Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

pecundangi dunia

Pada

Jangan pernah takut jika hari ini air mata yang menemani hari kita,
Karena mungkin semua ini sebagian dari cara tuhan untuk kita,
Untuk membentuk pribadi kita,untuk jadi orang yang kuat di saat semua cobaan
Dan ke sedihan itu datang menghampiri kita,
Hidup itu misteri,terkadang apa yang kita inginkan terkadang tidak sesuai dengan harapan
Di hari ini kita bisa tertawa lepas,dengan sekejap tuhan bisa memberikan kita air mata,
Hadapi semua nya,buang semua rasa takut kita terhadap dunia,
Buang semua nya jauh-jauh,rasa takut Cuma akan membuat kita semakin terjatuh,
Gantungan semua impian kita,yakin kan hati kita ,kita akan wujudkan semua impian kita
Dan kita akan buktikan kepada dunia kita lah pemenang nya,bukan dunia yang akan pecundangi kita
Tapi kita yang kan pecundangi dunia,
Ikhlaskan air mata kita yang mengalir hari ini
Dan yakin air mata yang keluar di hari ini esok akan menjadi permata
Akan menjadi sesuatu yang indah seperti pelangi yang muncul setelah turun hujan
Dan mentari yang terbit setalah malam meninggalkan kita,,

Jakarta 15 feb 2016
(Gucenk”z)

Belum ada yang menilai, klik bintang untuk menilai:

Puisi tentang Kehidupan - Puisi tentang kehidupan sebagai salah satu contoh metode merenungkan segala permasalahan yang dihadapi. Hingga mampu melahirkan kebijaksanaan melalui penyusunan tiap-tiap bait puisi. Arti kehidupan bagi manusia salah satunya adalah bagaikan sebuah perjalanan panjang nan melelahkan. Kenapa tidak rehat sejenak untuk merenungkan apa yang terjadi.Membuat sebuah puisi yang mungkin menjadi penyemangat dalam mencari jalan keluar bagi permasalahan yang ada. Atau minimal menghadirka


Selain Gambar Puisi pecundangi dunia

Cermin Rias Perak
Negeri Fantasi
Miskin Jiwa

Puisi ini telah memenuhi syarat untuk publikasi, seperti halnya puisi berjudul secangkir kopi rindu kiriman dari eka tekno. Selanjutnya silahkan simak puisi Kehidupan berjudul Dunia dalam Hujan kiriman dari Jayanto Halim Tjoa dan kami harapkan apresiasi para pembaca dengan memberi nilai.

Tak lupa kami ucapkan terima kasih pada para penulis yaitu Jayanto Halim Tjoa, Icep supriatna(gucenk"z), eka tekno atas kirimannya. Kami berharap mereka terus mengasah bakat dan kemampuan dibidang sastra.