Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Mewaktu Dengan Rindu

©️ Melchy Gelalang

Selepas Maghrib yang berkasih, Merajut asa yg berkisah
Tersirat namun tak bersurat
Di kota kata Yang mati dicabik sepi belakangan ini
Rindu lalu mengendarai Sepasang sejoli

Hening, Pening, Pada jalanan kota yg mengasing
Angin mengusik, Semesta berbisik
Sang purnama pun mengaduh

Dan Aku,Melingkar peluk paling erat, Merkat dan terjerat
Menyandar pada bahu yang bertulang, Mereka kasih pada Sepakan jalan pulang
Menenun cumbu Lalu merayu, Seakan meramu canda diruang semu

Tersenyum seraya mengejek waktu
Atas derita dan rindu, Kau menang malam itu


https://www.puisipendek.net/mewaktu-dengan-rindu
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Mewaktu Dengan Rindu

Contoh Puisi 4 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Santun Pagi kiriman kopipeiq.

Santun Pagi

Detik sang waktu mulai menggenit
Menyeka hening yg menguntit
Dan engkau masih menjerit

Mengolah keluh
Menurut yang tak tentu
Apa kau sadar akan itu?
Tidak kah?
Rautmu payah, Kau lemah

Bangkitlah!
Tunjukan >>…

Puisi Rindu

Selanjutnya Puisi Rindu berjudul Sajak Gadis Kecil dari Agus.

Sajak Gadis Kecil

Kala detik melenyapkan waktu
Bila jam melukis khayalan
Drama baru pun melahirkan tragedi
Semoga tak beranak menjadi ironi.

Darah Putih mengalir lembut di alirannya
Coba mencari tuan tuk berkisah
Namun, tanah >>…

Terima kasih Agus, Melchy Gelalang, kopipeiq atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Mewaktu Dengan Rindu

Hujan Dan Namanya
Hujan Dan Namanya

Beribu tetesan menempel di kaca jendela yang sedari awal memang sudah berdebu
Pecah kan hening yang seolah bisu
Tetesnya buat bunyi yang seolah seperti irama yang menggebu
Gabungkan hujan dengan >>…

pesan buat bidadaraku
pesan buat bidadaraku

assalamualaikum,
itu kau ?
apa khabar ?
ku harap kau dapat membaca surat hati ini

aku baik saja,
duduk bersebelahan dengan jendela yang
diliputi salju,
aku baik saja,
melihat kearah >>…

pilu
pilu

rindu sendu mengharu kalbu
sunggu berbakat kau petik hati
jikalau resah akan kehilangan
jangan berpikir aku lenyap
sampaikan pelukku, wahai kusam
sungguh tiada tampak jiwa berbunga
lebih lebih ku tak >>…