Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Jayanto Halim Tjoa dibawah.
Kirim Puisi Sekarang

Kumpulan Puisi Oleh Jayanto Halim Tjoa

Alam dan Firasatnya

Firasat mungkin sekiranya adalah sebuah pertanda.
Bagaimana alam mencoba terus untuk berbahasa.
Mengirimkan tandanya lewat sekelebat halimun.
Kemudian larut menjadi tetes-tetes air hujan.

Dan bila sekiranya kita tak lagi mampu memahami,
Pesan apa yang terpahat pada ranting-ranting pepohonan.
Dan bisikan apa yang tercipta dibalik riuh angin yang bertiupan.
Sudakah alam kembali berdusta lewat pertandanya?

Dan pada >>...

0

Metamorfosis Jiwa Tua

Pernahkah kau dengar sebuah kisah
Di bawah gemerlap mati hidupnya tujuh purnama?
Seonggok jiwa tua berbicara dalam kebisuannya
Menghitung sisa hari yang masih dimilikinya

Pada penghujung hari yang dinantikan
Di kala jiwa tua ini telah lelah berkelana
Dan tak lagi benderang maupun rupawan
Hanya sunyi yang mampu ia bawa ke alam baka

Perlahan sang jiwa tua itu >>...

6

Pujangga dan Hujan

Pada hari yang baik di bulan yang baik ini;
Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan;
Dibalik bulirnya seorang pujangga termenung;
Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya:

Wahai imaji hujan di masa lalu;
Pernah kulupa namun mengapa belum kurela?
Wahai melodi hujan di masa lalu;
Kembali kau ketuk palung paling dalam;
Kehalusan suara wanita yang pernah ada;
>...

0

Puisi Sang Jejaka

Pada setiap bait puisi terselipkan sekiranya sebongkah perasaan;
Yang terlampau ranum dan candu bagi seorang jejaka;
Yang seyogiyanya telah lama berkutat dalam keasingan dunianya;
Dalam larik-larik puisi ia gambarkan setiap kesempurnaan;
Yang tergambar dari elokan tubuh dan senyum seorang wanita;

Seiring penggantungan tanyanya akan kekosongan hidup;
Lalu lagi ia putuskan untuk kembali berpulang dari kehampaan;
Membuka >>...

0

Tanya

Ada dunia disekitarmu
Ada dirimu di keasingan itu
Laksana mentari berganti rembulan
Begitulah kedatangan berganti kepergian

Penahkah kembali kau hitung waktumu
Yang telah terbuang tanpa ada satu setan pun yang tahu?
Sudahkah kau kembali meretapi
Setiap penyesalan hidup yang terjadi?

Kehidupan bukan soal penerimaan
Bukan juga soal pelepasan
Bukan hanya sekedar berbahagia
Tapi jua bukan tentang kesedihan >>...

0

Nostalgia

Tonight I write one of the saddest lines of my poem :

“O.. Longing who blows in the breeze.
Your inexistence perforated through desolation.
Spending time with you was too short.
When oblivion takes a thousand years.
Letting you go was the saddest chapter for this spring ballad;
It does still rain all night like the >>...

0

Negeri Awan

Telah ada kisah tentang sebuah negeri;
Yang bersembunyi di puncak-puncak tertinggi;
Berselimutkan selaput awan-awan;
Dan hanya nyata pada angan-angan;

Kubertanya pada empunya kehidupan;
Apakah itu para keluarga kerajaan?
Persekongkolan tiran di pemerintahan?
Ataukah Tuhan?
Lalu lagi kubertanya siapa yang lebih jalang;
Apakah para pemimpin bermoral arang?
Ataukah para pemikir berakal telanjang?
ataukah para oportunis berhidup panjang?

Sebab >>...

0

Dunia dalam Hujan

Tiada yang tahu kejatuhannya tanpa asal muasal;
Tiada yang melupa dimana sang hujan tercurah;
Ia yang hanya jatuh berlinangan terbasahi penuh sesal;
Ia yang menanti ketiadaan hari-hari yang cerah;

Terberkatilah wahai pepohonan yang berdesah;
Terberkati jualah hati yang menanggung gelisah;
Meneteslah wahai keakuan butir-butir awan;
Terlepaslah apa yang seharusnya terlepaskan;

Apakah mungkin ini semilir kerinduan;
Yang terbungkus >>...

0

Hujan Musim Semi

Tiada yang lebih merdu;
Selain suara hujan di musim semi itu;
Irama rintik rindu semestaku;
Menanti mekarnya bunga di pohon itu;

Tiada yang lebih candu;
Selain aroma hujan di musim semi itu;
Wewangian tanah yang berpalut rinduku;
Mempertegas kabut kerinduan >>...

0

Suatu Hari…

Akan tiba suatu hari yang dinantikan;
Ketika petikan dawai tak lagi menawan;
Dan kita bertatapan dalam kebisuan;
Namun mampukah kita pergi tak saling mengucap salam perpisahan?

Akan >>...

0