Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Tahun yang mencekam

©️ Aidil Hasbi Tambunan

Tahun ini menjadi amat mecekam..
Membuat kita hanya terdiam..
Telah banyak usaha yg telah di lakukan..
Namun sedikit hasil yang memuaskan…

Mulai dari banjir di ibu kota…
Sampai corona yang sampai ke indonesia..
Banyak hal yang menakutkan…
Tapi kita hanya bisa berdiam diri…

Lihatlah negeri ini…
Ekonomi menjadi tak terkendali…
Banyak potensi yang bahkan telah terjadi..
Mulai dari kemiskinan bertambah dan meninggi..
Sampai sekolah menjadi tak berpenghuni…

Marilah kita berdiam diri..
Agar corona tak sampai pelosok negri..
Lakukan sapa tanpa jabat tangan..
Agar kita terselamatkan…

Telah banyak nyawa yang telah hilang..
Bukan sepuluh atau dua puluh…
Namun beribu jumlah yawa telah hilang…

Tapi apakah kita menyadari…
Bisa saja ini teguran sang Ilahi..
Kepada kita makluk nya yang selalu iri..
Terhadap insan lain yang kaya materi..

Seharusnya kita sadar diri..
Dan mensyukuri nikmat yang telah diberi..
Bukan malah berkecil hati..
Dan mengharap yang lebih lebih..

Ampuni kami ya Rabb
Makhluk Mu yang hina ini….

Semoga tersemogakan
Semoga corona hilang dari negeri ini…


https://www.puisipendek.net/tahun-yang-mencekam
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Tahun yang mencekam

Contoh Puisi 9 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Empat Musim kiriman Gilang_Wreda.

Empat Musim

Aku memiliki empat musim, kekasih.
Musim pertama selalu ada hujan yang menemani sepi.
Di musim kedua selalu ada kemarau yang menghapus air mata di lereng pipumu.
Lalu, di musim-musim berikutnya >>…

Puisi Corona

Selanjutnya Puisi Corona berjudul Laraku Pilumu dari Amram Ambon Tuarlela.

Laraku Pilumu

Saat pagiku kian mendekat
Kau yang s’lalu ku ingat
Sekalipun jarak terasa lambat
Biarkan cinta tetap terikat

Naluri sengbangi karsa
Rasa yang terselubung tiada
Diantara jarak kita bersama

Rindu tak juga mereda
>…

Terima kasih Amram Ambon Tuarlela, Aidil Hasbi Tambunan, Gilang_Wreda atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Tahun yang mencekam

Bumi Yang Asing
Bumi Yang Asing

Kau tidak punya alasan lain, selain berada di rumah.
Begini juga aku.
Mendengarkan musik masing-masing dan
menyalakan lilin pada petang.

Bangsa kita sudah sakit dari awal. Memakamkan koruptor dengan uang. >>…

Bayang Sunyi, Rindu Bisu
Bayang Sunyi, Rindu Bisu

Hujan menabur kesunyian malam ini
Jemari menari menderas pada getar kata
Kotori lembaran kertas nan putih
Tak kala lirih ia mengikuti perasaan.
Katamu ini akan sebentar saja ?
Tak lebih >>…

Hilang
Hilang

Puisi romansa, politik, dan rindu

Hilang menjadi abu

Berfikir bijak kala itu

Berfikir cemerlang layaknya elang

Kini hangus akan ketakutan virus menyerang

Fikiran kacaw balaw tak karuan

Senandung tinta ku tuliskan

Senang dan gembira kurasakan

Kala itu sebelum >>…