Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi 1 Bait dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

Kumpulan Puisi 1 Bait Terkeren dan Terbaik

Potret

Kubuka gawai
Tergambar jelas potret kita
Kukira api rindu akan padam
Nyatanya ia semakin menghujam

~ 0 ~

Kemelut Rindu Menyapu Waktu

Layak langit
Laksana bulan
Namun sekelumit
Hanya tertawan
Berganti fajar
Dan sang embun terhampar
Seperti terdampar
Melihatmu jauh samar
Tapi aku tidak mundur
Kepergianku bukan berarti gugur
Mungkin saat ini sepi >>...

~ 0 ~

Tetap menjadi tatapan

Menetap atau meratap,
Yang selalu ditatap tidak berjanji akan menetap,
Alang langit mulai gelap,
Bilaman awan ingin meratap

~ 0 ~

Pangeran Cinta

Ketika ombak menghantam karang
Jangan larang batu akan rapuh
Ketika badai meniup Savana
Jangan larang tumbuhan akan goyang
Ketika bidadari di depan mata
Jangan larang aku mencintai dan memiliki

~ 0 ~

Terjebak malam

Kala malam semakin larut
Aku terbujur dalam kesunyian
Kerinduan malah semakin akut
Entah kapan terbalaskan
.
Semakin malam
Mulut bungkam
Mata terpejam
Tenggelam
.
Kala aku bangun pagi
Mentari menyambut hari
Aku lupa tentang rindu semalam
Temaram
.
Kembali malam
Lamunanku jauh menerawang
Rindu terkenang
Semakin dalam

~ 0 ~

Tentang massa

Pernah ingin kembali
Namun itu tak mungkin lagi
Sebab semua sudah tak ada lagi
Sedangkan aku masih disini
Mencari cerita kembali
Tetapi itu hanya khayalan
Yang pernah aku dambakan
Bersama-sama menciptakan masa
Yang tertunda dulu
Dan kini engkau sudah berlaku
Bahkan engkau tak akan pernah tahu
Di sini aku masih menunggu
Saat-saat seperti dulu bersama >>...

~ 0 ~

SORE

Kau bawa ikatan setumpuk bunga di tangan
Menyebarkannya pada langit senja
Berharap ia akan menyampaikannya pada sang waktu
Sebuah goresan sarat akan makna kau lukiskan
Sebuah kata “ya” yang kemungkinan akan menjadi nyata
Dan sebuah kata “mungkin” yang harus tersemogakan
Seakan engkau berharap
Bahwa ratusan tahun nanti
Dimulai dari sekarang
Semua tidak akan pernah hilang
>...

~ 0 ~

Permataku yang hilang

Aku hanya sekeping rasa
Yang kemudian menjelma menjadi sebuah asa
Asa yg dulu pernah di bangun bersama
Sebelum Akhir nya dia pergi meninggalkan jejak yg ku sebut luka.

~ 0 ~

Idul Adha

Sepuluh dzulhijjah
Malam takbir berkumandang
Surau penuh dengan suara takbiran
Pagi bergegas
Para manusia menjalankan sholat
Menjadi barisan berkumandang
Kelak selesai
Jeritan hewan menggema gema
Takut berpisah dengan tuan dan kawan

~ 0 ~

Pejuang ibu pertiwi(TNI)

Menunggu mu
Seperti menunggu
Ajat mejemput ku..
Bertahun tahun ku lewati
Berbulan bulan hingga
Berhari hari
Namun tak kunjung ku temui
Dulu kita di pisahkan oleh jarak
Dan di lengkapi oleh pertengkaran
Yang Sudah ku lalui
Hingga kita sudah di satukan di kota yang sama
Namun tak >>...

~ 0 ~

Jatuh cinta

Hangat sapamu menggetarkan hati,
Tatap matamu seakan mengandung arti,
Andai bisa aku miliki
Kau membuatku jatuh cinta setiap hari.
Walau kita sering bertemu
Namun mengapa hatiku selalu rindu
Ternyata kau telah curi hatiku
Yang membuat rinduku menjadi candu.
Hatiku selalu bertanya-tanya,
Apakah aku telah jatuh cinta?
Jika memang begitu adanya
Ijinkan aku memilkimu selamaya.

~ 0 ~

bahagia yang hilang

seperti jernih embun pagi
mengalir menderu membasahi pipi
mengalir membawa seribu kesesakan di hati
isakan tak tertahan memecahkan keheningan
ketika hati berteriak karna segundah rasa
meraung karna seribu luka
tubuh terpaku diam tak berdaya
terpuruk karna dunia yang kejam
menyiksa dengan seribu kesedihan
oh … dunia dimanakah kebahagian itu
dimanakah kau menyembunyikannya
atau tak tersedia >>...

~ 7.5 ~

Rindu dendam

Madah rasa rindumu
Sudahku siap puisi-nya
Dimana kalam rasa memggebu
nak dibaca bersama cerita lara
Minggu berlalu senin meratap hari
Asa larang aku merindu-nya
Tak tahan aku lena menunggu rindu datang menjenguku
Acik telok lekop,30 juli 2019

~ 5 ~

Antara Langit Dan Rindu

Langit sangat merindukan senja, seperti aku merindukanmu
Langit sedang menunggu fajar, seperti aku menunggu mu
Langit sangat terlihat indah saat ada pelangi, akupun begitu terlihat indah saat ada kamu
Saat ini langit sedang bersedih, seperti aku yang kau tinggalkan
Adakalanya langit terlihat indah, karena ada bintang yang menghiburnya
Namun semua itu akan berlalu, seperti kisah >>...

~ 0 ~

Malam Kelam

Magrib itu kau cumbu diriku dengan desir rindu
Gemerisik kota menghancurkan nyenyat yang kucipta diam-diam,
Kulantunkan ayat-ayat renjana pada bibir-bibir kubah,
Yang menggema pada dinding-dinding mushola,
Sebagian diriku risak,
Ada desir yang mengguncang hebat,
Lagi-lagi aku tercekat,
pada adzan yang menggaung di sudut-sudut kota,
atau pada tirai-tirai vishaka yang bergelantung di angkasa.
Sejujurnya, ingin kututup >>...

~ 5 ~

Muara Hati

Lusa, Matahari masih dipematang
‘ku doa teruntukmu yang tak tergenggam
dirimu yang tengah nestapa
kuiringi semesta cinta
harapku tak berpadang luas
segenap bahagia tuk ‘mu, semoga…

~ 0 ~

Rindu Yang Tak Bertepi

Tentang rasa bagian rindu..
Yang disebut dengan rindu yang tak bertepi..
Bercengkrama dengan langit senja, masih berjibaku menatap asa..
Masih bermain dengan bait-bait sederhana ini..
Sungguh, dengan apa lagi aku menyapa rindu ini?..
Terdiam, merenungi tiap khayal di penjuru pintu-pintu ini..
Kuncinya masih kupegang erat, dengan harap yang tak ingin lepas..
Menanti tanpa batas dan >>...

~ 0 ~

Bayang sepertiga hari

Aku gelisah..
Aku berlarian menuju entah kemana
Kuratan menjalar dari kuku kaki
Titik masih serupa bayang diri di sepertiga hari
Aku berlarian entah untuk apa
Embun pun kalah pagi dengan langkah jari
Tak bergeming tak beranjak
Suara gemuruh serak

~ 1.6 ~

Sayang aku rindu

Sayang…
Kaulah seseorang yang kuinginkan
Tatapanmu….Senyumanmu…
Sayang…
Dengarkanlah aku disini..
Aku disini menantikanmu..
Menunggumu… Tuk cintamu..
Meski kita terpisahk jarak & waktu
Tapi rasa sayang & cintaku hanyalah untukmu..
Meski kau kini tak lagi di sisi..
Tapi kehadiranmu selalu ku nanti..
I LOVE YOU

~ 3.5 ~

Aku Terlalu Rindu

Pada saat nya datang,
Aku akan meningggalkan segalanya,
Mana mungkin untuk aku menolak takdir yang menjumputku,
Roh aku terlalu merindukan pemiliknya,
Hentikan segala kegilaan hidup ini,
Terima kasih untuk segala kesakitan,
Cinta Kau terlalu besar,
Aku bahagia dalam tangisan sakitnya dunia ini,
Buat aku sedar akan rahmatMu.

~ 5.1 ~