Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi 1 Bait dibawah.
Kirim Puisi Sekarang

Contoh Puisi 1 Bait Dari 235 Judul Bebas atau Berima

Aksa

Kita tak pernah beraksa.
Hanya saja,kita tak sering bersua.
Walau wajahmu hanya akara.
Itu cukup tuk membuat dewana.
Anca tak pernah berhenti.
Dan hati,tak pernah berlari.
Semoga kita lekas bertemu,
walau aksa menjadikannya semu.

0

masa lalu

Tentang masa lalu
masa dimana aku kamu dan dia
menjalin kisah bersama
merajut asa meraih cita
mencoba tuk saling mendewasakan
memahami arti kebersamaan
arti kebahagiaan
arti kesederhanaan
hingga akhirnya
kita harus belajar arti kehilangan
teruntuk mereka
yang menemaniku
tanpa keluhan

0

Rindu Ayah

Ayah…
Aku rindu akan Kehadiranmu,
Rindu Suara Lantangmu.
Ayah…
Kehidupan Terlalu Pahit Untuk Dilalui tanpamu.
Perasaan tidak tenang yang menghampiri ketika malam.
ayah….
Kapan lagi Kita akan Berjumpa.
Kapan Lagi Kita Akan saling tegur sapa
Ayah…
Aku rindu Akn Hadirmu di kehidupan ini

0

Potretmu

Potretmu masih terpampang nyata
Bahkan tak hanya di kamera, ada dimana-mana
Ada di pelupuk mata, di dalam kepala, dada kiri bawah hingga sekujur vena juga aorta
Pun saat aku menutup mata
Kau potret berwarna, aku klisenya
Kau tercipta karena aku ada

0

Burung merpati

Ibarat burung merpati
Cintaku terbang tinggi
Karena burung merpati mengerti
Sajauh apapun pergi
Pasti akan kembali

0

Cinta suci

Aku hanyalah sebuah butiran debu.
Yang terbawa oleh hembusan angin rindu.
Dan dimana kerinduan itu adalah hasil dari penantian.
Penantian sebuah cinta yang tulus.
Seakan akan cinta itu seperti sebuah arus air.
Walupun sesekali pecah oleh bebatuan.
Tapi, cinta itu kan kembali menyatu.
Menyusuri arus air sampai ke samudra Ma’arif.
Tempat dimana cinta dan cita >>...

0

kawan

Ditempat ini aku mengenal kalian
Ditempat ini kita mengukir cerita bersama,
suka, duka kita lalui bersama
Kenggembiraan, kesedihan, dan keegoisan
Semua itu menjadi bukti kebersamaan kita.
Dan ditempat ini pula kita berpisah,
Mengejar mimpi-mimpi kita,
Tapi, aku yakin
Suatu saat kita akan bertemu kembali.
Dalam waktu dan kondisi yang berbeda
Selamat berjuang kawan.

9

Penantian panjang

Aku hanya ingin bertemu
Mencari waktu sambil berkaca
Membelah dunia hingga pecah
Memburu kaki-kaki sang penjelajah
Aku hanya ingin melihat
Membuka kamera layar lintas saja
Membuang rindu yang tak beraturan
Haus, lapar, dan kenyang sudah di rasa
Namun hanya satu yang belum aku rasa
Bertemu mencari dibalik manja

0

Yang Terbaik

Aku bukan cerita
Aku bukan manusia
Bahagia hanya sebuah nama
Cinta adalah penguasa
Bila masih ada waktu
Ingin lagi aku bertemu
Mencari titik waktu dulu
Yang masih terhalang waktu

0

Joran Tanpa Senar

Deru kuda besi
Tak lagi bernyanyi
Pagi memanggil
Seolah gantikan dirimu
Petangku sayu…
Petangku sendu…
Demi impianmu, panjatlah
Jangan tatap bawah
Jika lengah ataupun gerah
Ingatlah…
Ada aku, untukmu
Bagai angin sepoi-sepoi
Ingatlah…
Sepuntung kisah memberi arti
Walau sejauh kepala dua
Bagiku istimewa
Aku rindu
Meracik harapan
Menghisap asap
Ditemani seteguk, air jahat
Sahabatku…
Aku, >>...

10

KAU

Kau,
Yang kusayang
Yang tersayang
Jangan hilang
Jangan lupa arah pulang
Kau,
Yang tercinta
Yang terkasih
Duduklah
Disini
Bersama
Seirama
Selamanya.

9

Sahabat Sebebar

Menemui kamu dipersimpangan hidupku,
Adalah satu anugerah,
Nanti kita pergi tanpa kata,
Waktu itu masa bukan lagi milik kita.
Memori kelak makin kusam,
Aku akan dilupakan,
Hidup kita seterusnya pada perjalanan akhirat,
Siapa yang bakal menjadi sahabat sebenar pada jalan itu nanti,
Sahabat setia,
Antara ruh dan jasad sudah bercerai,
Cukuplah Allah bagiku.
Cukuplah Allah >>...

5

Lafadz-Nya di Biru nya Langit Pagi

Kokokan ayam jadi alarm pagiku
Mata mulai menatap dunia
Dan mulai menunaikan panggilan-Nya
Kubuka jendela dan kuikat tirainya
Nampaklah indahnya pagi ini
Setelah ku bersiap diri
Mulai ku melangkahkan kaki
Menatap langit hari ini
Hembusan angin pagi nan sejuk
Beserta embun- embun yang terbentuk
Bulan dan bintang berdekatan
Dilangit biru-Nya
Masya Allah…
Ku dapati lafadz >>...

0

Hingar Bingar

Di teriknya matahari siang
Deruan angin melintas kilat di telinga
Disinilah ku duduk seorang
Di kelas penuh keramaian
Sepoian angin masuk di celah -celah jendela
Menghembus jendela kaca
Macam-macam suara ku dengar
Sungguh beragam tingkah laku yang mereka lakukan
Ada yang tidur,bercerita,dan lain lagi…
Saat jam kosong beginilah jadinya
Bagaikan anak ayam kehilangan induknya
Masing-masing >>...

2

Cinta

Siang dengan cahaya matahari
Malam dengan cahaya bulan
Semua itu hanya waktu singkat
Siang aku menatapmu
Malam aku merindukanmu
Tapi ada waktu yang tak terbatas
Untuk mencintaimu selamanya

6

Biarkan Tuhan yang Membalas

Aku pernah dengar
Jika kamu disakiti, maka balaslah dia dengan bunga
Kalau kebangetan, balas saja dia dengan melempar bunga sekaligus potnya
aku pun melakukannya pada dia yang menyakitiku
lho, tapi kenapa jadi seperti itu?
Dia yang kulempar kenapa jadi untung?
Ooh, ternyata dia menangkap pot bunga yang kulempar
Ooh, lalu dia menjual pot bungaku
Tuhan >>...

7

Ibu,Aku Rindu

Kaulah mentari hidupku
Penyemangat di hening kalbu
Karenamulah aku mampu
Menjalani hidup yang penuh lika-liku
Terpaku diri ini menahan rindu
Bila kau tak ada disisiku
Mengapa kau pergi dahulu
Tanpa menunggu daku
Tak bisa ku balas semua jasamu
Yang sangat berharga bagiku
Senyummu, bagaikan madu
Mengingatnya ku menangis pilu
Aku sangat merindukanmu
Bidadari surgaku
Wahai >>...

6

Februari – Jannah 14

katanya
bulan Februari, bulan cinta, katanya
aku tidak percaya
hanya saja di bulan Februari terlahir
sosok penakluk kuda raja, pada puing puing kehancuran hati
sosok penyembuh luka, yang tergores oleh kekejian sang Duka
dan yang aku percaya, cinta yang dia beri tak hanya di bulan Februari

4

Andai senja dapat berkata.

Assalamu’alaikum
Senja,
Malam,
Pagi,
Waalaikumsalam, jika saja kau dapat berbicara
Kau melihatnya bukan?
Aku mencintainya, dapatkah kau bercerita?
Ah, bahkan salamku tak dapat jawabnya
Bahu yang lelah,
Mata yang basah,
kaki yang kehilangan arah,
beritahu aku,
senja, malam, dan pagi
dapatkah aku memilikinya?
sebab aku takkan terbang dengan satu sayap
tak dapat berdiri hanya dengan >>...

10

Senja yang sirna

Jika ijuk telah luruh
Mataku dalam terbenam
Antara pintu dan dua jendela tua
Kau masih tersenyum
Matamu yàng sedikit sayu
Jemarimu lihai berpita
Dan…..
Awanpun sedikit demi sedikit menelan terangmu
Seketika lunglai kakiku
Tàk bertulang
Tak berpori
Tak bernadi
Bahkan hàmpir mati
Mentari yang selalu kunanti
Kini pergi….
Hilang tak akan datang
Senjaku…..
Kau sirna >>...

10