Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Sahabat Sebebar

©️ Zainab Baudin

Menemui kamu dipersimpangan hidupku,
Adalah satu anugerah,
Nanti kita pergi tanpa kata,
Waktu itu masa bukan lagi milik kita.
Memori kelak makin kusam,
Aku akan dilupakan,
Hidup kita seterusnya pada perjalanan akhirat,
Siapa yang bakal menjadi sahabat sebenar pada jalan itu nanti,
Sahabat setia,
Antara ruh dan jasad sudah bercerai,
Cukuplah Allah bagiku.
Cukuplah Allah bagiku.
Hadirlah dalam jiwa yang kelam,
Nur itu kebahagiaan hidup ku.
Menyebut namaMu dipersada dunia,
Hidup dan matiku.


https://www.puisipendek.net/sahabat-sebebar
Nilai
6
8 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(8 votes, average: 6,25 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Sahabat Sebebar

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Lafadz-Nya di Biru nya Langit Pagi kiriman Nurhasesi.

Kokokan ayam jadi alarm pagiku
Mata mulai menatap dunia
Dan mulai menunaikan panggilan-Nya
Kubuka jendela dan kuikat tirainya
Nampaklah indahnya pagi ini
Setelah ku bersiap diri
Mulai ku melangkahkan kaki
>…

Puisi Islami, Puisi Kehidupan

Selanjutnya Puisi Islami berjudul Hanya Angan dari Arneta Hanysti Zahra.

Didalam sejuta angan,
Terbentang luas harapan
Terbesit penuh khayalan
Terembat sesat ratusan alasan

Hanya didalam angan,
Mengeluh menjadi menyenangkan
Mengenyam pilu menjadi ketenangan
Merengkuh tangisan dalam candaan

Ya,meski hanya sebatas angan semata >>…

Terima kasih Arneta Hanysti Zahra, Zainab Baudin, Nurhasesi atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Sahabat Sebebar

racau

Sepi sendiri,
Meracau hati
Mengharap pergi
Tapi bukan dari hati.

Sepi sendiri,
Berjauhan Diri,
Meracau Hati,
Tetap dinanti.

Sepi sendiri.
Tetap menanti.
Ikhlas dari hati.
Melangkaui Diri

KAU

Kau
Bicara dengan jemari
Lantang
Berapi-api
Menggemakan cinta
Di setiap relung hari

Kau
Bicara dengan jemari
Tutur tanpa jeda
Dan artikulasi menggema
Di kesunyian ini

171219

Minggu pagi

Kapan kali terakhir kita merasakan mata yang memandangi sibuknya burung gereja,
hinggap diantara ruas pohon muda,
tarikan nafas lega sedalam dalamnya,
tak mendengar bunyi klakson dan getar motor menyala,
hanya >>…