Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

Renungan Fajar

©️ Nisa Qurrota Ayun

kala fajar tiba
saat terbitnya sang surya
kan membawa banyak penghidupan
kan mewujudkan beribu ribu harapan

disebelah timur sana
kau tampakkan cahya
namun tak ada yang menyadarinya
bahkan hanya sedikit saja


https://www.puisipendek.net/renungan-fajar
Nilai
10
1 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini
Gambar Puisi Tentang Renungan Fajar

Contoh Puisi 2 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul Candu Gebu kiriman Dedy doubles.

Candu Gebu

Candu Gebu

Aku bertanya disebulir air
Tentang harap yang sungkan kukecap
Tentang asa yang mulai merenta
Adakah alasan untuk ku mencandu gebu?

Hening,
Hanya hening diantara bening yang sayup-sayup memeluk dalam gigil
Dalam >>…

Puisi Alam, Puisi Islami

Selanjutnya Puisi Alam berjudul Pilu Membiru dari Fiqryghifary.

Pilu Membiru

Pilu Membiru

Ada yang lebih biru selain pilu
Di hari rabu semua sendu
Kembali kelabu..

Pandangan sayu menatap api
Yang perlahan mati
Seakan rasa itu masih sakti
Dan segala hal yang menanti
Kita >>…

Terima kasih Fiqryghifary, Nisa Qurrota Ayun, Dedy doubles atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi Renungan Fajar

Terbenam

Terbenam..

Lebih dari cukup aku di godamu dengan warna yang tidak pernah berubah dari waktu ke waktu

jingga yang kemerahan dengan senyum manis dari bibir tipismu

yang mungkin aku mulai merindukannya

biarkan >>…

Segenang Petang

matahari melorot sepinggang bukit
dan hujan jingga yang tiada habisnya mengguyur
menggelar banjir di sepanjang aspal selurus rumahmu
asap rokokkku asyik berenang renang
sedang aku tenggelam muram
kulirik spion motor >>…

Tantangan Siang

Hebatnya terik 12 pas
Kabut jadi kepulan panas
Lembut berubah cadas
3 jam tak jua puas,

Apalah aku hanya penikmat
Segala benda cair dan padat
Terang warna semakin pekat
Diatas bumi >>…