Puisi 4 Bait kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Contoh Puisi 4 Bait Dari 91 Judul Bebas atau Berima

Sajak Gadis Kecil

Kala detik melenyapkan waktu
Bila jam melukis khayalan
Drama baru pun melahirkan tragedi
Semoga tak beranak menjadi ironi.

Darah Putih mengalir lembut di alirannya
Coba mencari tuan tuk berkisah
Namun, tanah enggan menjadi tuannya
Kemana darah ini kau biar mengalir.

Sudahlah nak! hentikan kerisauanmu
Dunia tak peduli tangismu
Tersenyumlah pada tragedi ini
Kau bisa! Kau bisa! Kuatlah.

Bangkitlah! >>...

0

Mewaktu Dengan Rindu

Selepas Maghrib yang berkasih, Merajut asa yg berkisah
Tersirat namun tak bersurat
Di kota kata Yang mati dicabik sepi belakangan ini
Rindu lalu mengendarai Sepasang sejoli

Hening, Pening, Pada jalanan kota yg mengasing
Angin mengusik, Semesta berbisik
Sang purnama pun mengaduh

Dan Aku,Melingkar peluk paling erat, Merkat dan terjerat
Menyandar pada bahu yang bertulang, Mereka >>...

0

Rindu yang Menyerah

Selaksa gemintang yang beratap cakrawala
Ambu-ambu romansa kerinduan terpapar mala
Sisa tawamu masih terdengar
Di tengah jiwa yang menggigil sebab kerinduan

Jalan pulangku menghitam
Basah oleh senyum yang membayang
Hitam pekat, penuh luka yang memikat

Aku hanya bisa menuliskan beberapa aksara
Tentang luka, dan segala rindu yang menyiksa
Hanya mampu berkisah tanpa menyapa
Tentang tawa yang pudar >>...

0

Rintihan Sang Kenari

Semilir angin perlahan mengurai senja,
Menerpa ringan sang kenari,
Dengan kicauan yang menggugah rasa,
Dalam kurungan dia menari.

Inilah duniaku, imbuhnya,
Inilah takdirku, rintihnya,
Aku risau tapi tak dimengerti,
Aku sendu tapi tak ada yang peduli.

Dalam kicauan ku dendangkan laguku,
Dengan kicauan pula ku senangkan hati tuanku,
Terkadang nalarku memberontak,
Untaian karsaku pun merebak.

Aku >>...

0

Semesta, Kata, dan Kita

Gurat kehidupan tak ubahnya warna semesta
Senangnya menunjukkan ketidakpastian senantiasa
Maka aku memilih menjadi rahasia
Sebab hakikat diri adalah kata

Atas setiap salah aku menata
Segalanya sudah jadi biasa
Dicinta dan mencinta
Tentu tak ada yang sempurna
Serupa pun tak sama

Lantas bagaimana kita
Dipertemukan oleh rasa
Berjalan dengan karsa
Tidak perlu bertanya
Mengapa?

Semua masih tentang kuasa-Nya
>...

10

Di peluk Nestapa

Hidup bagaikan opera
Yang terus berulang-ulang
Kadang seindah senja di sore hari
Lalu usai di telan Nestapa

Bisakah ku rangkai sepucuk surat
Mendatangkan Harsa di balik Nestapa
Namun sang ombak terus berdesik
Menghalangi datangnya sang Mentari

Tiba saat Lintang mengayun
Sepucuk impian telah ku rangkai
Akankah setetes embun membasahi
Panasnya hati yang tiada padam

Bentuk dipapah terasa di >>...

10

Bait Malam Bagi Sang Kekasih

Selamat malam kau pujaan hati yang jauh di sana,
Pemilik segenap cinta dan berlaksa rasa,
Padamulah segala aliran makna yang tertata,
Engkaulah tempat berlabuh berjuta gelora.

Kau meramu cinta dengan begitu pekat,
Sehingga tak satupun kepenatan tersirat,
Mendekap mu dalam untaian rasa yang tak bertepi,
Memandang indahnya wajahmu yang slalu kuingini.

Ku lukiskan cinta ini >>...

10

Kembalilah, kawan

Langit biru masih seperti yang dulu
Senja tetap memikat kalbu
Pergi yang tak kunjung kembali
Menorehkan sisa kenangan

Engkau tertawa, aku tersenyum
Engkau menangis, aku mengulurkan tangan
Engkau terjatuh, aku mengangkatmu
Malam tak ingin kau lelah

Kembalilah ke cerita ku, kawan
Kisah heroik yang tanggung tanpa kehadiran mu
Pengalaman terasa sumbang tanpa bersamamu
Hiruk pikuk dunia ku >>...

0

Senja Yang Sirna

Di dalam lubuk hatiku
Ku duduk sembari termangu
Mengartikan segores warna kelabu
Di langit yang tak lagi membiru

Saat sore yang akan dijemput senja
Burung burung kembali pulang ke sarangnya
Indahnya ragam karya sang pencipta
Disaat langit cerah berganti warna

Kini malampun telah datang
Ditemani bintang yang bersinar terang
Selembar daun melesat terbang
Tersapu oleh >>...

0

puisi hatiku

hasratku terpesona..
akan keindahan bait yang kau susun
seakan angin cintamu membelaiku lirih
nikmat sekali dan amat mendamaikan

aku mulai candu
menelanjangi puisi jelmaan rindumu
alunan bait demi bait yang kau hela mesrah
membuat sirna hampa di jiwa

puisimu menyingkap tirai hati yang kelabu
merasuk jiwa yang lama terkubur masa
kini kalbuku beranjak pulih
yang dulu sepah, >>...

0

Sahabatku

Oh sahabat, kau selalu setia mendampingiku
Kau tak pernah meninggalkanku
Aku sedih tanpa dirimu
Semoga kita tidak berpisah

Oh sahabat, betapa baiknya engkau
Rela berkorban demi aku
Terima kasih sahabatku
Kau segalanya bagiku
Aku akan selalu mendoakanmu

Sayangnya sekarang kita berpisah
Karena wabah yang ada
Oh sahabat, ku tak tahu berapa lama kita tak akan jumpa
Sahabatku, >>...

0

Terimakasih bunda

(Terimakasih Bunda)

Saya sangat senang dan gembira
Karena entah mengapa
Walau banyak sekali wanita diluar sana
Tapi hanya kau yang tulus cinta pada saya

Sungguh saya sangat cinta
Tolong jangan pernah pergi dari dunia
Karena jika kau pergi rasanya akan seperti neraka

Terimakasih Tuhan yang maha pencipta
Karena telah memberi wanita yang sangat mulia
Yang telah Membesarkan dan >>...

0

Antara wabah dan Rindu

Ini hanya sementara,
Kupikir begitu.
Namun ternyata,
Isyarat rindu berbeda.

1 hari bagaikan 1 pekan,
1 bulan bagaikan 1 tahun.
Sampai kapan wabah ini akan berakhir,
Hingga Memisahkan kita begitu lama.

Pemasukan Masyarakat menjadi sedikit,
Rindu menjadi lebih karena tak kunjung temu.
Masyarakat menjadi hemat,
Namun Rindu menjadi boros.

Baiklah aku mencoba bersabar,
Sampai pertemuan >>...

0

Kolong Langit

Di atas langit raja siang bertengger
Di kolong langit ia keluar dari ufuk timur
Menari-nari hingga tenggelam di ufuk barat
Berpendar di lautan menghiasi

Ufuk barat menjadi batas ia menari
Malamnya rembulan mengganti
Apakah rembulan akan menari?
Atau sekedar bersedih hati?

Kita hanya penghuni kolong langit
Hidup karena dua orang bersentuh kulit
Menerima keadilan yang begitu rumit
>...

0

Pengorbananmu

Fajar menyingsing
Pagi menyapa
Seulas senyum kala tugas terlaksana
Tak kenal lelah meski penat menerpa

Tekadmu tak berujung
Sampai kini tetap berjuang
Demi kami, waktu kau korbankan
Kesembuhan kami, kau utamakan

Tiada kata yang dapat menggambarkan
Terima kasih tak sekadar ucapan
Jasamu sangat bermakna
Lelahmu tidak ternilai harganya

Cirebon, 09 April 2020

0

Satu Frekuensi

Dengan mata telanjang
Menerobos gelap yang hitam pekat
Aku meraba
Adakah cahaya di dalamnya?

Ada titik kutemukan
Sedikit redup namun menerangi
Remang-remang
Aku menerawang

Menginjakkan kaki pada dimensinya
Bersimpuh takzim
Ada luka kubaca dari bola matanya
Menetes air mata dengan senyum paksa

Aku mengepal jari jemarinya
Menggandeng ke arah pintu keluar
Sebab ternyata kita tak jauh >>...

6

Bidadari Jangan Bersedih

Kini langit kembali menangis…
Kulihat dirimu menangis…
Hati ini rasa ter- iris…

Ku tak kuasa melihat mu terpuruk…
Senyum yg hilang membuat ku seperti tertusuk…
Takkan kubiarkan keadaan kembali memburuk…

Kupastikan jika badai berani melanda…
Ia akan memberikan pelangi setelahnya…
Dirimu tak pantas untuk terluka…

Jika badai itu berani kembali…
Biar aku yang menantang nyali…!!!

0

Tertawa Dalam Penyesalan

Waktu berputar seperti roda
Semua berjalan begitu cepat
Apalah daya ku tak bisa lagi berbuat
Sesal takkan ada guna

Asa usang tanpa jejak
Ku meringkih dalam penyendiriaan dan penyesalan
Ku tertawa dalam perantauan
Meratapi harapan yang tak lagi memiliki makna

Kini aku hanya berpasrah saja
Sudah hilang aura baikku
Meratap sesal yang membeku
Meninggalkan luka yang darjana

Sesal >>...

6

PERNYATAAN

Dipersimpangan hidup kita bertemu
Bagai siang berawan dengan angin yang menyapa
Dalam sadar dunia menjadi semu
Seakan waktu berada dititik hampa

Penantian panjang adalah saksi bisu
Dengan setia diri selalu menunggu
Dalam doa selalu merintih
Bahwa kaulah pemilik hati

Hatiku telah melabu
Rasa pun telah bertumbuh
Terpujilah Yang Maha Agung
Memberi rasa tak terbendung

Wahai matahari yang berseri
>...

0

Mencintamu

Aku tahu
Mencintamu seperti menanak pedih
Dengan bara yang mungil

Aku juga tahu
Merindumu seperti menoreh luka di hati

Dan kau pun tahu
Jika segala perih telah terbiasa kuteguk
Karena cinta yang menari di relung hati
Tak pernah usai

Sekalipun kaki ini telah melepuh

0