MENU

Air Keras

©️ anonym

Seperti air biasa,,
Namun mahal harganya,,
Hingga aku pun dibuatnya bertanya-tanya,,
Apa kelebihanya?? Apa enaknya??
Hingga yang lain pun mulai membeli,,
Mencari,, hingga dapat,,
Setelah dapat,,dan meminumnya,,
Menikmati,, seperti pecinta alam sedang dipuncak gunung,,
Lalu hampa,,terbuang sia-sia,,
Tak sadar dan habis


https://www.puisipendek.net/air-keras

Puisi Tentang Air Keras 1 Bait 10 Baris Oleh anonym

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

0

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Air Keras

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul S.I.R.I.U.S kiriman Legiman Partowiryo.

S.I.R.I.U.S

S.I.R.I.U.S

menata pesona dalam kalutnya jiwa hanya akan membuat lungkrah jiwa itu seperti istana pasir yang tergerus ombak membadai. sungguh, tak sanggup aku mencari padanan yang terlampau membuyarkan dengan pasti, dengan >>…

Puisi Alam

Selanjutnya Puisi Alam berjudul TERIMAKASIH UNTUK SELENGKUNG SENYUM DI MALAM YANG HUJAN dari Legiman Partowiryo.

TERIMAKASIH UNTUK SELENGKUNG SENYUM  DI MALAM YANG HUJAN

TERIMAKASIH UNTUK SELENGKUNG SENYUM DI MALAM YANG HUJAN

saat sepi memenjara pikiranku dalam sunyi:
tiada ada kabar tuntaskan gundah layaknya dahaga abadi,
maka kutitipkan pada angin setitik harap
yang kuanggap mampu menyelimuti lelapmu

dan disini aku akan selalu mampu >>…

Terima kasih Legiman Partowiryo, anonym, Legiman Partowiryo atas kirimannya.

Puisi Kontemporer

Disebut apakah rima puisi Air Keras ( a a a a i t a g a s ) ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi 10 Baris Disini

Terkait Gambar Puisi Air Keras

Gerimis Tua

Kepada gerimis
Yang turun dengan sabar
Meski umurmu tua
Kau bahkan lebih tua
Dari bangunan yang kini rapuh

Kepada gerimis
Pernahkah kau mengeluh ?
Ribuan orang, atau hanya segelintir
Tak menginginkan >>…

pantai

ditepi pantai
kupejamkan mata
lelah tak tau harus berbuat apa

tergeletak dihamparan pasir
dihiasi dengan ribuan sampah yg tersebar
hanya bisa terdiam
dan hanya bisa merenung

cemara yg tertata rapi
kini barantakan >>…

Permataku yang hilang

Kepadamu pemilik debar dan berlaksa rasa..
Layaknya gelegar di siang terang..
Kehadiranmu dahulu yang datang temani sepiku..
Tawa sendu mu yang telah lama tak kudengar..
Masih ku ingat walau kian >>…