Puisi 1 Bait kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Contoh Puisi 1 Bait Dari 271 Judul Bebas atau Berima

Hujan

Hujan,
Kembali mengajak bercerita pada kertas,
Menggerakkan pena memuntahkan segala asa,
Riak sajak demi sajak lepas berhamburan,
Berbarengan dengan membenci sebuah rindu..
Ahh hujan,
Bisakah rintikmu saja itu yang jatuh,
Jangan kau ajak kenangan bersamamu,
Apalagi membawa sebuah nama..

9

Heningnya Hati

Menatap senja di penghujung hari
Suasana hati yang sunyi menyepi
Ku hanya seorang diri
Merenung dengan separuh memori
Burung-burung datang
Menghampiri pohon rindang
Daun kering mulai jatuh
Bagai hati yang tak lagi utuh
Seringkali menatap senja
Tak kalah indah dengan manis senyum yang kau punya Wahai engkau yang aku puja.

0

Buddhayah

Rentan!
Generasiku sedang tak berdaya Kembali terjajah, tak lagi jaya Identitasku dalam bahaya.
Tapi aku Milenial!
Tak sudi dibilang kolot Semuanya pasti ku jajal
Agar padaku matamu tersorot.
Peduli Setan!
Kepada tren, hamba mendamba Mohon tuan jangan cerca
Hanya ingin pengakuan jagat maya. …….
Namun!
Kapan ini berakhir ?
Semua berjalan tak seimbang Ada buddhayah >>...

10

Negeri Pertiwi

Negeriku negeri yang besar
Disusu, ditimang sang ibu pertiwi
Negeri berjuluk gemah ripah lohjinawi
Hingga tuai decak kagum mata dunia.
Namun ibu pertiwi kini dirundung duka
Kian banyak insan lupa dengan budaya
Lengah, hingga harta dicuri tetangga
Seolah tak lagi tajam mata sang garuda.
Ku lihat makin hari budaya makin terkikis
Terkikis oleh deburan keegoisan
>...

10

Kapan Lagi

Kapan lagi?
Kopi mulai disedu
Cangkir berbaris dan menguap
Asap rokok yang mengelung-gelung
Saling umpan makian mesra
Kapan lagi?
Kau, aku, duduk
Rasanya sudah tidak pernah
Hanya rima memori di sini
Kapan lagi?

0

Menanti

Kami masih disini
Menanti walau tak pasti
Berharap keajaiban datang menghampiri
Untuk hilang kan semua keraguan hati
Tuhan..
Kami mohon, redakanlah badai ini
Sirnakanlah segala kepiluan kami
Dan hadirkan lah senyum bahagia di wajah kami
Dan berkumpul dengan orang kami sayangi

0

Semayam Rembulan

Hai payoda di ujung sana;
Engkau tempat anggasta adicandra;
Cahya nya laksana kurantaka;
Keindahannya adwitiya;
Hingga dakara;
Sarwendah;
Laksana kama puraka;

10

Intuisi Tasbih

Rintik rintik terhujat eksistensi
Dilamar guntur dan tercerca becek
Dengan merangkul segala kuasa dihujani kritik
Lewat tutur intuisi tasbih aku selalu berpasrah
Menyerah di penghujung usang
Seucap syahdu memeluk 6 elok paras agama
Dan diri makin diredupi taubah lalu mereda segala risau
Sepanjang sekilah detik dan menit pun aku tak pernah terangsang sesal
Karena lawak >>...

0

Angin dan hujan

Awan hitam pertanda hujan
Kau datang memberi kesejukan
Kau dan angin datang bersamaan
Lubang yang terpenuhi dengan genangan
Dan kau angin yang membawa angan
Rinduku tebal tak tertahankan
Rasa nya ingin cepat cepat ku sampaikan
Angin pembawa angan
Tolong cepat sampaikan
Hati ini tak tahan menahan beban kerinduan

0

Rindu di mimpi

Bulan pancarkan sinarnya
Menerangi jiwa-jiwa yang kosong
Dalam keheningan malam
Tertawan oleh rindu yang tak menentu
Kenangan itu terus menghantui
Tak kenal lelah terus mengikuti
Tersiksa dalam kenangan
Namun tak kuasa untuk mengelak
Biar semua itu menjadi memori
Yang akan ku ingat terus
Di dalam setiap bait mimpi-mimpiku

0

IBU

Dalam diam aku memandang wajah lusuhmu
Terlihat jelas wajah kusutmu yang sudah mulai mengeriput
Namun kau selalu tegar mengarungi hidup ini
Tanpa merasa lelah dan pantang menyerah
Dan kau selalu berjuang memenuhi kebutuhan ku
Ibu oh ibu
Rambutmu yang hitam kini sudah mulai memutih
Kulitmu yang dulu kencang kini mulai kisut
Langkahmu kini sudah mulai >>...

7

Senandika Kata

Di beranda rumah sore ini
Senandika kata memperdengarkan kembali
Impresi diksi pada bait sajak bulan Juni
Dihapusnya delusi rasa dari lini masa
Biar tak lagi beranjak leluasa
Menerka tanya tanpa berujung fatwa

10

Andai

Andai aku jadi angin
Ingin ku sampaikan semua kerinduan
Tanpa perantara apa-apa
Andai aku jadi air
Ingin ku hanyutkan semua duka dan pedihnya luka
Tanpa bicara dan bertindak
Andai aku senja
Ingin ku hiasi senyummu walau sementara
Tanpa ada luka, walau sesaat saja
Andai….

0

Kapan Kau Kembali

Gemerlap cahaya di ufuk timur
Menari tirai di dekat kaca
Ku lihat cakrawala menjuntai dilangit biru
Menatapku dengan penuh rasa
Kini rasaku bercampur baur
Melihat kenyataan yang pahit
Gemparan virus melanda dunia
Aki disini,tetap disini,dan terus disini
Kita semua merasakan
Suasana yang sangat berbeda di tahun ini
Bumiku,duniaku
Aku sangat rindu kau yang dulu
Canda >>...

0

Kami adalah satu

Kami adalah satu
Berpetualang menjelajahi waktu
Mengarungi masa
Melintasi zaman
Kami adalah satu
Dalam ikatan seragam putih abu
Melepas tawa
Berbagi duka
Kami adalah satu
Tiga tahun berjuang bersama
Hingga terpisah di penghujung senja
Kami adalah satu
Beda arah tak mengapa
Memilih cabang yang tak sama
Itu soal biasa
Satu hati
Satu rasa
Satu kata
>...

0

Jarak

Jauh dan tak bisa ku pandang
Akal pun berkata jangan
Riuh gemuruh rindu menggebu
Akan kah kita bertemu?
Ku nantikan dirimu hadir disisiku

10

Guratan Di Pelipis Dahimu

Usiaku telah menginjak status remaja
Ada rasa ingin berkelana
Namun, tak tega ku tinggalkan ibu disana
Dia senandung suka nan duka
Sekalipun ku tahu, ibu pasti berkata
Cita citamu yang utama
Pergilah, tak perlu cemaskan ibumu
Ku tatap dalam dalam raut mukamu
Ada guratan yang semakin terlihat
Tepat, di pelipis dahimu
Ini saatnya
Ku yang >>...

0

Iklim Jiwa

Dua musimku hanyalah sepi,
Hujan yang membasahi hati dan
Panas yang mengeringkan tangis

0

Bila

Bila tak kau temukan jalan untuk kembali,
biar aku yang mencari untuk pergi.
Bila hatimu terlalu tinggi untuk kuraih,
beri tahu aku caranya mengakhiri sedih
Bila tak kau dapatkan alasan untuk mencintaiku lagi,
sadarkan aku agar aku berhenti untuk merasa memiliki.
Bila hatimu terlalu batu untuk ku buat mengerti,
biar aku saja yang memahami.
Bahwa >>...

0

Rindu mulai berkata

senja menghipnotis mata melemahkan hati pada denting yang miris melawan sunyi
pada ladang yang mengakar menyelumit ilalang
dari petang ke petang, cahaya senja semakin menjadi-jadi
lalu ku cari dirimu
suatu ketika rinduku menyeruak pada sekam yang menari bersama angin derai hujan membasah rodra, lalu ku terus mencarimu, kau dimana?

8