Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Tsunami Fukushima

©️

Tolong aku,
Aku seorang murid disana
Dari Minami-Soma, di Fukushima.

Karena Tsunami aku kehilangan teman,
Teman-temanku kehilangan orang tua dan sendirian,
Sahabatku terjebak di Minami-Soma tidak bisa berkendaraan.

Hanya melalui telepon dan email
Aku bisa menghiburnya meski secuil

Dia berjuang melawan rasa takut
dari paparan radioaktif tingkat lanjut

Tapi dia mengundurkan diri.

Pukul enam belas
Dia siap untuk mati;
Dia merasa kematian semakin dekat.

Bahkan jika dia diselamatkan,
Dia harus hidup dengan ketakutan terus-menerus terhadap radioaktivitas.

Para politisi, negara,
media massa, para ahli,
bos dari NPP,
mereka semua adalah musuh.
Mereka semua adalah pembohong.

Berita semakin sedikit melaporkan tentang NPP,
selalu adegan tsunami yang sama,
wawancara tak berperasaan oleh media,
pernyataan kasih sayang hanya sebagai basa-basi,
politisi, yang menggambarkan kehancuran sebagai “bencana alam”.

Politisi, bantu kami dengan pendapatan dan tabungan Anda.
Berhenti dengan kemewahan dan
membantu para korban untuk bertahan hidup.

Tidak hanya memberi perintah,
jangan hanya menonton dari tempat yang aman,
sebaliknya tolong bantu kami di situs!

Kami diabaikan,
mungkin Fukushima akan diisolasi.

Kami diabaikan,
kita dibunuh oleh negara.

Kami para korban malapetaka tidak akan pernah memaafkan negara yang mengabaikan kami, kami akan membencinya selamanya.

Saya ingin memberi tahu orang yang telah membaca selembar kertas ini:

Anda tidak tahu kapan, bagi Anda orang yang berharga tiba-tiba menghilang. Bayangkan orang yang sedang tertawa di sebelah sekarang tiba-tiba menghilang.
Tolong perlakukan dia dengan lebih hati-hati,

Sekolah kita, tempat kita menghabiskan masa muda kita,
telah berubah menjadi kamar mayat,
di gym, tempat kami melakukan aktivitas olahraga dan klub, sekarang terbaring mayat tak bergerak.

Bagaimana saya bisa membawa kebenaran kepada sebanyak mungkin orang?
Meskipun hanya satu orang yang membaca kertas ini,
Saya akan senang

Inilah yang saya pikirkan dan jadi saya menulis selembar kertas ini.
Saya minta maaf dan saya ingin mengucapkan terima kasih.


https://www.puisipendek.net/tsunami-fukushima
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Tsunami Fukushima

Contoh Puisi 19 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Menghayati Alam kiriman Mochammad Ronaldy Aji Saputra.

Menghayati Alam

Menghayati Alam.
Pesonamu melepaskan letihnya kehidupan.
Terdapat makna tersirat dibalik itu semua.
Ku harus bersyukur kepada Sang Pencipta.

Disaat aku letih akan rumitnya dunia.
Berlarilah kepada sang pencipta kehidupan.
Keindahan alam >>…

Puisi Horor, Puisi Sedih

Selanjutnya Puisi Horor berjudul SANG PENDIDIK TELAH TIADA dari Nichan N1412.

SANG PENDIDIK TELAH TIADA

Selamat Jalan Rekan sejawat
Hidup dan mati adalah kepastian
Tiap-tiap jiwa yang datang
Mutlak akan pergi
Sang pendidik telah tiada
Menyisakan jejak rekam pada kenangan
Rekan sejawat
Engkau telah Pergi >>…

Terima kasih Nichan N1412, , Mochammad Ronaldy Aji Saputra atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Tsunami Fukushima

Bayang Sunyi, Rindu Bisu
Bayang Sunyi, Rindu Bisu

Hujan menabur kesunyian malam ini
Jemari menari menderas pada getar kata
Kotori lembaran kertas nan putih
Tak kala lirih ia mengikuti perasaan.
Katamu ini akan sebentar saja ?
Tak lebih >>…

pergi dengan sebuah kesedihan
pergi dengan sebuah kesedihan

Ketika malam tiba
Ku lihat bintang yang terang di langit
Bintang yang terang menyinari
Mata dan hatiku

Tetapi tidak dengan perasaan
Dan fikiranku yang gundah gulana
Kulihat daun yang melambai -– >>…

Ilusi ku
Ilusi ku

Setiap saat bahkan setiap waktu
Aku masih merasakan mu
Merasakan , kehadiran mu
Namun… mengapa…
Aku tak dapat merabamu…
Dan tak dapat menyentuhmu…
Apakah ,ini hanyalah …
Ketidaksadaran ku…
Atau >>…