Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Sadar Diri

©️ anonym

Bulan menemaniku,,
surya tinggalkan hari,,
bergantian,,
pada ramah,,
tunas bertumbuhan,,
sehabis badai datang,,
pasang dan surut,,
peristiwa ini takkan selesai,,
dan tak berakhir,,
hingga semuanya mati,,
mungkin benar kata kang Ebit,,
Tuhan sudah bosan melihat kita,,
selalu bangga dengan dosa,,
dan bersenang-senang,,
bagai binatang yang ta diberi rahmat


https://www.puisipendek.net/sadar-diri
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(Belum ada yang menilai)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

Gambar Puisi Tentang Sadar Diri

Contoh Puisi 1 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Teman kiriman Ilham T Fajar.

Teman

Teman

Waktu berlalu, tak terasa begitu cepatnya
Saat berada didekat kalian aku merasa riang
Kalian yang membuat hari ini tak begitu basi
Lelucon, canda, tawa menyatu dengan serasi

Kadang ada cinta, kadang >>…

Puisi Kehidupan

Selanjutnya Puisi Kehidupan berjudul Saat Mentari Terbangun dari amel.

Saat Mentari Terbangun

Mentari pagi terbangun dari tidurnya
Awan pagi amat berseri
Wahai engkau mentariku
Bangunkan aku dari tidurmu
Sadarkan aku dari mimpi tentangmu
Engkaulah sang mentariku
Cahaya dalam hatiku
Yang mewarnai >>…

Terima kasih amel, anonym, Ilham T Fajar atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Sadar Diri

Malam Kelam
Malam Kelam

Senja merona
Menandakan petang datang
Hewan malam pun mulai menyanyikan lagu

Kala temaram mulai menyeruak
Sunyi mulai senyap
Ditemani lentera temaram

Aku terbujur dalam kesunyian
Lamunan menerawang
Ke kerinduan yang mendalam

Rindu yang >>…

Jalan Hikmah
Jalan Hikmah

Seringkali “sendiri” memanggilku untuk kembali menelusuri rasa dalam hati.

Aku adalah bias penuh warna,
Dari serpihan kristal kaca.
Tak perduli bagaimana mencoba menyusunnya,
Tetap saja makin berhamburan tak terhingga.

Hati
Hati

Hati………..
Mengapa kau bimbang selalu?
Adakah luka yang tetap hiasimu?

Hati…….
Mengapa pahit selalu kau rasa?
Adakah yang masih mengganjal padamu?

Hati…….
Tabahkan dirimu layaknya raga yang kau huni.
Biarkan yang lalu >>…