Puisi 8 Bait kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Contoh Puisi 8 Bait Dari 15 Judul Bebas atau Berima

Anak Lelaki Kecil dan Kopiah Putih

Hidup adalah keajaiban
Yang setiap saat menebar racun mematikan
Teriakan dan suara pecahan kaca
Menyambut telinga dan disaksikan oleh mata
Anak lelaki kecil itu berhadapan dengan ketakutan
Melupakan rasa ingin bermain dan menggerakkan keuda kakinya menuju lapangan

Sang malaikat tak bersayap pun menghampiri dengan peluh
Menggenggam tangan kecilnya dengan tubuh menahan pilu
Terdengar adzan berkumandang menenggelamkan >>...

0

Terbenam

Terbenam..

Lebih dari cukup aku di godamu dengan warna yang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu

jingga yang kemerahan dengan senyum manis dari bibir tipismu

yang mungkin aku mulai merindukannya

biarkan aku yang mendekatimu kali ini saja

tidak perlu sedekat nadi dan aku pun menyadarinya

hanya ingin sedekat ini
untuk bisa melihat jelas bayanganku dimata coklatmu

sampai matahari benar-benar >>...

8

Biru kelabu

Kini angin tidak berpihak kepadaku, biru kelabu sudah hari ini.

Tidak ada lagi nyanyian para malaikat sehabis hujan yang kudengar,
Hanya ada kicauan sendu 3 burung kenari di ranting oak yang perlahan menghilang.

Coba ku putar kembali gulungan hitam yang ada dikepalaku,
Tentang cerita awal kau datang disaat badai menghancurkan kisahku.

Kau berdongeng tentang >>...

10

Kaulah Pemenang!

Tendang bola pemikiran sejauh angan
Rasuki setiap nyawa yang menentang
Tajamkan tekat dan harapan
Percaya kau bisa berkembang

Rentangkan jiwa air yang tenang
Kau adalah perwira di masa depan

Semangat!
Semangat!

Hidupkan jati diri keberanian
Sentil lidah lidah yang meragukan
Jangan biarkan runyam pemikiran menerobos sisi keyakinan

Tetap berdiri, kau tak sendiri
Kau mampu
Kau pilihan >>...

10

HITAM

terlelap oleh gelap nya hitam

terdiam tampa ada seorang menemani

terhanyut tertarik pada kelam

kegelapan pun datang menghampiri

bercerita tentang diri hitam tak pernah lari

keinginan tak terpenuhi hitam langsung memberi

membunuh menyiksa diri hitam datang menyudahi

kini hitam bagian diri menjadi teman hingga mati

0

BINTANG Kesayangan

Jariku bergerak cepat
Seiring degub jantung yang melambat
Diantara waktu yang merambat
Katakan hatiku telah terpikat

Layang pandang pada keindahan
Gapai pijar bintang kesayangan
Mandi hangat terang cahaya bulan
Disuatu malam sebuah negeri khayalan

Istanaku dari lontar emas
Yang kurajut ketika pekerja pulas
Kubingkai ketika pemuda sibuk permak diri
Roboh, gagal, sakit dan bangkit lagi

Disana juga putri >>...

10

Sahabat Jadi Cinta

Ingatkah kau saat kita bersama
Terbang menembus ganasnya kesendirian
Bersama berlari gapai cahaya masa depan
Walau arahmu kebarat dan aku ketimur

Ingatkah kau senyum lebar kita
Selalu kaburkan kesepian cinta
Tepiskan tangis penyesalan semu
Jauh rasa ketakmampuan ruang hati

Rangkulan tanganmu redam amarahku
Saling tuntun walau tak beriringan
Kita berdekatan walau tak sejalan
Kita selalu ada walau >>...

10

Guruku

Oh…Guru,
Engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa
Engkau mendidik dan mengajarkan kami
Dari kami tidak bisa apa-apa
Hingga kami menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa

Guru…,
Engkaulah orang tua kedua kami
>>...

6

Penampikan

Tanpa kau minta

Aku suguhkan raga

Tanpa kau minta

Aku hidangkan jiwa

Tanpa kau minta

Aku sajikan asmaraloka

Tanpa kau iba tiada kau memeka

Malah kau minta asa-ku dipusara

0

Lamunan Rindu

Terkadang dengan hanya rintik hujan baru ku sadar pentingnya arti hadirnya payung kecilku

Terkadang ku tau indahnya bintang jika malam tlah menjemput hariku

Terkadang ku sadari hadirnya matahari ketika terik menyapa hari-hariku

Tetapi…ku tak butuh itu semua tuk mengingatmu….

Hujan takkan lunturkan rinduku..

Malampun takkam redupkan arti dirimu…

Dan teriknya mentari hanya kan menambah bahagiaku tuk melihat indahnya senyummu…

Aku selalu >>...

6

DI PENGINAPAN

Dadaku ruang kosong yang tenang
sebuah rumah segumpal hati yang hancur
dari nyala yang ingin lepas dari tubuh.

Kau bahan logam terbaik
yang memerisaiku
dari gempuran kesedihan.

Mata kau istal megah
tempat kuda-kuda paling tangguh singgah
dan di beri makan.

Jalan masih terjal
dan setapak berbatu.

Aku memainkan lagu sumbang
dari interpretasi bebas parasmu
yang >>...

0

Metamorfosis Jiwa Tua

Pernahkah kau dengar sebuah kisah
Di bawah gemerlap mati hidupnya tujuh purnama?
Seonggok jiwa tua berbicara dalam kebisuannya
Menghitung sisa hari yang masih dimilikinya

Pada penghujung hari yang dinantikan
Di kala jiwa tua ini telah lelah berkelana
Dan tak lagi benderang maupun rupawan
Hanya sunyi yang mampu ia bawa ke alam baka

Perlahan sang jiwa tua itu >>...

6

yang pernah kau singgahi

terlalu bodoh diri ini..
melewatkan cinta dengan penyesalan..

aku yang belum mengerti cinta..
seperti tak punya mata..

saat dekat terasa biasa..
saat tak ada aku gila..

kini ku mengerti akan cinta itu..

saat kau bersama yang kau puja..
diriku menyimpan perih dihati..

mungkin aku terjebak nostalgia..
mengharap kan kasih saat kau sudah bahagia..

aku dermaga yg pernah kau singgahi..

dan kini kau >>...

0

Negeri Awan

Telah ada kisah tentang sebuah negeri;
Yang bersembunyi di puncak-puncak tertinggi;
Berselimutkan selaput awan-awan;
Dan hanya nyata pada angan-angan;

Kubertanya pada empunya kehidupan;
Apakah itu para keluarga kerajaan?
Persekongkolan tiran di pemerintahan?
Ataukah Tuhan?
Lalu lagi kubertanya siapa yang lebih jalang;
Apakah para pemimpin bermoral arang?
Ataukah para pemikir berakal telanjang?
ataukah para oportunis berhidup panjang?

Sebab >>...

0

Kerinduan

Gerimis bertaut membasahi tubuh
Rinainya jatuh menjadi tangisan dimataku

Rasa ini membeku…
Membatu mengingat kisah lalu

Saatku lincah nan lugu,
Waktu kecilku..

Biarlah nafasku bercerita tentangmu
Bersajak indah memanggil namamu

Ibu..
Aku teramat merindukanmu

Aku rindu..
Rindu masa itu..

Rindu saat ibu menimangku..
Berbisik doa merajut sanubariku..

Semoga ibu disana tersenyum bahagia selalu..
Doa anakmu yang selalu menyertaimu..

0