Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Sayang? Tidak! Maafkan Aku I, II, III

©️ Setjangkir Berlian

Sayang? Tidak! Maafkan Aku I
Sayang,
kau memanggilku sebutan sayang
Aku terperangah selaksa hatiku gemetar penuh dendam
Dan lagi kau memanggilku dengan sebutan itu
Mendengar sahutannya itu aku seperti tengah merengkuh gunung emas
Bintang dan bulan sabit terasa lebih benderang
Beberapa saat aku disergap oleh kebisuan
Terpaku aku,
aku berpikir kembali dan mengingat kisah tempo dulu ketika kau pergi bersamanya,
kau tinggalkan aku lalu kau campakkan
Bayangan,
tergambar dengan hal yang dulu kau indahkan dengan sinar senyummu yang menawan
Namun itu tak membuat aku tuk bisa kembali bersamamu. Karna,
sinar senyummu temaram tidak mampu membawaku tuk kembali bersamamu.

Sayang? Tidak! Maafkan Aku II
Tik…tik…tik…
Suara jam itu,
menghipnotisku,
membawaku terbang dalam kesunyian
Halusinasi di benakku,
kembali pada nostalgia
Jam yang bergantung bertengger di dinding tembok seakan berlomba dengan detak jantungku
Dag Dig Dug…
Tiktiktik…
Dag Tik Dig Tik Dug Tik menggebuh-gebuh hingga menjadi alunan melodi bagai rayuan
Rayuanmu kini sudah tak dapat bersimpuh lagi di hatiku
Cukup!
Jangan sesekali kau ucapkan sayang dan jangan sesekali kau ucapkan kata untuk kembali kepadaku
Karna aku telah terluka lagi pula berdarah karna cintamu.

Sayang? Tidak! Maafkan Aku III
Kalimat itu kuanggap bukan nasihat,
tetapi lebih sebagai sindiran tajam
Kenapa engkau lancang mengatakan ku tidak berguna ketika cintamu telah pudar
Ketika itu,
apa yang kau fikirkan hingga kau sekejam itu?
Dulu aku kau angkat dengan seribuan kata dan kalimat cintamu hingga aku melayang dan terbang dengan perkataanmu gombalmu.
Kini kau jatuhkan aku dengan alasan yang sehina itu
Seburuk apakah aku di matamu saat itu?
Apa salahku?
Kini kau meminta untuk kembali bersamaku
Menyesal aku menerima sedekah cintamu,
ternyata kau tak lebih dari seonggok sampah
Ketika kau pergi dan bahagia bersamanya
mengapa tak kau biarkan saja aku mati?
Sudahlah
jangan kau panggil jua nama aku lagi
tak perlu kau ucapkan sayang
Cukup!
Aku tak akan dendam, tetapi aku akan ingat.

Bilik Sunyi, 22 Desember 2016


https://www.puisipendek.net/sayang-tidak-maafkan-aku-ii-iii
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Sayang? Tidak! Maafkan Aku I, II, III

Contoh Puisi 4 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III kiriman Setjangkir Berlian.

Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III

Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III

Berilah aku, agar ku tak mengemis I
Cerita apa yang akan ku kisahkan
Agar kau bisa memberi kasihmu padaku
Lagu apa yang akan ku nyanyikan
Agar kau bisa terpukau >>…

Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Sedih berjudul racau dari Ary Farish.

racau

racau

Sepi sendiri,
Meracau hati
Mengharap pergi
Tapi bukan dari hati.

Sepi sendiri,
Berjauhan Diri,
Meracau Hati,
Tetap dinanti.

Sepi sendiri.
Tetap menanti.
Ikhlas dari hati.
Melangkaui Diri

Terima kasih Ary Farish, Setjangkir Berlian, Setjangkir Berlian atas kirimannya.

Puisi Panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Sayang? Tidak! Maafkan Aku I, II, III

Doa

kepada Pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
Cahayamu panas suci
tinggal kerdip lilin dikelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk

remuk
Tuhanku
>…

Hadirmu Bagai Khayalan

Aku berdiri di sini, sendiri
Menanti hadirmu yang tak pasti
Ku katakan pada luka
Bahwa aku baik-baik saja

Segenap jiwa dan ragaku
Hanya terikat padamu
Lalu dia datang dan mengatakan
jika >>…

Maaf

Menatap langit luas
Memandang lautan lepas
Mendamba penghuni melintas
Maaf tak seindah yang di atas

Kertas dirobek dan diremas
Berkaca-kaca dihancurkan
Keping-keping disatukan
Terlihat utuh dan berbekas

Sesal pun termenung
Bayang-bayang datang >>…