MENU

Secercah Cahaya

©️ Irma Arifah

Tak ada yang tersisa
dari remahan hati antara kita
Satu demi satu menghablur
bersama asa yang telah terlanjur

Dingin malam tak pernah menyampaikan
Jejak perjalanan jiwa kita telah sampai di mana

Purnama telah menyapa
sementara hati kita masih belum juga beranjak
dari luka yang menganga

Namun asa akan selalu ada
di hati-hati yang senantiasa merindukannya

Tak ada yang kan sia-sia
segalanya akan terukir indah penuh makna

(Purnama Sastra, 17 Mei 2022)


https://www.puisipendek.net/secercah-cahaya

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

0

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Secercah Cahaya

Contoh Puisi 6 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Malam kiriman Akura Popo.

Malam

Malam

Semesta bersahaja menyalin rupa
Pertanda waktu enggan berdusta
Gulita menjelma tirai cahaya
Perantara masa yang sementara

Gemintang berpadu melebur petang
Melepas surya kembali pulang
Rembulan datang kodrat terulang
Merangkai tenang tanpa >>…

Puisi Guru, Puisi Kehidupan, Puisi Rindu, Puisi Sahabat

Selanjutnya Puisi Guru berjudul Rinai Harapan dari Faridatus Zulfa.

Rinai Harapan

Rinai Harapan

Malam ini begitu hening dan sepi
Terbayang dikau jauh di tepi
Merenung di dalam kalbu
Ku tambatkan harapku kepadamu
Mungkin ini hanya masalah waktu
Terbentur ruang yang rimpuh
Di sinilah >>…

Terima kasih Faridatus Zulfa, Irma Arifah, Akura Popo atas kirimannya.

@puisipendek_net #puisicinta #puisipendek #puisipatahhati #puisigalau #puisimalam #puisiputuscinta #puisisedih #puisisenja #puisigombal ♬ original sound - PuisiPendek.Net Official

Disebut apakah rima puisi Secercah Cahaya ( a a r r n a a k a a a a a i ) ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Puisi 14 Baris Disini

Terkait Gambar Puisi Secercah Cahaya

wejangan isteri

Suamiku…
Aku tau engkau lelah
Suamiku….
Aku tau engkau gelisah
Dibalik candamu…kau meringik
Di balik senyummu …kau mengeluhh
Suamiku… >>…

Senja

Senja…
Kutitip sepenggal asa ini yg ternoda
kutitip luka ini dilangit yg menjingga
Kunikmati derita ini hingga malam tak mampu menerjemahkan kesunyian
Biarkan semuanya abadi
hingga mayapada berhenti digelar

Marhaban ya Ramadhan

Bila malam terlalu kelam dan dingin,
Maka fajar adalah Ramadhan yang menjanjikan cahaya dan hangat.

Genggam saja dunia, namun istirahatlah sejenak,
Renungkan sejatinya manusia,
Ingat jalan kembali kelak.