Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi 4 Bait dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kumpulan Puisi 4 Bait Terkeren dan Terbaik

Yang Dirahasiakan Maret

pukul dua belas malam tadi
februari pulang dengan langkah gontai
memberikan tempatnya untuk maret
yang pandai merahasiakan perihnya sendiri

februari yang lapang dada
pernah berada dalam mimpimu
yang memejamkan cemas
merebahkan kekhawatiran
februari juga pernah menjadi bentuk peluk atau basah cium yang menghangatkan dan melumasi kering sendirimu
memberi gema di waktu-waktu sepi
menggenapi ganjilnya denyut-denyut nadi

dengarkan >>...

~ 10 ~

Cinta adalah

Cinta adalah anugerah tapi cinta juga bisa menjadi musibah,,
Cinta bagaikan api kecil, yang slalu menghangatkan tapi cinta terkadang juga seperti api besar yg membakar segalanya,,

saat pertama kali cinta menghampiri, semuanya terasa manis. Saat waktu tlah berlalu cinta seperti makanan tanpa rasa, Hambar.

Cinta adalah rumah, rumah yang harusnya diisi banyak >>...

~ 2 ~

Hati yang tercabik

Tersentak,terbangunku dari lelapnya tidurku.
Peluh banjiri tubuh lelah ini, fikiran berkecamuk,desak ingatan akan mimpiku barusan.

Air mata pun tak dapat kubendung hati bagai tercabik cabik,luka begitu dalam,yang sedang kualami terbawa mimpi.

Dua mataku saksikan dirimu hanyut dalam pelukkanya,jiwa meronta tak berdaya,bibir bungkam tak dapat bicara,ingin kuhindari dan berlari tapi dua kaki tak mampu berdiri.

Pasrah pilihan terbaik,ikhlas adalah >>...

~ 3 ~

Rasa

Perlahan rasa lembut nan teduh mulai hadir dalam benakku
Seolah seperti gelombang yang berdebur secara perlahan menyapu halus kedalam hati.
Ya,perlahan namun pasti
Pasti untuk tetap bertahan dalam rasa cinta yang bimbang ini.
Harus ku akui
Ingin sekali rasa jumpa
Namun tak mungkin
Harus ku akui
Lemah rasanya
Jika rasa ini terus menerus hadir tanpa >>...

~ 8 ~

Sahabat Jiwa

datanglah sahabat jiwaku
dapatkah kau lihat mendung menyelimuti wajahku?
apakah kau tahu apa yang membuat hatiku bergemuruh?
lihatlah mataku
dan akan ku bagi ceritaku

datanglah sahabat jiwaku
ketika satu persatu jalinan kawan mulai menjauh
saat batinku merintih
jangan biarkan aku sendiri
disaat asa tiada tersisa lagi

datanglah sahabat jiwaku
pinjamkanlah aku bahumu
biar kubagi beban itu

datanglah sahabat >>...

~ 3.1 ~

Selamat Tinggal

aku tidak pernah mengikatmu
untuk selalu bersamaku
ketika kamu memang ingin pergi
aku persilahkan kamu untuk pergi tanpa kembali

apabila memang aku tidak seperti apa yang kamu harapkan
>>...

~ 2.8 ~

Rasa Halu

Kita adalah sepasang sepatu yang tak pernah berpisah
Hingga kini ku menyadari bahwa salah satu sepatu tersebut akan menghilang tak tau arah
Aku sangat takut sekali jika itu akan terjadi pada diri kita
Atau mungkin saja aku hanya dihantui oleh rasa halu yang membara

Setiap malam aku selalu bermimpi bahwa salah satu sepatu tersebut tak lama >>...

~ 0 ~

Menunggu Pulang

pulanglah sayang
hati yang mencintamu menunggumu
bagaimana harus kujelaskan rasanya terbelenggu rindu

jangan tersesat sayang
cinta akan membawamu pulang
tidaklah hatimu merasa sendirian
selalu ada rindu bersamamu

hari-hari tanpamu
separuh aku lepas
memburumu kian kemari
hingga negeri-negeri jauh
beri aku kabar indah dari bukit-bukit Luzern
atau burung-burung kota Milan yang menghampirimu
rindu kita akan terus bersanding
>...

~ 0 ~

Bingkisan untuk maharani

Tersapa kau yang ingin ku panggil senja
Cahaya jingga berseri merona
Hanya bisu tenangkan suasana

Kedap tak bersuara bibir tak kuasa berkata
Terpaku pada kilauan silaukan mata
Sejanak ku merasa mengapa??
Keluh lidah cipta nestapa
kala tatanan tak seirama

Merongrong tertahan ingin kumuntahkan
Kata cinta tak sempat ku sampaikan
Sebab masa tak beri kesempatan
Pada gema berpantulan >>...

~ 3 ~

siapa aku sebenarnya?

kala itu semua berubah
disaat yg tak diinginkan masuk
dan disitu pula aku merasa
aku bukan siapa siapa kalian

membalikan sebuah waktu
10 tahun silam aku sudah tidak mengenal siapa ibu
6 tahun lalu aku baru kenal siapa yg menafkahiku
sehingga raga meraasa sedikit tak bertuan

dari semua itu ketika beranjak usia dewasa
mereka seperti hilang
aku >>...

~ 10 ~

kau tlah bersamanya

Apa bila esok pagi
Kau terbangun,,
Lihat lah kaca jendelamu..

Ia kan basah…

Itu bukan embun pagi
yang turun dari
ARZY sana..

Tapi…
Itu adalah air mataku
yang tlah tumpah
Karena kau…
Telah bersamanya…

~ 0 ~

Syair untuk Bunda

Sepetik syair kunyanyikan
Padamu yang penuh kasih
Dengan nada penuh syukur
Atas tetesan kasihmu padaku

Kau hapus sedihku
Beriku tiap mimpi yang indah
Dengan doa
Kau ajarku berbudi

Namun apa daya kuberi bagimu
Bahkan, seribu bintang tak sanggup balas cintamu
Yang kuberi hanyalah
Tangis dan kecewa bagimu

Dengarkanlah syair ini
Hingga ku dapat ampundarimu
Hingga kudapat katakan
Ku >>...

~ 5 ~

Semalam, Hari Ini dan Esok

Untukmu Puteriku,
Siti Noratikah Ramle.

Semalam
Aku mencintaimu
Hari ini
Aku masih mencintaimu
Esok
Aku tetap mencintaimu
Sehingga kapan pun.

Aku adalah aku
Mencintaimu dari sejak mula
Aku tidak ingin mencintaimu hingga akhir hayat
Tapi aku akan mencintaimu selamanya
Sehingga kealam abadi.

Sampai bilapun
Aku adalah aku yang mencintaimu.

~ 0 ~

Cinta Dalam Diam

Entah harus darimana harus kumulai cerita ini
Kabut sunyi perlahan mulai merayap di hati

Aku yang mencintaimu dalam diam
Menahan rindu yang kian tak teredam

Ingin rasanya aku bertemu denganmu
Tapi, menyapamu saja aku tak mampu
Lalu, apa dayaku?
Bahkan anginpun membisu
Ketika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimu

Mungkin bagiku cukup Tuhan yang tahu
>...

~ 4.5 ~

Sepenggal Kisah

Kini sudah usai semua
Banyaknya kenangan yang tertinggal
Membuatku mengikuti jejaknya
Kau pergi semakin jauh
Semakin cepat ku mengejar
Meski aku tahu tak akan tercapai

Deru langit biru
Hujan datang dengan sendu
Tangisan langit pun turun
Seakan tuhan tahu kesedihanku
Seakan alam ikut sedih bersamaku

Aku masih berharap padamu
Dengan sepenggal kisah yang telah kita lewati
Dengan >>...

~ 4 ~

Percikan Bunga Api

Buat apa aku harus bermimpi sedangkan kau tiada lagi disisi
Mimpi indah yang bertukar ngeri
Malam-malamku dipenuhi tangisan sambil memanggil namamu
Sedangkan jeritan sukmaku tidak lagi didengari
Jalanku semakin longlai dan riak wajahku semakin suram

Berada dibelakang kamu
Aku melihat tapak yang ditinggalkan
Lidahku terlalu kelu meluahkan perasaan yang sudah lama terbuku dilubuk jiwa
Untuk menyatakan >>...

~ 0 ~

Gerbang Mimpi dan Ambisi

Aku masih mencoba, berkelana, juga mencari
Ini adalah metamorfosis hidupku nan hakiki
Mendalami tiap hentakan langkah kaki
Aku berpegang pada keyakinan diri
Dari beribu sangsi yang membelenggu mimpi dan ambisi

Tebal tipis kabut kemunafikan kuperangi
Tersandung di tengah jalanan terjal bergerigi
Sekalipun tak membuat diri ini berhenti
Kusandarkan lelahku pada satu mimpi
Kubawa tangisku pada satu >>...

~ 2.5 ~

Bukan Pujangga Cinta

Diam seribu bahasa itulah aku
Sekadar bersuara lewat kalbu
Tak pandai aku berbahasa lagi merayu
Apalagi mencipta kata palsu

Tak mau aku bersandiwara
Merangkai syair-syair cinta
Layaknya sang pujangga
Sebab cinta bukanlah permainan kata
Bukan pula bualan semata

Aku butuh cinta nyata, bukan cinta fana
Itulah mengapa aku bukan pujangga cinta
Yang pandai mempermainkan cinta
Sekalipun hanya >>...

~ 0 ~

Sayang? Tidak! Maafkan Aku I, II, III

Sayang? Tidak! Maafkan Aku I
Sayang,
kau memanggilku sebutan sayang
Aku terperangah selaksa hatiku gemetar penuh dendam
Dan lagi kau memanggilku dengan sebutan itu
Mendengar sahutannya itu aku seperti tengah merengkuh gunung emas
Bintang dan bulan sabit terasa lebih benderang
Beberapa saat aku disergap oleh kebisuan
Terpaku aku,
aku berpikir kembali dan mengingat kisah tempo >>...

~ 0 ~

Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III

Berilah aku, agar ku tak mengemis I
Cerita apa yang akan ku kisahkan
Agar kau bisa memberi kasihmu padaku
Lagu apa yang akan ku nyanyikan
Agar kau bisa terpukau mendengarkannya
Bunga apa yang akan ku berikan
Agar kau bisa terpikat dengan kuntum yang ku bawa
Berilah aku cara tuk bisa memilikimu
Berilah aku >>...

~ 0 ~