Kumpulan Puisi 1 Bait Hingga 2023

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok menulis puisi untuk 1 Bait dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi tentang 1 Bait yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2023.

Contoh-contoh puisi 1 Bait

Halaman ini tak seteduh dulu
Sperti rinduku padamu
Halaman ini ditumbuhi Perdu
Semai rinduku tersesak kalu
Bulir butir tangis senja
Mengawali langkah mu pergi
Menjauh,menghilang dalam alibi
Maaf…..
Aku tak >>…

Iskandar
8

Puisi Rindu Pendek

Diantara gemuruhnya guntur
Dan derasnya hujan
Dimana kau tujukan aksara yang terpendam?
Apakah pada daun bergoyang
Yang diterpa angin sore?
Atau pada batu berlubang
Yang diterpa derasnya hujan?
Aksaraku kelu >>…

Amatulloh Fa
0

Puisi Rindu Pendek

Aku Sang Munafik
Memajang diri seolah bajik
Sampah!
Aku bingkai seolah rempah
Ku jajakan pada penjajah
Agar tak dinilai murah
Sumpah!
Aku sebenarnya penguasa
Hanya berlagak rakyat jelata
Bernaung di >>…

Masdiyanto
10

Puisi Kehidupan Pendek

Ketika sesuatu tak seperti yang dipikirkan.
Semua terasa menyedihkan.
Tetapi mungkin masih ada harapan.
Karena semua keinginan belum tentu bisa terwujudkan.
Tetapi TUHAN selelu memberi kebaikan.

Risna Irawan
7

Puisi Kehidupan Pendek

Dear Kholifah
Ada kisah yang kusampaikan padamu
Tentang sebuah perasaan kaku
Yang bermetamorfosa seperti kupu-kupu
Dia sering bungkam bila ditanya cinta,
Sering malu bila ditanya rindu,
Karena dunianya cuma mengenal >>…

Rizky
0

Puisi Cinta Pendek

Malam ini begitu hening dan sepi
Terbayang dikau jauh di tepi
Merenung di dalam kalbu
Ku tambatkan harapku kepadamu
Mungkin ini hanya masalah waktu
Terbentur ruang yang rimpuh
Di sinilah >>…

Faridatus Zulfa
9

Puisi Kehidupan Pendek

fajar menjinguk dibalik lukisan tuhan
kukenakan topi purun dan kuambil cangkulku
kau kenakan blazer mu dan kau ambil tas berlapis emasmu
kugunakan kedua kaki ku menuju tempat berlumpur ditemani >>…

faraz Putra
8

Puisi Cinta Pendek

Hiruk pikuk kota
Seperti ikut lomba
Terus memacu roda
Hingga kecepatan mentok entah diangka berapa
Tanpa perduli di depan ada siapa
Dan tanpa perduli ada rambu apa
Tancap gas lalu >>…

Kerkuak
7

Puisi Kehidupan Pendek

Untuk kamu yang lelah
Sedang menari dengan indah
Lekukan kakimu yang menyusur tanah
Di bawah rintik hujan yang terpanah
Sungai mengalir di pipi tak terasa jatuh ke bawah
Tanganmu yang >>…

Inj Galenabara
10

Puisi Senja Pendek

Menghinamu separau serak gelak gagak
Menyanjungmu semerdu syahdu lenguh lembu
Menentangku setegak runcing duri landak
Membelaiku sehalus sendu bulu bangau
Kau dan aku sama galak, sama lunak
Aku dan kau >>…

Ranayunda
8

Puisi Alam Pendek

Terima kasih untuk pahlawan-pahlawan Indonesia
Engkau rela berkorban demi mempertahankan negeri tercinta
Untuk negeri kau berani mati
Tubuhmu berlumuran darah
Engkau tidak pantang menyerah
>…

Nor azizah
10

Puisi Kemerdekaan Pendek

Relung hati
Aku berfikir kembali atas anugerah sang ilahi
Mengamati daksa yang sempurna
Mengangkat kedua telapak yang masih ada
Berbicara lantang dengan nada dan melodi yang indah
Dengan semua yang >>…

Inka Ayu K N
4

Puisi Islami Pendek

Kembali aksaraku tak berkutik
Mencoba bemain dalam khayal
Kita duduk berhadap dan hanya menatap
Dengan ditemani oleh secangkir kopi hitam
Kita larut dalam canda tawa
Kau bersandar dalam dekapanku yang >>…

Rifka Rahmah
10

Puisi Romantis Pendek

Sinar mentari menyejukkan jiwa
Terlihat cinta semerbak di mana-mana
Sungguh indah mata memandang
Melihat sosok yg tak asing
Lantunan Tasbihnya, membuat hati merasakan ketenangan dan
Jiwa terasa tentram mendengar pujiannya >>…

Sarpiah
6

Puisi Ayah Pendek

Pertama kali ku utarakan cinta
Disudut sekolah penuh taman bunga
Berharap kau tau aku ada rasa
Meski ku tau kau tak ada rasa
Tapi masih ku coba
Hasil akhirnya pun >>…

MUFAR
0

Puisi Patah Hati Pendek

Hatiku masih sama
Masih tetap abu-abu
Sama seperti waktu yang terus pergi meninggalkan pilu karena kepergianmu
Ayah ibu,
Aku hanyalah anak yang masih tetap merindu
Pegangan tangan itu
Senyuman dan >>…

D_R
9

Puisi Anak Pendek

Kita mungkin hanya sebuah tanda baca
yang melekat pada bayang-bayang diksi dan bergetar melantunkan intonasi
ketika selarik narasi memadati
seujung intuisi
yang melayang-layang
bersama asonansi dan aliterasi menghablurkan altruisme dan >>…

Irma Arifah
8

Puisi Guru Pendek