Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Negeri Awan

©️ Jayanto Halim Tjoa

Telah ada kisah tentang sebuah negeri;
Yang bersembunyi di puncak-puncak tertinggi;
Berselimutkan selaput awan-awan;
Dan hanya nyata pada angan-angan;

Kubertanya pada empunya kehidupan;
Apakah itu para keluarga kerajaan?
Persekongkolan tiran di pemerintahan?
Ataukah Tuhan?
Lalu lagi kubertanya siapa yang lebih ja***g;
Apakah para pemimpin bermoral arang?
Ataukah para pemikir berakal t*l*nj*ng?
ataukah para oportunis berhidup panjang?

Sebab manusia mengajarku;
Untuk tidak menaruh kepercayaan
Seperti hidup mengajarku;
Untuk tidak menggantung harapan;

“Karena kita hanya ingin menerima;
Apa yang ingin kita rasa;
Karena kita hanya ingin memuja;
Pada apa kita terpana;”

Negeri awan, tempatku terlahir;
Apakah aku akan berpulang padamu di akhir?
Air mataku bercucuran padamu;
Dekaplah aku lebih erat dalam kepiluanmu;

Dalam kebisuan aku membara;
Memupuk benih benci kepada mereka;
Pada para putera negeri angkasa kita;
Kaum farisi takabur durhaka;

Patahkan saja tulangnya;
Tumpahkan saja darahnya;
Namun apakah negeri kita kelak akan sentosa?
Apakah kita tidak akan sama seperti mereka?

Manusia tidak bermain dadu;
Tidak juga bisa berhenti saling mengadu;
Para pahlawan negeri awan bisa mati;
Namun semangatnya kekal abadi.


https://www.puisipendek.net/negeri-awan
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Negeri Awan

Contoh Puisi 8 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Dunia dalam Hujan kiriman Jayanto Halim Tjoa.

Dunia dalam Hujan

Tiada yang tahu kejatuhannya tanpa asal muasal;
Tiada yang melupa dimana sang hujan tercurah;
Ia yang hanya jatuh berlinangan terbasahi penuh sesal;
Ia yang menanti ketiadaan hari-hari yang cerah;

Terberkatilah wahai >>…

Puisi Tentang Pahlawan

Selanjutnya Puisi Tentang Pahlawan berjudul cangkir yang kedua dari febrian melinda.

cangkir yang kedua

Cangkir yang kedua
karya : Febrian Melinda
Aku pernah lupa dengan indahnya bunga yang sebenarnya
Aku terlena dengan racun di dalam madu
Jauh dari hakikat kepompong
Diri tak mengikut hati
>…

Terima kasih febrian melinda, Jayanto Halim Tjoa, Jayanto Halim Tjoa atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Negeri Awan

Manusia Khatulistiwa
Manusia Khatulistiwa

Tergelar di khatulistiwa
Bahasa dari ratusan budaya bertebar
Tak tau apa di kata
Tapi tau apa di rasa

Ada apa diantaranya?
Kenapa bisa bersatu jua?
Adakah tau apa sebabnya?
Kata gadis >>…

Dari Kartini Buat Ibuku
Dari Kartini Buat Ibuku

Raga Kartini tlah lama pergi ke pangkuan Ibu Pertiwi
Namun jiwa jua ambisi Kartini tak berarti gugur bersama jasad
Melainkan bersemayam pada sesosok diri
Seorang ibu bukan dari darah biru >>…

BERILAH MEREKA SEDETIK RUANG
BERILAH MEREKA SEDETIK RUANG

Pencerdasan
Satu dari cita cita luhur Bangsa.
Mereka,
Leluhur kita,
Para pejuang kita,
Dengan peluh dan darah,
Dengan jerit dan air mata,
Mereka telah berjuang mendirikan Negri ini
Untuk cita >>…