nanti
    10. Air Keras
    11. Akhir Cahaya
    12. Sebutir Debu
    13. Tangisan Malam
    14. Minggu pagi
  3. Daftar Kategori Puisi
  4. Subscribe Puisi Alam
  5. Media Sosial Kami
  6. Link

Kumpulan Puisi Alam Hingga 2019

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok baca puisi Alam dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi Alam yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2019.

pantai

ditepi pantai
kupejamkan mata
lelah tak tau harus berbuat apa

tergeletak dihamparan pasir
dihiasi dengan ribuan sampah yg tersebar
hanya bisa terdiam
dan hanya bisa merenung

cemara yg tertata rapi
kini barantakan tak terawat
ilalang dan rumput liarpun menertawakanku,mencaciku yg hanya berdiam diri

hembusan angin yg dulu sejuk
kini samar ku rasakan..
ingin kubelai dan kunikmati
namun angin >>...

~ 0.9 ~

Kuduga lautmu tuhan

Semilir di hilir
Bertongkah arus keras mengalir
Derasnya sama dan kemas
Kerap dan malar selalu mengusir
Lalu bagaimana hendak kutulis
Seribu garit yang terguris
Sekadar calar
Perit di lengan dan betis

Ombak menunduk
Mematah bongkak leher berlekuk
Tika baru terkejar laut yang lepas
Katanya
“Jangan disia setitik pengalaman
  Tiap masin itu peluhmu”
Muara dewasa pun >>...

~ 4.8 ~

BULAN DAN MATAHARI

siang ,
sering mengingatkan aku kepada matahari
Manakala malam,
>>...

~ 1.1 ~

Tangan Tak Bertanggung Jawab

Hancur segalanya
Akibat yang sederhana
Namun berat nan besar
Terlihat biasa namun menghancurkan
Udara yang segar
Kini tak terhirup kembali
Burung yang sering berkicau
Kini tak tampakkan keelokkannya lagi
Api membara
Terus membakar
Khalayak rayap pemusnah
Harapan yang musnah
Ribuan orang penuh kesedihan
Tangis menyayat hati
Kesengsaraan bertubi – tubi
Bagai beban diatas gunung
Yang >>...

~ 2 ~

Bukit

Ia duduk bersimpuh di atas bukit
Memandangi sekitar, dari luasnya savana
Ia rebahkan badannya, diatas rumput-rumput
Hingga tak terlihat oleh ilalang yang menjulang

Ia terpejam,
Oleh hembusan angin
Matahari yang bersinar muram
Dan siulan burung-burung di atas dahan
Ia benar-benar terpejam
Ketika alam telah menina bobokkan

~ 1.2 ~

Daftar Puisi Alam Terbaik

Jika dalam 14 daftar ini tidak memuaskan kalian, silahkan telusuri kumpulan Puisi Valentine yang telah kami susun. Jika kalian mencari contoh puisi untuk tugas sekolah atau sebagai referensi tugas kuliah, mungkin daftar Puisi Anak cocok.

Sebagai wujud apresiasi kami terhadap para kontributor, setiap kiriman puisi Alam (termasuk kiriman sdr Danny Faldy diatas) tidak kami rubah, sekalipun jika ada typo. Hal ini guna menjaga originalitas karya, selain itu kami juga memberi kebebasan pembaca untuk menilai. Kami mengajak para pembaca juga ikut mengapresiasi dengan memberikan fitur rating, ada 10 bintang pada masing-masing karya (silahkan cek di "Bukit" diatas). Ini bertujuan untuk menentukan peringkat pada kategori puisi Alam terbaik.

Pemaknaan Puisi Alam Dari Kontributor

Pemaknaan atau intepretasi pada sebuah literatur sangat penting, misal karya berjudul "Bukit" yang telah disusun rapi hingga jadi Puisi 2 Bait oleh Danny Faldy mampu membuat kami mengerti apa arti Alam baginya. Sehingga pesan sesungguhnya dari sebuah karya tersampaikan dengan baik.

Menurut kami feedback dari pembaca puisi Alam lain sangat penting, bagi para penulis. Inilah yang mendasari kami untuk mencantumkan kolom komentar sebagai sarana para pembaca memberikan saran atau pemahaman yang membangun. Kritik dan saran itu penting, sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan sopan. Diniatkan untuk memberi masukan guna perkembangan kontributor sendiri.

Puisi Alam menampung sebanyak-banyaknya tulisan. Memberi kesempatan para penulis berbakat diluar sana untuk bergabung dan berkembang bersama pembaca PuisiPendek.Net.

Putri Purnama

Taukah kamu lamanya kumenunggu,
Suburnya mimpi ditanah haru,
Dengan terang cinta dipadang savana,
Cahaya temaram darimu putri purnama.

Adakah rasa jemu ku menanti,
Dari luar biasanya saling menyayangi.
Putri purnama telah sudi,
Menari bersamaku malam ini.

Giras 49

~ 0 ~

Dari Bentangan Langit

Dari bentangan langit yang semu
Ia, kemarau itu, datang kepadamu
Tumbuh perlahan. Berhembus amat panjang
Menyapu lautan. Mengekal tanah berbongkahan
menyapu hutan !
Mengekal tanah berbongkahan !
datang kepadamu, Ia, kemarau itu
dari Tuhan, yang senantiasa diam
dari tangan-Nya. Dari Tangan yang dingin dan tak menyapa
yang senyap. Yang tak menoleh barang sekejap.

Karya :Emha >>...

~ 0 ~

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti,
Jasadku tak akan ada lagi,
Tapi dalam bait-bait sajak ini,
Kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi di antara larik-larik sajak ini.

Kau akan tetap kusiasati,
Pada suatu hari nanti,
Impianku pun tak dikenal lagi,
Namun di sela-sela huruf sajak ini,
Kau tak akan letih-letihnya kucari.

Karya >>...

~ 0 ~

Air Keras

Seperti air biasa,,
Namun mahal harganya,,
Hingga aku pun dibuatnya bertanya-tanya,,
Apa kelebihanya?? Apa enaknya??
Hingga yang lain pun mulai membeli,,
Mencari,, hingga dapat,,
Setelah dapat,,dan meminumnya,,
Menikmati,, seperti pecinta alam sedang dipuncak gunung,,
Lalu hampa,,terbuang sia-sia,,
Tak sadar dan habis

~ 0 ~

Akhir Cahaya

Seakan dunia sedang tertawa
tergelitik oleh tingkah manusia
sujud punya makna jumawa
zalim kian lazim dan biasa

Maka bumi berguncang manasuka
setelah adil berdiri, cahayanya mati terlindas dusta
Tepat saat itu terjadi,
hari berhenti lalu menyucikan diri

~ 5 ~

Puisi Alam Pilihan

Ke-14 yang kami publikasikan sudah melalui tahapan pemilihan, dari sekian banyak karya yang masuk. Kami berharap para penulis lebih semangat dalam berkreatifitas seputar tema Alam, Valentine, Anak atau tema yang lain. Bukan untuk kami, tapi untuk kalian (para penulis) sendiri. Kami tidak berharap semua karya puisi Alam kalian bakal dikirimkan disini, karena kami sadar bahwa kami hanya mampu memberi fasilitas bukan reward.

Oleh karena itu perlu kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya untuk para penulis termasuk saudara Denza Perdana, yang telah mengirimkan karya dan bersedia disejajarkan dengan puisi Alam pilihan lain. Kami telah sebutkan bahwa kami tidak bisa memberi royalti apapun. Karena persetujuan tidak tertulis tersebut disitus kami, maka Puisi 2 Bait berjudul "Akhir Cahaya" bisa kami publikasikan. Bukan karena kami tidak mau atau tidak menghargai, melainkan karena kami memang belum mampu terutama dari segi finansial. Semua alokasi dana iklan adalah untuk membuat website ini terus berjalan, bahkan kami sering tidak mendapat upah apapun dari waktu dan tenaga yang kita berikan.

Karya Puisi Tentang Alam

Memberi adalah hal yang baik bagi kita, karena memang jauh lebih mulia dari meminta. Termasuk juga dalam bentuk Puisi Tentang Alam ini. Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, kenapa sih memberi berupa puisi? Karena melalui puisi yang dibikin dari hati, baik itu tentang Valentine, Anak atau yang lain, nyampainya di hati pula. Seperti puisi Alam berjudul "Akhir Cahaya" diatas, yang menurut kami cukup memberi kesan, pesan yang disampaikan oleh Denza Perdana pada siapa saja yang membaca. Kesan inilah yang diharapkan mampu menggugah perasaan terdalam dan makna dibalik puisi Alam para pembaca.

Sebutir Debu

Aku hanya sebutir debu yang memburamkan kilau
tak pantas berada diatas suci
tak bisa menghindar
saat angin hembuskan aku untukmu, lalu terbang

Aq hanya kecewa bagai hampa mengharap udara,
atau debu ditengah gersang
mengharap hujan
hentikan angin membawaku terbang

Oleh: Florizty Anshori, 13 Februari 2014

~ 0.5 ~

Tangisan Malam

Dibawah salah satu sisi langit,
Aku terduduk diantara cahaya bulan dan lampu taman.
Berharap suatu keajaiban kan datang padaku,
Membawa serta alunan sendu dari hati.

Diantara pohon yang menari
Dan diantara para jangkrik penyanyi.
Aku masih menatap langit dengan penuh harap,
Sebuah bintang akan jatuh di hadapanku.

Oleh: Ellena Crysantha, 15 November 2013

~ 0 ~

Minggu pagi

Kapan kali terakhir kita merasakan mata yang memandangi sibuknya burung gereja,
hinggap diantara ruas pohon muda,
tarikan nafas lega sedalam dalamnya,
tak mendengar bunyi klakson dan getar motor menyala,
hanya bunyi ayam jantan dan burung gereja,
masihkah kita sempat menikmati dingin dan malasnya minggu pagi,
Mungkin disaat inilah, kebaikan, kejujuran, rendah hati, keikhlasan, ke pasrahan, >>...

~ 0 ~

Penggolongan Puisi Alam diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Anak kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi tidak bisa memilih dua kategori sekaligus. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Valentine ini sebagai kategori, maka tidak bisa memilih yang lain.