Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Sang Pemuda

©️ Golda Meira Hutahean

Kulihat bendera ini
Tiba tiba Aku ingat semua peristiwa
Petistiwa saat pemuda-pemuda berjanji
Demi negeri ini

Terimakasih wahai pemuda negeri
Berkatmu kami bebas dari jajahan ini


https://www.puisipendek.net/sang-pemuda
Nilai
5
2 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(2 votes, average: 4,50 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Sang Pemuda

Contoh Puisi 2 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Terluput Tanpa Arah kiriman Marfu'atul Mahiroh.

Terluput Tanpa Arah

Rumpun arus menderu
Menyanyi pada rintih keluh
Terisak tanya dalam liang luka
Tanpa jari penunjuk arah

Bisu ku terpaku…
Renta ku merapuh…
Terambing ku tak tentu…
Tanpa agama, nol jiwaku.

Puisi Kehidupan, Puisi Tentang Pahlawan

Selanjutnya Puisi Kehidupan berjudul KAU dari Yulia Awalliyah.

KAU

Kau,
Yang kusayang
Yang tersayang
Jangan hilang
Jangan lupa arah pulang
Kau,
Yang tercinta
Yang terkasih
Duduklah
Disini
Bersama
Seirama
Selamanya.

Terima kasih Yulia Awalliyah, Golda Meira Hutahean, Marfu'atul Mahiroh atas kirimannya.

Puisi Bebas, Puisi Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Sang Pemuda

Hati yang Teguh
Hati yang Teguh

Meski pijakan ini tiada lagi berirama
Sengau dan terbata-bata
Denyut ini berantakan
Urat nadi semakin melemah
pikiran mulai resah diliputi kebuntuan.

Harapan dan tenaga jangan sampai mati
itulah seninya hidup
suatu >>…

pecundangi dunia
pecundangi dunia

Jangan pernah takut jika hari ini air mata yang menemani hari kita,
Karena mungkin semua ini sebagian dari cara tuhan untuk kita,
Untuk membentuk pribadi kita,untuk jadi orang yang kuat >>…

KISARAN
KISARAN

Ini bukan soal cinta….
Ini kisah dari Lubuk Kisaran ..
Cerita Laksamana yang tak tahu arah ..
Mengaku saudara jika dia rasa perlu ..
Terlahir rendah adalah kekuranganku ..
Mencoba >>…