Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi 7 Bait dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kumpulan Puisi 7 Bait Terkeren dan Terbaik

Alogaritma Cerita

Kala kisah yang penuh candu dan tawa
Datang jadi rindu guna bersua
Mengingatkan asa yang pernah tercipta
Mengalahkan fakta dan logika

Tak ada berlakunya ahkam
Ini lebih,ini tentang perasaan
Dimana hujan sering dijadikan latar
Dan rintiknya sebagai perumpamaan

Menyayat namun nikmat
Kutipan dalam album kusam
Seolah datang sebagai gelombang
Tak kasat namun terasa

Kini ku sampai pada >>...

~ 0 ~

Gerimis Tua

Kepada gerimis
Yang turun dengan sabar
Meski umurmu tua
Kau bahkan lebih tua
Dari bangunan yang kini rapuh

Kepada gerimis
Pernahkah kau mengeluh ?
Ribuan orang, atau hanya segelintir
Tak menginginkan kau hadir
Menganggapmu penyusup ketenangan

Kepada gerimis
Ritmemu memang indah
Menimbulkan riuh sederhana
Selaras dengan gerakan daun
Yang kau jatuhi butir-butir air

Kau tau gerimis ?
Tanah >>...

~ 0 ~

Balada Cinta Dari Pulau

Kali ini aku nyatakan, aku jatuh cinta
“Ya, aku jatuh cinta…”
Saat jumpa pertama pada hari itu
Pesona mu membuat hati ini bertanya, apakah ini surga ?

Hamparan laut biru nan luas..
Terbentang sejauh biji mata memandang
Serta gemulai lambaian daun nyiur
Seakan sampaikan salam selamat datang

Tatkala aku bermanja dalam buaian mu
Perlahan ku hanyutkan segala >>...

~ 0 ~

Rindu, pena dan secarik kertas

Ku ambil pena dan mulai mengayunkannya
menarilah ia di atas secarik kertas dengan polosnya
Menirukan gerak tangan, menulis huruf merangkai kata

Dalam redup sekilas kutangkap bayang wajahmu
Bayang wajah yang tak mungkin bisa kusentuh saat ini
Karena jarak yang menjadi pemisah antara aku dan dia

Dari jarak ini aku sadari datangnya rasa rindu
Rindu yang telah lama >>...

~ 1.3 ~

Merajut Cinta

Dunia terasa indah bila aku bersamamu
Indahnya hidupku karena mencintaimu
Aku membutuhkan cinta sucimu
Karena cintamu membahagiakanku

Aku terpesona melihat kecantikanmu
Dalam fikiranku hanya ada namamu
Aku ingin selalu melihat senyummu
Ketika aku ada didekat dirimu

Hidupku terasa disorga bila disampingmu
Wajah jelitamu menebarkan pesona di hatiku
Membuatku semakin cinta dan sayang padamu
Aku akan selalu menemanimu >>...

~ 7 ~

Cinta Yang Tertempuh

Waktu kecil aku sering bermimpi,
Bersanding dengan titisan dewi atau seorang putri,
Bahkan kuyakin seseorang tercipta dari tulang rusuk sebelah kiri,
Bagian yang hilang dan akan kutemukan nanti.

Namun sayangnya hidup bukanlah dongeng peri,
Tak pernah terwujud hanya dengan imajinasi,
Sosok yang hanya sebatas ruang persepsi,
Cinta yang melambung sendiri lantas jatuh dan patah lagi.

Tapi…
Perjalanan >>...

~ 0 ~

ALIF

Bukan demi tegak berdiri kau
meneguk minuman berduri
tiang-tiang berjajar sepanjang waktu
menyerah pasrah menunjuk langit
kau bersemayam dalam tiap hendak-Nya

kau mengingatkanku pada Esa
yang tinggal menetap dalam jiwa
terhimpit ego yang kadang menyala
pada nyali penakut seorang kawula
di antara hingar bingar pasar duka

kau terbentuk dari ulfah kedekatan
dan ta’lif pembentukan,
denganmu Dia menta’lif >>...

~ 0 ~

Melepas Senja

Menilik sepohon tua dari balik bilik
Dedaunan berguguran
Menumpuk layaknya sampah yang membusuk
Dengan warna merah tua dari cahaya di penghujung senja
Yang hangat nya menusuk hingga tulang rusuk

Sulit rasanya ketika aku mengira
bahwa Waktu terus saja berlalu tanpa aku tahu apapun
Kecuali bayang bayang yang datang untuk menghilang

Duka nestapa memeluk hampa
yang kau tinggal >>...

~ 0 ~

IRAMA KEHIDUPAN

ku rangkai langkah hati seiring kerasnya dentuman nadi

ku gantungkan jiwa di pelukan hampa merangkai asa di kubangan dusta

walau terluka di sekujur asa tak ku menyerah di lingkaran masa

meski tak mungkin kutaklukkan seluruh tirani kan ku menangkan setitik asa dari sebuah cinta

 

 

 

~ 0 ~

Sepasang Hati

Sepasang Hati
Oleh: Leonardo Masus Turnip

Harus kemana hati ini berlabuh
Saat yang dituju enggan membuka hati
Harus kemana cinta ini kusemaikan
Saat yang diharap menutup hati

Mungkinkah perasaan akan selalu tertolak?
Mungkinkah cinta akan selalu dikandaskan?

Jangan hancurkan hati
Meski hati mampu mengobati dirinya sendiri
Jangan merapuhkan hati
Meski hati tau kemana akan melabuhkan diri

Beri ruang untuk >>...

~ 0 ~

Terima Kasih Ayah dan Ibu

Ibu
Sosok wanita ayu nan perkasa
Pengharum langkah menggapai asa
Bagai bintang yang bersinar
Menghiasi langit indah di malam hari

Ibu,
Kau kokoh sekuat benteng
Kau lembut sehalus sutra
Meski kau terluka dan tersiska
Selalu tersenyum menabur kasih dan sayang

Ibu,
Tempatku berkeluh kesah
Tempatku mengaduh kesakitan
Tempatku bersandar saat ku letih
Kau slalu ada di setiap >>...

~ 3 ~

ibu,ayah

TERIMA KASIH IBU AYAH

Ibuku,
Pengorbananmu sungguh suci,
Pengorbanan yang engkau beri,
Daripada hati yang murni ,
Yang ikhlas untuk kami.

Ibu,
Berbagai rintangan engkau hadapi,
Berbagai dugaan engkau tempuhi,
Tanpa mengelu walau sekali,
Engkaulah inspirasi kami.

Ibu,
Engkau tabah dalam menabur jasa,
Walau jasadmu terseksa,
Walau dirimu terluka,
Demi keluarga tercinta engkau rela.

Ibu,Ayah,
Kami mengangumi ketabahanmu,
Kami >>...

~ 0 ~

pantai

ditepi pantai
kupejamkan mata
lelah tak tau harus berbuat apa

tergeletak dihamparan pasir
dihiasi dengan ribuan sampah yg tersebar
hanya bisa terdiam
dan hanya bisa merenung

cemara yg tertata rapi
kini barantakan tak terawat
ilalang dan rumput liarpun menertawakanku,mencaciku yg hanya berdiam diri

hembusan angin yg dulu sejuk
kini samar ku rasakan..
ingin kubelai dan kunikmati
namun angin >>...

~ 0.9 ~

ratapan diri

dalam kesunyian malam
yang selalu menemaniku..

dalam kegundahan hati..
yang terikat dalam pedih.

aku terkekang oleh diriku
aku terjebak dalam kesenduan.
aju membisu di dalam kegelapan..
di temani heningnya malam
dengan kenestapa’an..

ingin ku gapai mimpi itu
mimpi yang tak pasti
mimpi yang menjebaku..
mimpi yang membuatku tertipu olehnya..
mimpi yang telah ku rajut,dengan kesusah payahan..

namun..
mengapa kau >>...

~ 3.8 ~

Aku Dan KetidakBerdayaanku

Aku dan ketidakberdayaanku
merasakan jauh darimu
nyatanya kau begitu dekat denganku

katakanlah sejujurnya kepadaku
apa yang ada dibenakmu
bukan hanya janji dan sumpah palsu

lihatlah aku dan ketidakberdayaanku ini
menanggung cinta sendiri

apakah hidupku hanya ada airmata?
apakah hanya ada airmata di hidupku?
hanya ada airmata dihidupku

apakah kehidupanku hanya cerita tentangmu?
apakah hanya cerita tentangmu yang ada dikehidupanku?
>...

~ 5 ~

Metamorfosis

Dimalam pekat kami terikat
Jatuh bersama sedu dan suka
Tertuang sari bunga di seloki perak
Terpanjat surat serta nubuat

Makhluk lemah lembek tak bertulang
Melata di sela sela semesta
Menggerakan kaki
Mengantukan jari
Menunggu cahaya
Hilang dalam terang

Tak perlulah kau tebang rimba
Hanya untuk ku kayu bakar
Tak pantas kau rajang makhluk
Hanya untuk >>...

~ 0 ~

Kuduga lautmu tuhan

Semilir di hilir
Bertongkah arus keras mengalir
Derasnya sama dan kemas
Kerap dan malar selalu mengusir
Lalu bagaimana hendak kutulis
Seribu garit yang terguris
Sekadar calar
Perit di lengan dan betis

Ombak menunduk
Mematah bongkak leher berlekuk
Tika baru terkejar laut yang lepas
Katanya
“Jangan disia setitik pengalaman
  Tiap masin itu peluhmu”
Muara dewasa pun >>...

~ 4.8 ~

Lagu di Kereta Sunyi

apa kabar lagu?

masihkah kau simpan kenangan
yang kutitipkan pada nada-nadamu,
yang kutanam pada bait-bait syairmu?

mainkan dirimu, sebab aku merindunya
jangan kau takut aku terluka
sebab ia yang mengajari untuk mengampuni
telah kuampuni

dengan pengampunan yang lebih besar
ketimbang amarah yang kuperam
yang kutenggelamkan dalam luka
manakala kulihat senyumnya menyapa

sebab dengan itu
tak sempit lagi malam-malamku
tak >>...

~ 0 ~

Sesalkah ini

Pengecut !!!
Ujarku dalam hati…
Karena aku berani mencintai tapi begitu takut akan kehilangan…

Dan sekarang musim makin susah untuk dieja,
Seperti rindu yang terkadang jenuh lantas diam” meraja…

Dan sepasang sepatu usang itu aku,
Yang tak lelah selalu mengejar bayangmu…

~ 0 ~

Selamat Tinggal Clara

Cukup aku mencintaimu saja dalam diam,
Lalu mematikan seluruh harap dalam dada,
Lantas sebait tanya mengusik benakku,

Pernahkah aku terlintas di pikiranmu saat kau tak rindu aku?

kau lihat jendela yang basah itu,
Manakah yang lebih tabah,
‘Hujan Bulan Juni’ tuan Sapardi,
Ataukah Hujan Rinduku yang membasahi sajak-sajak saat menuliskan tentangmu,

~ 0 ~