Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Tuntas

©️ anonym

naifmu kerap menumbangkan harap
yang kususun dalam riuhnya sunyi
mempasikan tiap laju darahku
kala mengingat garis wajah yang kau gores
dalam kanvas waktu dengan bintang yang paling cemerlang
yang kerap menyegarkan cerita yang kutanam dalam baris abjad

kusudahi puisiku bukan karena kutak jeli
memahami kondisi, maaf, kabar teramat cepat datang
dan menjadi sebab mengapa isyarat yang kuberi
berakhir dengan terlampau pasti
menghangatkan tiap inti dalam diri
menyudahimu dalam ingatan

datanglah dengan seribu Arjuna di belakangmu,
datanglah dengan ribuan pasopati di balik pesonamu
dan tak akan undur aku dari para ksatria yang menyusup
pada tiap helai rambut dan deru nafasmu

akan kupadamkan kenangan yang kau takik
melalui embun pagi yang menitis di kedua matamu
yang kerap membuat para ksatria gugur di padang kurusetra
dengan lesat panah yang ‘kan membakar bumi;
dengan api dari jiwa Wisanggeni

dan betapapun aku tak di ingini dunia,
dengan piawai, aku mampu memadamkan hasrat
meski masih serupa biji niat cukup dengan sekepal kisah
tentang redupnya matahari sebagai pertanda bahwa
selalu ada daya untuk mengharamkan puisi-puisiku
bagi para bidadari penghuni loka

maka, akan kuterima dengan tangan terbuka
dengan rasa yang paling lapang dalam dada
sumpah serapah seluruh umat manusia
karena akulah Ardalepa; senopati mahasakti
yang hanya akan mati karena keinginanku sendiri.


https://www.puisipendek.net/tuntas
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Tuntas

Contoh Puisi 6 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Perasaan Ku kiriman anonym.

Saat ini aku tak tahu arahku,,
Perasaanku,,,
Aneh,, taak nyata,, namun nyata,,
Iya,, nyata,, itu aku rasakan,,
Tapi aku tak dapat melihatnya,,
Berarti tak nyata namun nyata,,
Namun aku dapat >>…

Puisi Ibu, Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Ibu berjudul Hingga Sore dari anonym.

Kelinci ini tak henti-henti bergumam,,
Hingga aku tak henti-henti melihat,,
Kelinci ini kata orang mudah mati,,
Dan sangat sensitif,,
Kenapa ya…?
Ada makhluk yang mudah sensitif dan mudah mati,,
Apa >>…

Terima kasih anonym, anonym, anonym atas kirimannya.

Puisi Panjang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Tuntas

dunia yang tak mengerti

dunia yg tak perna mengerti
apa aku yg tak perna membuka mata
smua terasa menyedihkan
saat aku membuka mata dan menutup mata
adakala smua org berkata
smua indah pada waktu >>…

saat aku menyatu dalam tubuhmu

Ketika dulu aku masih menyatu dalam ragamu..
Ku temukan Sebuah kehangatan serta keindahan di dunia itu..
Kemanapun jejak kakimu melangkah, ragaku selalu ikut menyatu dalam tubuhmu..
Tak sedikutpun aku >>…

Cinta Terbungkus Pita (2)

Ketika pita telah kaubuka
sebingkai cermin kauangkat
bukan itu hadiahnya
aku tak ingin kau bersolek, sayang

aku ingin kau bercermin
lihatlah refleksi yang kauhadapi
itu bayangan seorang ibu
wajah cinta yang sesungguhnya