Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III

©️ Setjangkir Berlian

Berilah aku, agar ku tak mengemis I
Cerita apa yang akan ku kisahkan
Agar kau bisa memberi kasihmu padaku
Lagu apa yang akan ku nyanyikan
Agar kau bisa terpukau mendengarkannya
Bunga apa yang akan ku berikan
Agar kau bisa terpikat dengan kuntum yang ku bawa
Berilah aku cara tuk bisa memilikimu
Berilah aku sepucuk harapan tuk bisa bersamamu
Berilah aku seberkas cahaya agar hatiku tak gelap temaram
Berilah aku arti kasih sayang agar ku tau rasa sayang itu
Berilah aku, agar ku tak mengemis

Berilah aku, agar ku tak mengemis II
Kecemasan semakin menguasaiku
Bahkan kini berubah menjadi ketakutan
Tak banyak yang bisa ku lakukan
Aku mencoba menentramkan bathinku
Semua bulu roma di badanku bergetar dan berdiri tegak
Dan aku terpaku tak bisa bergerak
Cinta suram seram menyeram menyerangku menghantuiku
Cinta itu..
Kasih itu..
Sayang itu..
Kenapa engkau tak dapat memberiku itu
aku mencintaimu semanis-manisnya
tetapi kenapa engkau membalasnya sepahit-pahitnya?
Oh…engkau bagaikan ratu di hatiku
Berilah aku, agar ku tak mengemis

Berilah aku, agar ku tak mengemis III
Terdengar tawanya lembut
Seperti suara embusan angin menerpa dedaunan
Menembus sampai ke relung hati
Lagi aku disergap kehampaan cinta
Lagi aku disergap keterbelengguan cinta
Lagi aku disergap keterasingan cinta
Lagi aku disergap cinta yang tak pasti
Hati ini dirasuki perasaan yang baru kali ini mengharu biru di dada
Mengoyak seluruh peredaran darah
Ah, apakah begini kiranya?
Aku menemui jalan buntu
Bukan berarti aku menyerah
Bukan berarti aku kalah
Bukan berarti aku lemah
Hanya satu pintaku padamu
Berilah aku setulus cintamu
Agar ku tak mengemis

Rumbai, 22 Februari 2017


https://www.puisipendek.net/berilah-akuagar-ku-tak-mengemis-ii-iii
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III

Contoh Puisi 4 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Dari Kartini Buat Ibuku kiriman Wahyu Eka Nurisdiyanto.

Dari Kartini Buat Ibuku

Raga Kartini tlah lama pergi ke pangkuan Ibu Pertiwi
Namun jiwa jua ambisi Kartini tak berarti gugur bersama jasad
Melainkan bersemayam pada sesosok diri
Seorang ibu bukan dari darah biru >>…

Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Sedih berjudul Sayang? Tidak! Maafkan Aku I, II, III dari Setjangkir Berlian.

Sayang? Tidak! Maafkan Aku I, II, III

Sayang? Tidak! Maafkan Aku I
Sayang,
kau memanggilku sebutan sayang
Aku terperangah selaksa hatiku gemetar penuh dendam
Dan lagi kau memanggilku dengan sebutan itu
Mendengar sahutannya itu aku seperti tengah >>…

Terima kasih Setjangkir Berlian, Setjangkir Berlian, Wahyu Eka Nurisdiyanto atas kirimannya.

Puisi Panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Berilah aku,Agar ku tak mengemis I, II, III

YANG TERGERUS
YANG TERGERUS

Sepi menyeruak,
dari raga yang t’lah lama tak sudah semarak

Kelam datang pula tak lantas lalu,
pada angin terhempas nan bisu

Malam sudah menggelayut,
tapi bintang tak juga kerlip, pekat tak surut

Ombak >>…

Semalam, Hari Ini dan Esok
Semalam, Hari Ini dan Esok

Untukmu Puteriku,
Siti Noratikah Ramle.

Semalam
Aku mencintaimu
Hari ini
Aku masih mencintaimu
Esok
Aku tetap mencintaimu
Sehingga kapan pun.

Aku adalah aku
Mencintaimu dari sejak mula
Aku tidak ingin mencintaimu hingga >>…

Bersembunyi
Bersembunyi

Jangan tanya kenapa kami bersembunyi..
Kami pun tak ingin begini..
Jangan mencemooh kenapa kami berlari..
Sebenarnya kami ingin tampilkan diri..
Kami terpaksa..
Kami pun terluka..
Tapi kami tak lupa berdo’a..
>…