Puisi Alam

Puisi Alam kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Puisi Alam Tentang Keindahan Pegunungan Lautan ~ Bergambar

Puisi Alam merupakan kumpulan puisi tentang keindahan alam. Semua orang pasti dapat menikmati berbagai keindahan alam semesta dengan caranya masing-masing.

Puisi Alam Bergambar

Puisi Alam

Puisi Alam bergambar diatas berjudul Alamku karya Yusrin

Sebagai contoh menikmati pegunungan, sawah ladang, pantai, hutan, sabana, padang rumput bahkan alam yang paling tandus seperti gurun.

Bumi dengan segala isinya merupakan keindahan luar biasa dari Sang Pencipta, agar senantiasa kita syukuri.

Lewat Puisi tentang Alam, kami kagumi seluruh semesta ciptaan-Nya lewat bait-bait kata.

Puisi Tentang Alam Pegunungan

Banyak sekali inspirasi diksi yang bisa kita dapatkan dengan hanya membayangkan suasana pegunungan saja.

Seperti ilalang, belukar, bukit, atau kata-kata sifat seperti terjal, curam, lebat.

Seharusnya tidak sulit menemukan inspirasi dari pemandangan alam pegunungan. Mengapa demikian? karena di hampir setiap kota di indonesia kita bisa melihat gunung.

puisi alam

puisi tentang keindahan alam Indonesia

Keindahan Alam Lautan

Sama seperti pegunungan, kita bisa membuat ratusan kata berkaitan dengan laut.

Dengan hanya membayangkan pantai saja kita bisa membuat puisi yang indah. Tidak hanya itu, sebagian wilayah indonesia adalah lautan sehingga dari kecil sudah terbiasa melihat hamparan biru samudera.

Alam bawah sadar kita sudah mampu dengan cepat menemukan diksi-diksi tentang lautan.

Puisi Tentang Kekayaan Alam Indonesia

Kekayaan alam indonesia dari sabang sampai merauke menjadi ladang yang luas untuk diksi puisi.

Hutan yang demikian luas dan menyebar, iklim tropis dengan beberapa musim. Bahkan musim ini juga bisa menjadi puisi alam, misalnya tentang hujan, musim kemarau, musim semi.

Kumpulan Puisi Alam Hingga 2020

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok baca puisi Alam dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi Alam yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2020.

Senja yang ku nanti

Ketika mentari perlahan menghilang
Meninggalkan sepucuk pintanya
Kulihat dari kejauhan
Seberkas cahaya mulai muncul

Senja tak pernah ingkar akan janjinya
Kesepakatan untuk pergi dan akan kembali untuk esok
Ku ukir sekilas senyum
Menunggu langit nan indah itu

Suara gemuruh daun mengikuti lantunan irama angin
Indah…
Satu kata yang tak pernah hilang
Hadirnya menghayutkan sendu di hari

0

Buddhayah

Rentan!
Generasiku sedang tak berdaya Kembali terjajah, tak lagi jaya Identitasku dalam bahaya.
Tapi aku Milenial!
Tak sudi dibilang kolot Semuanya pasti ku jajal
Agar padaku matamu tersorot.
Peduli Setan!
Kepada tren, hamba mendamba Mohon tuan jangan cerca
Hanya ingin pengakuan jagat maya. …….
Namun!
Kapan ini berakhir ?
Semua berjalan tak seimbang Ada buddhayah >>...

10

Bayang Sunyi, Rindu Bisu

Hujan menabur kesunyian malam ini
Jemari menari menderas pada getar kata
Kotori lembaran kertas nan putih
Tak kala lirih ia mengikuti perasaan.
Katamu ini akan sebentar saja ?
Tak lebih lama dari tuhan pertemukan kita.
Tapi aku sudah bosan melahap rindu
Melayani bayang mu yang kerap bertamu.
Secangkir kopi kesukaan mu ku suguhkan
Sembari habiskan >>...

10

Terbenam

Terbenam..

Lebih dari cukup aku di godamu dengan warna yang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu

jingga yang kemerahan dengan senyum manis dari bibir tipismu

yang mungkin aku mulai merindukannya

biarkan aku yang mendekatimu kali ini saja

tidak perlu sedekat nadi dan aku pun menyadarinya

hanya ingin sedekat ini
untuk bisa melihat jelas bayanganku dimata coklatmu

sampai matahari benar-benar >>...

8

Lampaui

Resah tak beraturan seluruh perasaan,

hilang logika berfikir untuk menyikapi

Melawan setiap ribuan sudut pandang, berpegang hanya pada kacamata sendiri

Ribuan pedang terhunus kepadaku dan ribuan kali aku mencabutnya

Tidak ada rasa sakit hanya jiwa yang memanggil untuk bangkit.

Bergerak melawan waktu, mencari makna akan arti hidup

Berlari diantara detik demi detik kehidupan, terus meraba dan menggali potensi diri

Menghancurkan setiap >>...

0

Daftar Puisi Alam Terbaik

Jika dalam 43 daftar ini tidak memuaskan kalian, silahkan telusuri kumpulan Puisi Valentine yang telah kami susun. Jika kalian mencari contoh puisi untuk tugas sekolah atau sebagai referensi tugas kuliah, mungkin daftar Puisi Anak cocok.

Sebagai wujud apresiasi kami terhadap para kontributor, setiap kiriman puisi Alam (termasuk puisi karya Fiqryghifary diatas) akan kami rapikan, termasuk jika ada typo. Hal ini guna menjaga kredibilitas karya, selain itu kami juga memberi kebebasan pembaca untuk menilai. Kami mengajak para pembaca juga ikut mengapresiasi dengan memberikan nilai pada fitur rating, ada 10 bintang pada masing-masing karya (silahkan cek di "Lampaui" diatas). Ini bertujuan untuk menentukan peringkat pada kategori puisi Alam terbaik.

Pemaknaan Puisi Alam Dari Kontributor

Pemaknaan atau intepretasi pada sebuah literatur sangat penting, misal karya berjudul "Lampaui" yang telah disusun rapi hingga jadi Puisi 12 Bait oleh Fiqryghifary mampu membuat kami mengerti apa arti Alam baginya. Sehingga pesan sesungguhnya dari sebuah karya tersampaikan dengan baik.

Menurut kami feedback dari pembaca puisi Alam lain sangat penting, bagi para penulis. Inilah yang mendasari kami untuk mencantumkan kolom komentar sebagai sarana para pembaca memberikan saran atau pemahaman yang membangun. Kritik dan saran itu penting, sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan sopan. Diniatkan untuk memberikan pendapat guna perkembangan dunia sastra indonesia.

Puisi Alam menampung sebanyak-banyaknya tulisan. Memberi kesempatan para penulis berbakat diluar sana untuk bergabung dan berkembang bersama pembaca PuisiPendek.Net.

Negeri Pertiwi

Negeriku negeri yang besar
Disusu, ditimang sang ibu pertiwi
Negeri berjuluk gemah ripah lohjinawi
Hingga tuai decak kagum mata dunia.
Namun ibu pertiwi kini dirundung duka
Kian banyak insan lupa dengan budaya
Lengah, hingga harta dicuri tetangga
Seolah tak lagi tajam mata sang garuda.
Ku lihat makin hari budaya makin terkikis
Terkikis oleh deburan keegoisan
>...

10

Semayam Rembulan

Hai payoda di ujung sana;
Engkau tempat anggasta adicandra;
Cahya nya laksana kurantaka;
Keindahannya adwitiya;
Hingga dakara;
Sarwendah;
Laksana kama puraka;

10

Biru kelabu

Kini angin tidak berpihak kepadaku, biru kelabu sudah hari ini.

Tidak ada lagi nyanyian para malaikat sehabis hujan yang kudengar,
Hanya ada kicauan sendu 3 burung kenari di ranting oak yang perlahan menghilang.

Coba ku putar kembali gulungan hitam yang ada dikepalaku,
Tentang cerita awal kau datang disaat badai menghancurkan kisahku.

Kau berdongeng tentang >>...

10

Senja Yang Sirna

Di dalam lubuk hatiku
Ku duduk sembari termangu
Mengartikan segores warna kelabu
Di langit yang tak lagi membiru

Saat sore yang akan dijemput senja
Burung burung kembali pulang ke sarangnya
Indahnya ragam karya sang pencipta
Disaat langit cerah berganti warna

Kini malampun telah datang
Ditemani bintang yang bersinar terang
Selembar daun melesat terbang
Tersapu oleh >>...

0

Hai manisku

Hai manisku..

Pagi ini aku terbangun dibelaian lembut kabut tebal yang turun dari puncak gunung itu.

Apa kabar dirimu sayangku?

Apakah kau merasakan rindu yang perlahan menusuk kedalam sumsum tulang belakang seperti dinginnya pagi hari ini yang kurasakan?

Bisakah kau datang sejenak memberikanku sentuhan hangat meskipun itu hanya ilusiku semata?

Manisku kemarilah aku ingin berdansa mesra >>...

9

Puisi Alam Pilihan

Ke-43 yang kami publikasikan sudah melalui tahapan pemilihan, dari sekian banyak karya yang masuk. Kami berharap para penulis lebih semangat dalam berkreatifitas seputar tema Alam, Valentine, Anak atau tema yang lain. Bukan untuk kami, tapi untuk kalian (para penulis) sendiri. Kami tidak berharap semua karya puisi Alam kalian bakal dikirimkan disini, karena kami sadar bahwa kami hanya mampu memberi fasilitas bukan reward.

Oleh karena itu perlu kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya untuk para penulis, yang telah mengirimkan puisi karya Fiqryghifary dan bersedia disejajarkan dengan puisi Alam pilihan lain. Kami telah sebutkan bahwa kami tidak bisa memberi royalti apapun. Karena persetujuan tidak tertulis tersebut disitus kami, maka Puisi 7 Bait berjudul "Hai manisku" bisa kami publikasikan. Bukan karena kami tidak mau atau tidak menghargai, melainkan karena kami memang belum mampu terutama dari segi finansial. Semua alokasi dana iklan adalah untuk membuat website ini terus berjalan, bahkan kami sering tidak mendapat upah apapun dari waktu dan tenaga yang kita berikan.

Karya Puisi Tentang Alam

Memberi adalah hal yang baik bagi kita, karena memang jauh lebih mulia dari meminta. Termasuk juga dalam bentuk Puisi Tentang Alam ini. Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, kenapa sih memberi berupa puisi? Karena melalui puisi yang dibikin dari hati, baik itu tentang Valentine, Anak atau yang lain, nyampainya di hati pula. Seperti puisi Alam berjudul "Hai manisku" diatas, yang menurut kami cukup memberi kesan, pesan yang disampaikan oleh Fiqryghifary pada siapa saja yang membaca. Kesan inilah yang diharapkan mampu menggugah perasaan terdalam dan makna dibalik puisi Alam para pembaca.

Kabut bisu suryakencana

Melangkahlah penuh kepastian berlarilah meninggalkan kesendirian.

Bersama derap langkah mereka yang berani bangkit melawan keterpurukan.

Melangkahlah biarpun hari ini tidak secerah kemarin,
Bergeraklah hingga mentari merasa malu dengan ambisimu.

Menyatulah sejenak dengan alam dan pemilik semesta hari ini.

Biarlah Langit hari ini muram, pertanda hujan memaksa turun dimusim peralihan.

Namun bila Kabut bisu suryakencana mulai >>...

10

Cinta itu sunyi

Pagi ini, ketika matahari mulai meninggi dan lembah dingin mulai menjadi ramah aku kembali.

Turunlah duduk disampingku jangan kau sungkan, aku kini bukan musuhmu lagi.

Ini sudah ku siapkan secangkir hangat rindu yang bisa kita nikmati berdua.
Sembari ku benahi rambut cantikmu yang di goda oleh angin.

Jangan menunduk, aku bosan hanya melihat pipimu yang basah daritadi. >>...

10

Sampan usang

Telah ku cabut jangkar luka yang sudah terlalu lama membusuk
Bersiap meninggalkan rumah yang tidak lagi senyaman dahulu

Kubentangkan layar-layar harapan lalu di tiup pasrah oleh angin timur
Memaksa untuk kembali menuju samudera

Riuh rendah ombak menari-nari
Sampan usang terombang-ambing

Sempat ku berlindung di balik karang
Di hempas badai dari utara
Kembali ku dayung sisa mimpi yang >>...

10

Segenang Petang

matahari melorot sepinggang bukit
dan hujan jingga yang tiada habisnya mengguyur
menggelar banjir di sepanjang aspal selurus rumahmu
asap rokokkku asyik berenang renang
sedang aku tenggelam muram
kulirik spion motor tuaku
kuharap kita hanyut berdua

0

Pamit

Hey kemarilah sebentar aku ingin bermain denganmu berlarian memutari edelweis basah dipagi ini.
Temani aku setidaknya sebelum kabut itu datang dan menenggelamkanku lagi.

Aku ingin menghilang dengan atau tanpa dirimu,
Diantara dingin dan nyanyian bisu tempat ini.
Aku ingin berjalan menyusuri keabadian yang sunyi
Membawa kotak kecil penuh emosi yang tidak seorangpun tahu isi >>...

0

Puisi Untuk Alam

Alam telah memberi kita warna dalam hidup. Sehingga sudah selayaknya bagi kita untuk menggali esensi dari keberadaannya. Salah satu penulis yang mampu adalah Fiqryghifary , dia mampu mengemas dalam rangkaian bait dan diksi. Kedalaman makna yang ada di dalam puisi Alam berjudul "Pamit" mampu memberi pesan pembaca untuk hubungannya dengan Alam.

Mungkin akan mudah membuat esai untuk menggambarkan tema ini, namun jika sampai pada bentuk puisi Alam, kalian akan menghadapi banyak tantangan. Kalau bisa kami jabarkan, tantangan membuat Puisi untuk Alam adalah, meringkas semua menjadi beberapa kalimat saja, mencari kiasan yang cocok, memilih diksi yang tepat, menyusunnya agar mudah dipahami pembaca, dan lain sebagainya.

Diksi Membuat Puisi Alam

Puisi Pendek berisi juga kumpulan puisi Alam singkat, ada juga tentang Valentine, puisi untuk Anak, dll, yang lekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah 6 Bait Puisi berjudul "Pamit", makna didalamnya mungkin sama dengan apa yang kita rasakan. Namun demikian bukan berarti mudah untuk membuatnya, dibutuhkan kejelian memilih dan memilah diksi, seperti dicontohkan Fiqryghifary .

Bait pendek dan singkat jadi tantangan tersendiri dalam membuat sebuah karya, dibutuhkan imajinasi. Namun seringkali imajinasi terjebak dalam diksi dan abstrak untuk dituliskan secara singkat. 43 Puisi Alam yang kami berikan diharap mampu menjadi pendorong lahirnya sastrawan. Pujangga dan penyair-penyair baru yang mewarnai kekayaan dunia seni serta mampu memberi inspirasi. Melalui sajak dan bait.

Malam Kotor

Sisa lingkar obat nyamuk mewiridkan nubuat sepi nan dingin
Berlarik ke dusun tubuh tak terjangkau suara
Dijaga ujung pena tanpa nama
Asap melinting jejak hibrid dari suhu dan waktu
Dalam sekutu jarum merah
Yang berputar di palung dada
Mirip hialin tanpa sedikit beling
demi melebihi kaca paling putih

7

Luas dan Indah Alam

Kumenapak jejak tidak lah biasa
Bagai berada di surga sesungguhnya….
Andai perjalanan amat singkat
Akan aku jadikan sebagai pengingat….

Indah tak mampu kalian bendung
Karena mentari memaksa menyaksikan
Betapa luas dan tingginya hasil karyanya….

Luas tidak lah biasa
Untuk orang yang gemar merajut asa….
Menjelajah bagi petualang….
Bagi kami makhluk yang malang
Tuhan ciptakan siang dan malam
>...

0

SENJA

Angin berhembus dengan kencang
Menjadikan sejuknya hari
Dengan pemandangan nan indah
Ku berayukur dapat menikmatinya

Di senja ini ku berdoa
Di senja ini ku takjub
Di senja ini ku bersyukur
Di senja ini ku bahagia

Oh tuhan…..
Terima kasih ya tuhanku
Karena engkau memperbolehkan ku
Untuk melihat kebesaranmu

0

Senja

Begitu ku nikmati hari ini

Meskipun lelah teredam dalam diri

Setelah memetik bulir-bulir padi

Dan menikmati satu dua teguk kopi

Kutapaki jejak yang jarang

Ku saksikan ilalang bergoyang

Leluasa mata memandang

Keaslian desa yang masih terjaga

Sikap warga yang terbuka

Keramah – tamahan masih membudaya

Tetamu pun disambut bak seorang raja

Kulihat cakrawala yang menjuntai

Bersama dengan jingganya langit hari ini

Sinar mentari mulai meredupi

Bak >>...

2

Penggolongan Puisi Alam diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Anak kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi, para penulis bisa memilih beberapa kategori. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Valentine ini sebagai kategori, masih bisa memilih yang lain meski sedikit berhubungan.