Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Terhenti

©️ Novi Amelia Natasha

Ada tawa yang sudah terhenti
Ada tangis yang sudah tertati
Seribu rautan wajah membuka arti
Kini aku tersadar itu bukan bukti

Aku coba untuk melangkah
Aku coba untuk menghapus
Aku tak ingin larut pada satu masa lalu

Sedih, bukan hal yang harus di ungkapkan
Pergi, bukan hal yang harus di ingatkan
Rasa yang kau berikan, kini menjadi asa yang kau tinggalkan


https://www.puisipendek.net/terhenti
Nilai
6
7 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(7 votes, average: 6,29 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Terhenti

Contoh Puisi 3 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Kalau Saja kiriman keboard.

Kalau saja cinta bersuara

Mampukah ia mengatakannya padamu?

Kalau saja cinta berbunga

Mampukah ia mekar di hatimu?

Kalau saja cinta adalah jarak

Tak mampukah mendekatkan kita sedekat nadi?

Kalau saja cinta adalah waktu

Tak bisakah >>…

Puisi Patah Hati

Selanjutnya Puisi Patah Hati berjudul Peluh Pembangkang dari Devana Nur Neisyiah .

Di ambang waktu
Ku merangkak lesu termakan pilu
Membakar peluh yang jatuh bercampur debu
Merenung, membisu di kalbu
Tidakkah kau tahu?
Bendera suci di pelupuk mata
Ingin jariku menyandera
Tapi >>…

Terima kasih Devana Nur Neisyiah , Novi Amelia Natasha, keboard atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Terhenti

Nestapa Asmara

Pagi, mengejar siang
Petang, menanti sore tenggelam
Senja membalut rindu
Tak ada kabar untukku
Sembilu berbisik ragu
Ragu akan kepalsuanmu
Ku bujuk…
Ku rayu…
Lagi, dan lagi…
Semua tinggal ilusi
>…

Biru kelabu

Kini angin tidak berpihak kepadaku, biru kelabu sudah hari ini.

Tidak ada lagi nyanyian para malaikat sehabis hujan yang kudengar,
Hanya ada kicauan sendu 3 burung kenari di ranting oak >>…

Penampikan

Tanpa kau minta

Aku suguhkan raga

Tanpa kau minta

Aku hidangkan jiwa

Tanpa kau minta

Aku sajikan asmaraloka

Tanpa kau iba tiada kau memeka

Malah kau minta asa-ku dipusara