Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi 1 Bait dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kumpulan Puisi 1 Bait Terkeren dan Terbaik

Cinta

Siang dengan cahaya matahari
Malam dengan cahaya bulan
Semua itu hanya waktu singkat
Siang aku menatapmu
Malam aku merindukanmu
Tapi ada waktu yang tak terbatas
Untuk mencintaimu selamanya

~ 0 ~

Biarkan Tuhan yang Membalas

Aku pernah dengar
Jika kamu disakiti, maka balaslah dia dengan bunga
Kalau kebangetan, balas saja dia dengan melempar bunga sekaligus potnya
aku pun melakukannya pada dia yang menyakitiku
lho, tapi kenapa jadi seperti itu?
Dia yang kulempar kenapa jadi untung?
Ooh, ternyata dia menangkap pot bunga yang kulempar
Ooh, lalu dia menjual pot bungaku
Tuhan >>...

~ 0 ~

Ibu,Aku Rindu

Kaulah mentari hidupku
Penyemangat di hening kalbu
Karenamulah aku mampu
Menjalani hidup yang penuh lika-liku
Terpaku diri ini menahan rindu
Bila kau tak ada disisiku
Mengapa kau pergi dahulu
Tanpa menunggu daku
Tak bisa ku balas semua jasamu
Yang sangat berharga bagiku
Senyummu, bagaikan madu
Mengingatnya ku menangis pilu
Aku sangat merindukanmu
Bidadari surgaku
Wahai >>...

~ 0 ~

Februari – Jannah 14

katanya
bulan Februari, bulan cinta, katanya
aku tidak percaya
hanya saja di bulan Februari terlahir
sosok penakluk kuda raja, pada puing puing kehancuran hati
sosok penyembuh luka, yang tergores oleh kekejian sang Duka
dan yang aku percaya, cinta yang dia beri tak hanya di bulan Februari

~ 1 ~

Andai senja dapat berkata.

Assalamu’alaikum
Senja,
Malam,
Pagi,
Waalaikumsalam, jika saja kau dapat berbicara
Kau melihatnya bukan?
Aku mencintainya, dapatkah kau bercerita?
Ah, bahkan salamku tak dapat jawabnya
Bahu yang lelah,
Mata yang basah,
kaki yang kehilangan arah,
beritahu aku,
senja, malam, dan pagi
dapatkah aku memilikinya?
sebab aku takkan terbang dengan satu sayap
tak dapat berdiri hanya dengan >>...

~ 0 ~

Senja yang sirna

Jika ijuk telah luruh
Mataku dalam terbenam
Antara pintu dan dua jendela tua
Kau masih tersenyum
Matamu yàng sedikit sayu
Jemarimu lihai berpita
Dan…..
Awanpun sedikit demi sedikit menelan terangmu
Seketika lunglai kakiku
Tàk bertulang
Tak berpori
Tak bernadi
Bahkan hàmpir mati
Mentari yang selalu kunanti
Kini pergi….
Hilang tak akan datang
Senjaku…..
Kau sirna >>...

~ 9 ~

Rindu

Rindu…..!
Rindu itu kembali menyapa
Mengisi relung hati
Ah, ingin menepis semua rasa itu
Hati berontak, jiwa menjerit
Dia, bukan lagi untuk dirindukan
Dia, bukan untuk dimiliki dalam dekapan
Dia, hanya menjadi cerita kelam dalam hidup
Kenangan pahit
Ya, amatlah pahit
Rindu….!
Aku ingin Tuhan tak lagi menyapaku lewat rindu ini
Tuhan,…!!!
Biarlah ia tenang >>...

~ 0 ~

Lapisan Rindu

Ketika suatu hari nanti
Kutemukan titik akhir pertemuan ini
Menggelisahkan hati
Membuat sunyi
Kian menggelora disapu rintih hati
Dan kapan kita dapat bertemu kini
Ku kenang kini namamu disisi
Semoga kelak dapat bertemu lagi

~ 0 ~

pilu

rindu sendu mengharu kalbu
sunggu berbakat kau petik hati
jikalau resah akan kehilangan
jangan berpikir aku lenyap
sampaikan pelukku, wahai kusam
sungguh tiada tampak jiwa berbunga
lebih lebih ku tak bertutur
hatiku rindu bukan kepalang
nestapa gancaran dilalui
waktu memisahkan akan prosa indah
jarak memikul beban
berambisi tuk bergandengan
menanti pelipur hati

~ 0 ~

Senja

Senja…
Kutitip sepenggal asa ini yg ternoda
kutitip luka ini dilangit yg menjingga
Kunikmati derita ini hingga malam tak mampu menerjemahkan kesunyian
Biarkan semuanya abadi
hingga mayapada berhenti digelar

~ 0 ~

Potret

Kubuka gawai
Tergambar jelas potret kita
Kukira api rindu akan padam
Nyatanya ia semakin menghujam

~ 0 ~

Kemelut Rindu Menyapu Waktu

Layak langit
Laksana bulan
Namun sekelumit
Hanya tertawan
Berganti fajar
Dan sang embun terhampar
Seperti terdampar
Melihatmu jauh samar
Tapi aku tidak mundur
Kepergianku bukan berarti gugur
Mungkin saat ini sepi >>...

~ 0 ~

Tetap menjadi tatapan

Menetap atau meratap,
Yang selalu ditatap tidak berjanji akan menetap,
Alang langit mulai gelap,
Bilaman awan ingin meratap

~ 0 ~

Pangeran Cinta

Ketika ombak menghantam karang
Jangan larang batu akan rapuh
Ketika badai meniup Savana
Jangan larang tumbuhan akan goyang
Ketika bidadari di depan mata
Jangan larang aku mencintai dan memiliki

~ 0 ~

Terjebak malam

Kala malam semakin larut
Aku terbujur dalam kesunyian
Kerinduan malah semakin akut
Entah kapan terbalaskan
.
Semakin malam
Mulut bungkam
Mata terpejam
Tenggelam
.
Kala aku bangun pagi
Mentari menyambut hari
Aku lupa tentang rindu semalam
Temaram
.
Kembali malam
Lamunanku jauh menerawang
Rindu terkenang
Semakin dalam

~ 0 ~

Tentang massa

Pernah ingin kembali
Namun itu tak mungkin lagi
Sebab semua sudah tak ada lagi
Sedangkan aku masih disini
Mencari cerita kembali
Tetapi itu hanya khayalan
Yang pernah aku dambakan
Bersama-sama menciptakan masa
Yang tertunda dulu
Dan kini engkau sudah berlaku
Bahkan engkau tak akan pernah tahu
Di sini aku masih menunggu
Saat-saat seperti dulu bersama >>...

~ 0 ~

SORE

Kau bawa ikatan setumpuk bunga di tangan
Menyebarkannya pada langit senja
Berharap ia akan menyampaikannya pada sang waktu
Sebuah goresan sarat akan makna kau lukiskan
Sebuah kata “ya” yang kemungkinan akan menjadi nyata
Dan sebuah kata “mungkin” yang harus tersemogakan
Seakan engkau berharap
Bahwa ratusan tahun nanti
Dimulai dari sekarang
Semua tidak akan pernah hilang
>...

~ 0 ~

Permataku yang hilang

Aku hanya sekeping rasa
Yang kemudian menjelma menjadi sebuah asa
Asa yg dulu pernah di bangun bersama
Sebelum Akhir nya dia pergi meninggalkan jejak yg ku sebut luka.

~ 7 ~

Idul Adha

Sepuluh dzulhijjah
Malam takbir berkumandang
Surau penuh dengan suara takbiran
Pagi bergegas
Para manusia menjalankan sholat
Menjadi barisan berkumandang
Kelak selesai
Jeritan hewan menggema gema
Takut berpisah dengan tuan dan kawan

~ 0 ~

Pejuang ibu pertiwi(TNI)

Menunggu mu
Seperti menunggu
Ajat mejemput ku..
Bertahun tahun ku lewati
Berbulan bulan hingga
Berhari hari
Namun tak kunjung ku temui
Dulu kita di pisahkan oleh jarak
Dan di lengkapi oleh pertengkaran
Yang Sudah ku lalui
Hingga kita sudah di satukan di kota yang sama
Namun tak >>...

~ 0 ~