Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Satu Frekuensi

©️ Puspa Agustin

Dengan mata tlnjng
Menerobos gelap yang hitam pekat
Aku meraba
Adakah cahaya di dalamnya?

Ada titik kutemukan
Sedikit redup namun menerangi
Remang-remang
Aku menerawang

Menginjakkan kaki pada dimensinya
Bersimpuh takzim
Ada luka kubaca dari bola matanya
Menetes air mata dengan senyum paksa

Aku mengepal jari jemarinya
Menggandeng ke arah pintu keluar
Sebab ternyata kita tak jauh beda
Aku juga berdarah


https://www.puisipendek.net/satu-frekuensi
Nilai
6
3 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(3 votes, average: 6,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang Satu Frekuensi

Contoh Puisi 4 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Pamit kiriman Fiqryghifary .

Pamit

Hey kemarilah sebentar aku ingin bermain denganmu berlarian memutari edelweis basah dipagi ini.
Temani aku setidaknya sebelum kabut itu datang dan menenggelamkanku lagi.

Aku ingin menghilang dengan atau tanpa >>…

Puisi Sahabat

Selanjutnya Puisi Sahabat berjudul Semoga dari Millaricindi.

Semoga

Kamu sejuk,tapi menujam rasuk
Memberiku harapan,setelahnya kamu hempaskan
Ada kalanya aku harus berfikir
Hidup tak harus sejalan dengan takdir
Tanganmu yang kupegang erat
Ternyata bukan ramalan yang akurat
Semoga aku >>…

Terima kasih Millaricindi, Puspa Agustin , Fiqryghifary atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Satu Frekuensi

Aku, Mereka, dan Bahagia
Aku, Mereka, dan Bahagia

Siapakah mereka?
Mereka hanya insan biasa
Tak cantik, tak pula kaya
Namun mereka sangatlah langka

Nan jauh di cakrawala
Sang surya tersenyum melihat kita
Menari melingkari cahaya langka
Cahaya Bahagia

Canda, tawa, >>…

Sahabatku
Sahabatku

Ku jelajahi sejarah kenanganku.
Ku putar rekaman masalaluku.
Menghadirkan kembali masa itu.
Masa – masa di putih biru.
Yang tidak terhapus,
Walau terombak waktu.
Potret wajahmu melintas..
Indah dalam lamunaku.
>…

Lelaki itu
Lelaki itu

Sayupnya benar menyapa
Ada terik yang tertinggal dan jingga mulai bercengkrama
Waktu terus saja merias langit
Sampai ada duka yang terlupa
Lelaki itu tak lagi sendiri
Kata takut pada udara >>…