Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

DI HALAMAN MUSHOLA

©️ Galang Suhastra

Ada mega merah dadu di halaman mushola.
Bulan sipit mengernyit.
Anak-anak TPA mengayuh angin, mengejar Alif ba ta.

Ada mega merah dadu di halaman mushola.
Bulan jelalatan, matanya mengerling nakal.
Anak-anak TPA berlari riang, sebentar lagi petang datang.

Ada mega merah dadu di halaman mushola.
Adzan berkumandang.
Tepat saat setan duduk di sampingku, padahal aku usai berwudhu.

Gembongan, 2020


https://www.puisipendek.net/di-halaman-mushola
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang DI HALAMAN MUSHOLA

Contoh Puisi 4 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul (TANGGA OKTA) KAPRIKONUS kiriman Iqbal Muhammad Iqbal.

(TANGGA OKTA) KAPRIKONUS

Terlalu jauh jarak pandangmu akan mata hati
Di banding luas jagat Bima Sakti
Aku masih tersakiti
Menatap sedih dari jendela abu persegi
Menahan diri langkahkan kaki
Memilih menetap dikamar tengah >>…

Puisi Islami, Puisi Kehidupan

Selanjutnya Puisi Islami berjudul Selamat Malam Kawan dari Rimbapena.

Selamat Malam Kawan

Agar kau lebih percaya
bahwa aku memang bukan peniru, kukirimkan padamu sebungkus cerutu
dan salam dari si Guevara.

“Merokok kala senggang ialah sobat sejati bagi tentara yang kesepian,” katanya.

Ia >>…

Terima kasih Rimbapena, Galang Suhastra, Iqbal Muhammad Iqbal atas kirimannya.

Puisi Bebas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi DI HALAMAN MUSHOLA

Akhir
Akhir

Seperti ombak yang menghantam karang
Seperti api yang membakar hutan
Dunia terombang ambing Bagai lautan yang pasang

Pasti semua akan hancur berantakan
Kuyakin semua orang kebingungan
Takkan ada lagi kesempatan
Semua >>…

Yang Terbaik
Yang Terbaik

Aku bukan cerita
Aku bukan manusia
Bahagia hanya sebuah nama
Cinta adalah penguasa
Bila masih ada waktu
Ingin lagi aku bertemu
Mencari titik waktu dulu
Yang masih terhalang waktu

Dunia Itu Dirimu
Dunia Itu Dirimu

Bantu aku dari diri sendiri,
Apa yang diingini dan apa yang dilakukan,
Fitrah kembalikan aku pada ketundukan jiwa,
Dunia makin ditakuti,
Dunia itu adalah diri sendiri,
Ya Allah bantu aku,
>…