Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Tangisan Ibu Pertiwi

©️ Nabila Agustin

Kulihat ibu Pertiwi sedang menanggung kesakitan diatas tanah ini.
Tanah kering kerontang tanpa bakti putra putrinya.
Ibu Pertiwi kau tampak murung kusam dan gusar.
Hutanmu kini tak lagi rimbun.

Aliran sungaimu kini tak sejernih dulu lagi.
Kekayaan alam menjadi corak yang tak terkalahkan habis ditelan masa.
Kini ibu Pertiwi sedang bersedih.
Ibu Pertiwi nafasmu kini semakin berat tersengal.

Ibu Pertiwi usiamu kini sudah renta tak lagi muda.
Ibu Pertiwi aku tahu engkau putus asa.
Ibu Pertiwi engkau kini merasakan kekecewaan yang mendalam.
Nusantara sekarang sedang merintih dari Sabang sampai Merauke.

Negeriku kini engkau banjiri air mata derita.
Wahai pemangku kekuasaan negeri ini hapuslah air mata derita itu.
Siapa yang telah menggarong negeri ini.
Siapa yang telah membuat mu menangis.

Mencungkil habis butiran emas bumi Pertiwi.
Engkau kini telah berkalung tahta.
Gunung-gunung seakan ikut berduka.
Ibu kini separuh tubuhmu telah dihancurkan oleh rakyat-rakyat yang tak bertanggung jawab.

Wahai engkau ibu Pertiwi.
Akan kubalut lukamu kubebat darahmu kuobati cederamu.
Cepatlah sembuh dan senyumlah kembali untuk negeri.
Maafkan kami putra putrimu yang tak mampu menjaga surgamu.


https://www.puisipendek.net/tangisan-ibu-pertiwi
Nilai
6
54 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(54 votes, average: 6,19 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Tangisan Ibu Pertiwi

Contoh Puisi 6 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Semoga kiriman Millaricindi.

Kamu sejuk,tapi menujam rasuk
Memberiku harapan,setelahnya kamu hempaskan
Ada kalanya aku harus berfikir
Hidup tak harus sejalan dengan takdir
Tanganmu yang kupegang erat
Ternyata bukan ramalan yang akurat
Semoga aku >>…

Puisi Sedih, Puisi Tentang Pahlawan

Selanjutnya Puisi Sedih berjudul Tak adeu Rasa dari Kolonel.

Kurasa suka ku telah berganti
Rasa ku juga mendadak mati
Kau menjadi sosok misteri
Bak teka teki

Tidak seperti awal berjumpa
Kini perjalanan menjadi hampa
Kasih tak lagi ada
Antara kita >>…

Terima kasih Kolonel, Nabila Agustin, Millaricindi atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Tangisan Ibu Pertiwi

Yang Dirahasiakan Maret

pukul dua belas malam tadi
februari pulang dengan langkah gontai
memberikan tempatnya untuk maret
yang pandai merahasiakan perihnya sendiri

februari yang lapang dada
pernah berada dalam mimpimu
yang memejamkan cemas
merebahkan >>…

Kerinduan

Gerimis bertaut membasahi tubuh
Rinainya jatuh menjadi tangisan dimataku

Rasa ini membeku…
Membatu mengingat kisah lalu

Saatku lincah nan lugu,
Waktu kecilku..

Biarlah nafasku bercerita tentangmu
Bersajak indah memanggil namamu

Ibu..
Aku teramat merindukanmu

Aku >>…

Penyesalan

Bagai angin malam yg berhbus kencang…
Seakan menyapa diriku yg kesepian..
Dimana dirinya.. dia yg ku cinta..
Kumerindukannya walau kini tak bersama..
Maafkanlah aku.. ini salahku.. yg tak bisa menjaga >>…