Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Yang Tak Terbantahkan

©️ PencilSpirit

“ciluuuuuuuk baaa”
“Jangan lelarian, ntar jatuh”
“Jangan jajan sembarangan, ditabung ya”
“Udah makan?”
“Jangan lupa sholat”
“Tolong anterin belanja”
“Semoga semua sehat selalu”

Kata-kata mencerminkan segalanya,
Dari masa… ke masa

Aku juga menyayangimu Bu


https://www.puisipendek.net/yang-tak-terbantahkan
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Yang Tak Terbantahkan

Contoh Puisi 3 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Potret kiriman Anggi Renggani Dwi Yanti.

Potret

Kubuka gawai
Tergambar jelas potret kita
Kukira api rindu akan padam
Nyatanya ia semakin menghujam

Puisi Ibu, Puisi Kehidupan, Puisi Romantis

Selanjutnya Puisi Ibu berjudul Senja dari Hery Thomas.

Senja

Senja…
Kutitip sepenggal asa ini yg ternoda
kutitip luka ini dilangit yg menjingga
Kunikmati derita ini hingga malam tak mampu menerjemahkan kesunyian
Biarkan semuanya abadi
hingga mayapada berhenti digelar

Terima kasih Hery Thomas, PencilSpirit, Anggi Renggani Dwi Yanti atas kirimannya.

Puisi Bebas, Puisi Kontemporer

3 comments

  1. PencilSpirit berkata:

    Penjelasan tentang puisi diatas :
    Judul nya “yang tak terbantahkan” itu berarti apa yang ada dalam puisi ini memang tidak bisa dibantah, bisa juga apa yang ada di puisi ini dialami kebanyakan orang.

    Sebenarnya ending puisi ini menjelaskan tentang apa puisi ini, “kata kata mencerminkan segalanya, dari masa ke masa” adalah bagaimana kalimat-kalimat tersebut melambangkan kasih sayang ibu dari waktu ke waktu, mari kita bedah satu-satu

    “ciluuuuuuuk baaa”
    Kalimat itu sering diucapkan ibu ketika kita masi bayi dan belum mampu apapun selain menangis dan ketawa, dan ciluk ba melambangkan bahwa ibu suka membuat kita tertawa saat bayi dengan bermain menghibur kita. Ini perlambang kasih saat bayi.

    “Jangan lelarian, ntar jatuh”
    Kalimat ini pernah diucapkan ibu kita saat kita telah antusias lari kesana kemari menjelajahi dunia yang mempesona, namun karena sayangnya, sang ibu selalu minta berhati-hati karena tak tega melihat kita jatuh, meski itu untuk pembelajaran kita. Ini perlambang kasih saat kita sudah bisa berjalan dan berlarian.

    “Jangan jajan sembarangan, ditabung ya”
    Kalimat ini bakal diucapkan ibu ketika kita telah masuk sekolah dan dapat uang jajan. ini diucapkannya lantaran kasih sayangnya yang tak ingin kita sakit karena jajan sembarangan. Ini saat kita mulai masuk sekolah.

    “Udah makan?”
    Kalimat ini juga sering diucapkan para ibu, karena kita sudah beranjak puber dan mulai sering membantah apa yang menurut kita mengatur. Sehingga Ibu mengalah dan hanya mengingatkan beberapa hal yang esensial saja, agar kita tidak marah atau tersinggung. Ini diucapkan ketika kita sudah kuliah.

    “Jangan lupa sholat”
    Bagi yang beragama islam, pasti pernah menerima WA ini dari ibu kalian, berkali kali mungkin. Itu karena kasih sayang ibu yang tak ingin anaknya jauh dari agama dan sadar atau tidak sebagai pengikat akhlak kita yang sudah mulai sibuk bekerja dan mulai mandiri dengan penghasilan sendiri. Ini ketika kita sudah bekerja.

    “Tolong anterin belanja”
    Ini akan diucapkan ibu ketika kita sudah mulai berkeluarga, saat kita pulang kampung dan kembali berkumpul dengan ibu, karena kasih sayangnya, ia ingin dekat lagi dengan anak-anaknya. Itu juga melambangkan bahwa ibu sudah masuk usia senja dan sudah tidak selincah dulu lagi. Ini ketika kita sudah berkeluarga dan mulai mengerti bagaimana memperlakukan ibu dan peran ibu dalam hidupnya.

    “Semoga semua sehat selalu”
    Ini juga akan ibu katakan ketika kita sudah jarang bertemu dengannya, atau sedang jauh bersama anak-anak kita. Ini saat kita sudah dewasa dalam berumah tangga, dan sudah mulai bisa bijaksana.

    Sekian, semoga para ibu yang kita kasihi berumur panjang, sehat selalu, dilindungi dan senantiasa dilimpahi berkah oleh Tuhan YME.

    1. Tercyduk berkata:

      oh gitu

  2. Tercyduk berkata:

    Keren juga ternyata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Yang Tak Terbantahkan

Perasaan Ku
Perasaan Ku

Saat ini aku tak tahu arahku,,
Perasaanku,,,
Aneh,, taak nyata,, namun nyata,,
Iya,, nyata,, itu aku rasakan,,
Tapi aku tak dapat melihatnya,,
Berarti tak nyata namun nyata,,
Namun aku dapat >>…

Aku;
Aku;

AKU;
Sebuah kata yang memiliki sifat egois
Yang juga memiliki sifat penangis
Seorang lelaki yang hatinya mudah teriris
Aku..
Tak bisa merangkai kata layaknya orang pintar
Tak bisa membuat puisi >>…

Ayah
Ayah

Malam ini…
saat angin menyapa lirih
Bintangpun enggan angkat kaki
Terbesit sesal di rongga hati
Akan lelaki sejati yang tak pernah mati
Meski telah pergi….
Ayah..sering kau dipandang sebelah mata
>…