Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Semesta Bekerja

©️ Yulia Awalliyah

Letih kehabisan cara
Memaksa hati ikut bicara
Bahwa cinta tak bisa dipaksa
Pernah timbul
Hidup
Tumbuh
Berkembang, lalu
Mati perlahan

Kau yang berjuang, aku yang mengabaikan
Semesta bekerja untuk itu
Yang tak ditakdirkan, akan tetap hilang
Sekuat apapun, ditahan
Seketat apapun, dijaga
Yang ditakdirkan, akan tetap pulang
Sekeras apapun, ditolak
Sejauh apapun, ditinggal

Dan jika takdirmu disini
Cepat pulang
Aku rindu


https://www.puisipendek.net/semesta-bekerja
Nilai
8
5 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(5 votes, average: 8,40 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang Semesta Bekerja

Contoh Puisi 3 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul KAU kiriman Yulia Awalliyah.

Kau,
Yang kusayang
Yang tersayang
Jangan hilang
Jangan lupa arah pulang
Kau,
Yang tercinta
Yang terkasih
Duduklah
Disini
Bersama
Seirama
Selamanya.

Puisi Rindu

Selanjutnya Puisi Rindu berjudul Inginku dari Mahiroh.

Inginku…
Kupas selimut malam
Yang bangunkan bulu peraba
Butakan cahaya mata
Lengan telinga menyapa

Inginku…
Ulur tali harapan
Terbangkan sayap impian
Kepakkan daun kehidupan
Mekarkan kelopak kenyataan

Do’aku…
Merekah sejuta angan

Terima kasih Mahiroh, Yulia Awalliyah, Yulia Awalliyah atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Semesta Bekerja

Empat Musim

Aku memiliki empat musim, kekasih.
Musim pertama selalu ada hujan yang menemani sepi.
Di musim kedua selalu ada kemarau yang menghapus air mata di lereng pipumu.
Lalu, di musim-musim berikutnya >>…

Merajut sendiri

Bukannya aku tak mau atau takut kembali.
sedangkan aku tak ingin lagi melihatmu meneteskan air mata.
saat perpisahan itu terjadi.
bukan kah langit merundung,ombak di laut menepis pelan-pelan.
justru dingin >>…

Rindu ku

Merindukanmu dengan caraku
Ternyata lebih kelu
Dari cinta yang bisu

Begitu biru,
Begitu pilu

Aku rindu,
Sangat rindu