Kategori Senja

48 Puisi Senja Kisah Manis Ujung Sore Di Tepi Pantai - Laman 3 dari 6 Halaman 3

Puisi Senja sajak menjelang petang yang selalu menjadi tren penulis puisi. Tentang Matahari yang mulai tenggelam di cakrawala menjadi pemandangan indah nan mempesona. Menarik siapapun ingin menikmatinya, meski momen itulah yang mengantarkan kita pada gelapnya malam.

Daftar Isi 48 Puisi Senja Kisah Manis Ujung Sore Di Tepi Pantai - Laman 3 dari 6 :
  1. Kumpulan Puisi Bertema Senja
  2. Gambar Quote Puisi Senja
  3. Kutipan Puisi Senja Terbaik
  4. Kutipan Puisi Senja Terpopuler
  5. Kumpulan Semua Puisi Senja Terbaru
  6. Puisi Sedih
  7. Puisi Ulang Tahun

Gambar Quote Puisi Senja

Puisi Senja

Puisi Senja bergambar di atas berjudul Senja yang Indah karya Achmad Rizky Sasta Ramadhani

Kumpulan Puisi Dengan Tema Senja

Musim gugur

Musim gugur telah tiba
Sayup sayup angin menerpa
Daun pun ikut terbawa
Terombang ambing kemana mana

Burung burung berkicau
Seolah ia berbicara
Sejuknya tiupan angin
Dan gemuruhnya suara air
Berbaur dengan suasana
Yang begitu sempurna

Senja pun melengkapinya
Tenggelam aku dalam...

Tantri Yuliandini

Syair Cinta Dan Jingga Senja

Bagimu puisi ini kutulis,
Muara dari rasa yang tak pernah terkikis,
Selalu beruntai dalam rajut asmara,
Rangkulan senja dan malam yang berirama.

Begitu baiknya sang khalik padaku,
Mengirimkanmu pada sisi lusuhku,
Membangkitkan kembali asa yang telah merana,
Dengan cantiknya wajah dan indahnya cinta....

David Mael

Lelah

Untuk kamu yang lelah
Sedang menari dengan indah
Lekukan kakimu yang menyusur tanah
Di bawah rintik hujan yang terpanah
Sungai mengalir di pipi tak terasa jatuh ke bawah
Tanganmu yang sedang menari tak menadah
Kau sibuk dunia tanpa berfikir dirimu yang lelah
Maaf...

Inj Galenabara

Kumerindu

Senja berlabuh dipundakku
Setelah berlayar jauh dilautan keruh
Mencari mutiara yang dulu pernah hilang
Terhantam cadas ia karam

Malam membuai anganku
Terisi oleh detak jam bertalu-talu
Sekuntum mawar mulai layu
Tertinggal jauh oleh waktu

Pagi buta mencium sukma
Menyambut buku jiwa yang hampa

Frida Ayu Mandana

DI BINGKAI LUKISAN SORE

Nada kukila tertata jiwa,
mengalun perlahan renjana.

Lembut namamu kusebut.

Diam-diam lalu beringsut.

Jalanan yang telah kusimpan dalam musim.

Ialah jalanan yang telah lama kukenal.

Namun melintasi jalan yang asing ternyata mengundang angin sore untuk berhembus mulus.

Sayup itu hidup.

Berdenyut,
...

Galang Suhastra

Keadaan

Hari semakin gelap
Kepala semakin penat
Semua tak berjalan sesuai rencana
Kebisingan hanya dikepalaku saja

Aku percaya
Tiada duka
Tanpa rencana

Aku bersaksi
Bahwa menangis
Tidak akan menurunkan gengsi

Dan aku berlindung
Dari godaan alkohol
Yang terkutuk.

-(a. rp),

Ade Rian Priatna

Tumbang

Patahkan saja sayap rapuh hitamku
bila mengepak saja tak mampu

semua akan datang
Kan menghilang terbang tinggalkan sarang
tak ku harap kau kan tinggalkan ku

ranting yang akan tumbang pun
tak mau lagi
ku hinggapi oleh makhluk dengan kebiadaban
ataukah aku harus memilih

terbang...

abudalta

Ada Senja Bingkai Rindu

Pada senja, aku berkelana mencari rindu
Jauhku mentata langkah hingga ke ujung sendu
Hanya karena senja, melangkah tiada ragu
Namun, selalu saja perjalanan mereguk pilu

Pada Senja, aku kuatkan langkah kaki
Menganyam senyum aku dan kau di tepian hari
Merenggas sunyi hingga sirna di lubuk...

Tan Mudo Setjangkir Berlian

Senja Indah

Saat matahari mulai terbenam
Aku melihatmu tersenyum di sampingku
Aku tak berkedip menatap matamu
Bagiku, matamu begitu sempurna

Hari itu
Aku merasakan denyut nadimu
Detakan keras jantungmu
Harum nafasmu
Juga hangat cintamu

Kini tentangmu kujadikan cerita sebelum tertidur
Ku jadikan bayang kerinduan...

MhendraKey

Pemilik Senja

Perempuan berkacamata yang cantik jelita
Menjelma menjadi cahaya diujung senja
Indah dilihat
Tak sabar dinanti

Ku ingin menatap lembayung senja
Tanpa menunggu akhir siang sang mentari
Meski dengan sekilas perjumpaan
Bersyukur, karna tak terlewatkan.

Kulihat wajah, mata memikat
Kulihat senyum, manis memukau
...

Pandji AP

Fajar, senja dan malam

Senja menghilang,
Melebur luka yang amat panjang.
Bak genangan,
Kau meninggalkan sejuta angan.
Melebur fajar,
Dan kau gantikan gelapnya malam.
Suram,
Namun tiada ku berkutik.
Ini takdir,tak pantas bila ku kritik.
Jadi,kutegaskan,kehilanganmu sangat tidak asik.

Millaricindi

Semayam Rembulan

Hai payoda di ujung sana;
Engkau tempat anggasta adicandra;
Cahya nya laksana kurantaka;
Keindahannya adwitiya;
Hingga dakara;
Sarwendah;
Laksana kama puraka;

s_z

Kita dan Skenario Tuhan

Cerita ini masih sama
Masih tentang titik temu dalam semoga
Dan goresan penaku masih mengukir semua rasa rindu itu dalam lembaran kisahku

Terima kasih masih tetap sabar pada kata “nanti”
Dan maaf untuk aku yang selalu menunda kata “nanti” itu

Terima kasih untuk segala rasa, segala...

SARLOTA YUSPIN LOLO

Perihal Skenario Terbaik-Nya

Senja akhir Juli telah berpamit, namun asa kembali memutar jejak langkah yang sudah terlewati
Jejak langkah yang tak mudah untuk dilalui
Jejak langkah yang tak semua berujung bahagia
Jejak langkah yang hampir berujung menyerah
Saat kaki tak lagi mampu melanjutkan langkah mendatangkan kecewa dan luka

Namun...

Sarlota Yuspin Lolo

Rembang Petang

Senja tak seindah puisi bersirat makna tentang cinta asmaraloka
Senja juga tak semanis rindu yang tersampaikan dari angin lalu tanpa temu
Semburat jingga dalam senja mengingatkan anyir dari luka sesosok manusia,
menariknya begitu dalam hingga lupa pada yang nyata.

Aku pernah membenci senja, karena setelahnya hanya akan...

Lazuardi_Zu

Senja yang ku nanti

Ketika mentari perlahan menghilang
Meninggalkan sepucuk pintanya
Kulihat dari kejauhan
Seberkas cahaya mulai muncul

Senja tak pernah ingkar akan janjinya
Kesepakatan untuk pergi dan akan kembali untuk esok
Ku ukir sekilas senyum
Menunggu langit nan indah itu

Suara gemuruh daun mengikuti lantunan irama angin

Prilya Anchelita

SENJA

Angin berhembus dengan kencang
Menjadikan sejuknya hari
Dengan pemandangan nan indah
Ku berayukur dapat menikmatinya

Di senja ini ku berdoa
Di senja ini ku takjub
Di senja ini ku bersyukur
Di senja ini ku bahagia

Oh tuhan…..
Terima kasih ya tuhanku
Karena...

Zakiyah nabilla

Rindu di ujung Senja

Ribuan hari telah terlewati Namun merelakan dan mengikhlaskanmu Masih saja kucoba.
Lihatlah, ribuan lembaran rindu yang telah usang
Namun penaku tak pernah lelah Tak berhenti menulis segala rindu untukmu Tak mengeluh menulis segala rasa untukmu.
Tahukah Ibu?
Senja selalu kuharap berlalu cepat Agar terganti malam Kupinta...

Sarlota Yuspin Lolo

Lima Senja di Tanah Nirwana

Senja pertama karam di Bumi Cendrawasih
Perlahan beranjak tinggalkan Raja Ampat nan terkasih
Senja kedua terbenam di Pulau Rempah juga Celebes
Menguntai indah bak madu melebur hiasi Bunaken
Senja ketiga kembali temaram di Tanah Borneo
Bertahta di cakrawala khatulistiwa, diiringi mega merah angkasa
Hingga...

Wahyu Eka Nurisdiyanto

Kawan

Wahai kawan,
Nafasku tersengal memikirkanmu
Fikirku ragu pada sikapmu
Mengapa kau tak kembali?

Mega merah telah hilang disapu siang
Ragaku melemah menunggu kabar
Burung pun pergi mencari kabarmu
Namun mereka tak kunjung kembali jua.

Risau jika kau membenciku
Jatuhlah aku tanpa sanjungmu
...

Phujie

Tanbihat Rasa

Renjana
Kulebur segala risau
di perapian senja
Bersemburat sajak-sajak lama
tentang pergumulan rindu tanpa jeda

Mereka bilang semesta tidak buta
Meski pelupuk terus dihujani ribuan derai
Meski tubuh limbung bak diterpa badai
dan hati diremukkan oleh duka nestapa

Semua akan menemui batasnya
...

Wahyu Eka Nurisdiyanto

senja dan kamu

aku suka dua perkara,
yaitu kamu dan senja,
mereka soal mengapa
aku hanya menjawab “apa”

apa salah aku menyukai kalian?
jika salah mengapa jiwa murni ini tumbuh?
apa berdosa jika aku memuja kalian?
jika berdosa mengapa ini belum kambuh?

mereka kata tak apa aku...

goldenyun

Senja

Begitu ku nikmati hari ini

Meskipun lelah teredam dalam diri

Setelah memetik bulir-bulir padi

Dan menikmati satu dua teguk kopi

Kutapaki jejak yang jarang

Ku saksikan ilalang bergoyang

Leluasa mata memandang

Keaslian desa yang masih terjaga

Sikap warga yang terbuka

Keramah – tamahan masih membudaya

Tetamu pun...

Nurhasesi

Senja Yang Berpaling

“Jangan lupa Bahagia,” katamu di suatu waktu.
” Ah, aku sudah bahagia” sahutku saat itu,
Jaga hati

Lalu segaris purnama kau tumpahkan dalam senyummu

Bagaimana mungkin aku menjaga sesuatu yang bukan milikku?

Kita kemudian hanya mempu larut dalamn senja yang berbeda di tempat yang sering kali sama.

...

kopipeiq

Kalimat tersebut sedikit banyak terinspirasi dari kata mutiara cinta silahkan cek.

Senja mewarnai horizon dengan warna merah jingga, membuat matahari yang terik menjadi hangat. Pantai menjadi tempat favorit menikmati ujung sore dan awal malam itu. Dan banyak lagi prosa yang menggambarkan bagaimana senja begitu disukai sastra.

Contoh metafora yang digambarkan oleh diksi ini adalah, bagaimanapun indahnya, cuma sebentar, namun akan kembali esoknya. Seindah atau sesakit apapun perasaan kalian, pasti akan segera berlalu dan mungkin akan kembali lagi suatu saat nanti.

Itulah sebabnya senja menginspirasi penyair menuliskan ratusan puisi tentang rindu disini.

Keindahan langit senja selalu dapat kita nikmati tiap detiknya, meski kita tahu malam yang gelap akan menggantikannya. Ini bisa dimaknai bahwa dalam percintaan kita menikmati detik demi detik bersamanya, meski kita mengerti bahwa resiko untuk kehilangan selalu ada. Bahkan ketika telah hilang, kita masih terus saja mencari, bisa secepat keesokan harinya, karena matahari harapan kembali terang benderang, sekali lagi. [keyword]

Simak puisi tentang cinta agar tau ratusan orang jatuh cinta didalamnya, namun jangan lupa juga ada puisi tentang patah hati untuk mengerti berapa banyak kasih itu yang tak sampai.

Kami bukan kumpulan orang-orang terluka, bukan pula putus asa, kita hanya memaknai kehidupan dari bias alam yang penuh pesona. Jika anak senja adalah penggemar ujung sore, penikmat folk, kopi, indie dan puisi, maka, kami akan selamanya jadi anak senja.

Puisi Senja Dengan Rating Terbaik

LelahLelah
Oleh : Inj Galenabara
⭐️ 9.8
Ruang HalusinasiRuang Halusinasi
Oleh : Sarlota Yuspin Lolo
⭐️ 9.8
Dandelion SenjaDandelion Senja
Oleh : Gadis Tanah Ganja
⭐️ 9.8
SENJA BUKIT BARANIASENJA BUKIT BARANIA
Oleh : Nichan N1413
⭐️ 9.7
Senja Yang SirnaSenja Yang Sirna
Oleh : Izzatun Nissa
⭐️ 9.7
SenjaSenja
Oleh : Amatulloh Fa
⭐️ 9.6
SENJASENJA
Oleh : Zakiyah nabilla
⭐️ 9.5
Kita dan Skenario TuhanKita dan Skenario Tuhan
Oleh : SARLOTA YUSPIN LOLO
⭐️ 9.5
Tak BerujungTak Berujung
Oleh : Rinda Sandria
⭐️ 9.1
Tanbihat RasaTanbihat Rasa
Oleh : Wahyu Eka Nurisdiyanto
⭐️ 9
Musim gugurMusim gugur
Oleh : Tantri Yuliandini
⭐️ 8.7

Puisi Senja Paling Populer

I Want to LiveI Want to Live
Oleh : na28
👀 69
Bumi VerahBumi Verah
Oleh : abudalta
👀 172
TumbangTumbang
Oleh : abudalta
👀 193
Perihal Skenario Terbaik-NyaPerihal Skenario Terbaik-Nya
Oleh : Sarlota Yuspin Lolo
👀 390
Rindu di ujung SenjaRindu di ujung Senja
Oleh : Sarlota Yuspin Lolo
👀 313
Cinta dan MasaCinta dan Masa
Oleh : Arian Ahmad Fauzi
👀 230
Tanbihat RasaTanbihat Rasa
Oleh : Wahyu Eka Nurisdiyanto
👀 317
KawanKawan
Oleh : Phujie
👀 316
Rembang PetangRembang Petang
Oleh : Lazuardi_Zu
👀 773
LelahLelah
Oleh : Inj Galenabara
👀 1384
Kita dan Skenario TuhanKita dan Skenario Tuhan
Oleh : SARLOTA YUSPIN LOLO
👀 3079
Jemariku yang BisuJemariku yang Bisu
Oleh : sitjar
👀 2448

Kumpulan Puisi Senja Terbaru Hingga 2024