Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Guru dibawah. Atau ke Daftar Isi.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

2 Puisi Guru (UPDATE 2019) ~ 500+ Contoh Puisi Bergambar

Puisi Tentang Guru adalah kumpulan puisi pendek berisi berbagai contoh penggambaran rasa sayang kita terhadap para guru melalui puisi. Kata guru dalam bahasa jawa berarti digugu dan ditiru, atau jika diartikan kedalam bahasa indonesia menjadi diperhatikan (sikap dan kata-katanya) dan ditiru (perilakunya). Meskipun sekarang peran guru telah bergeser menjadi hanya pengajar yang hanya sebatas mengajari bidang tertentu dalam kurikulum, kesuskesan seseorang salah satunya bisa jadi karena peran gurunya dahulu, sehingga pahlawan tanpa tanda jasa pantas disematkan pada semua orang yang menjadi guru meski ia bukan pengajar. Puisi untuk guru dapat juga membantu para guru untuk benar-benar menjadi guru yang ideal, karena apa yang dijadikan puisi guru adalah kata hati murid-muridnya terhadap guru-gurunya.

Puisi Guru Bergambar

Puisi Guru
Puisi Guru bergambar diatas berjudul GURU karya CINTA NISRINA SHOFYA RAHMA Berikut cuplikannya:

GURUKU…..
Oh guruku….puluhan tahun engkau mengajar kami…
Puluhan tahun engkau mendidik kami…
Membaca,Menulis,serta Berhitung…
sampai sekarang,kami bisa Membaca,Menulis,Berhuting dan Berkarya…

Oh guruku…
Maafkan kami bila kami selalu berbuat kesalahan…
Kami berjanji akan selalu membahagiakan mu…
Demi Malaikat pendidik…
TERIMA KASIH GURUKU

Kumpulan Puisi Guru Hingga 2019

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok baca puisi Guru dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi Guru yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2019.

Guru Samudera

Kita ini tuna muda di tengah samudera,
Tak tahu apa selain koloni saja,
Spesies luar begitu asing,
Dunia ramai kejam dan selalu bising,

Kau buka dengan pena,
Tabir misteri generasi kita,
Kau bilang itu semua cakrawala,
Luasnya ilmu Sang Pencipta,

Jubahmu telah memudar bu,
Tapi jasamu untukku,
>[...]

Penggolongan Puisi Guru diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Home kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi tidak bisa memilih dua kategori sekaligus. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Cinta ini sebagai kategori, maka tidak bisa memilih yang lain.