Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Negeri Awan

Pada

Telah ada kisah tentang sebuah negeri;
Yang bersembunyi di puncak-puncak tertinggi;
Berselimutkan selaput awan-awan;
Dan hanya nyata pada angan-angan;

Kubertanya pada empunya kehidupan;
Apakah itu para keluarga kerajaan?
Persekongkolan tiran di pemerintahan?
Ataukah Tuhan?
Lalu lagi kubertanya siapa yang lebih jalang;
Apakah para pemimpin bermoral arang?
Ataukah para pemikir berakal telanjang?
ataukah para oportunis berhidup panjang?

Sebab manusia mengajarku;
Untuk tidak menaruh kepercayaan
Seperti hidup mengajarku;
Untuk tidak menggantung harapan;

“Karena kita hanya ingin menerima;
Apa yang ingin kita rasa;
Karena kita hanya ingin memuja;
Pada apa kita terpana;”

Negeri awan, tempatku terlahir;
Apakah aku akan berpulang padamu di akhir?
Air mataku bercucuran padamu;
Dekaplah aku lebih erat dalam kepiluanmu;

Dalam kebisuan aku membara;
Memupuk benih benci kepada mereka;
Pada para putera negeri angkasa kita;
Kaum farisi takabur durhaka;

Patahkan saja tulangnya;
Tumpahkan saja darahnya;
Namun apakah negeri kita kelak akan sentosa?
Apakah kita tidak akan sama seperti mereka?

Manusia tidak bermain dadu;
Tidak juga bisa berhenti saling mengadu;
Para pahlawan negeri awan bisa mati;
Namun semangatnya kekal abadi.

Belum ada yang menilai, klik bintang untuk menilai:
Rate this post

Puisi tentang Pahlawan - Puisi Pahlawan merupakan puisi tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan atau perjuangan para pejuang melawan tirani dan penindasan, terutama yang diraih oleh bangsa indonesia yang merupakan contoh buah keberanian dan pengorbanan para pahlawan, mereka mengorbankan hidupnya, bahkan mengorbankan kebahagiaannya, untuk kita dalam naungan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tak sempat mereka mengatakan cinta pada negara, tak sempat mereka mengetakan cinta dan sayang pada anak istri


Selain Gambar Puisi Negeri Awan

Sang Kicau
Persimpangan Karbala
Permintaan Terakhir

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul Dunia dalam Hujan kiriman dari Jayanto Halim Tjoa. Selanjutnya silahkan simak puisi Pahlawan berjudul cangkir yang kedua kiriman dari febrian melinda dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu febrian melinda, Jayanto Halim Tjoa, Jayanto Halim Tjoa atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.