Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pahlawan dibawah. Atau ke Daftar Isi.
Kirim Puisi Sekarang

11 Puisi Pahlawan Tentang Perjuangan Untuk Kemerdekaan

Puisi Pahlawan merupakan puisi tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan atau perjuangan para pejuang melawan tirani dan penindasan. Karena makna dari kata pahlawan cukup luas maka ini termasuk segala bentuk perjuangan tokoh atau kejadian. Tindak kepahlawan tak selalu berasal dari para pejuang kemerdekaan bukan?.

Puisi Pahlawan Bergambar

Puisi Pahlawan

Puisi Pahlawan bergambar diatas berjudul Pahlawan yang berjasa karya Pahlawan yang berjasa

Kemerdekaan bangsa indonesia yang diraih para pahlawan merupakan contoh buah keberanian dan pengorbanan. Mereka mengorbankan hidupnya, bahkan mengorbankan kebahagiaannya, untuk kita dalam naungan proklamasi kemerdekaan Indonesia 1945.

Tak sempat mereka mengatakan cinta pada negara, tak sempat mereka mengatakan cinta dan sayang pada anak istri atau cucunya. Bahkan tak sempat mereka merenungkan seberapa luas negeri ini dan bagaimana republik ini dimasa depan. Para pahlawan hanya tahu bagaimana menghentikan penindasan, memberantas ketidak adilan, meruntuhkan keangkuhan penjajah, mengusir pendatang asing yang hanya mengambil keuntungan. Pahlawanku kau telah gugur, sebenarnya bukan untuk negara, melainkan untuk anak cucunya, sepertiku.

Dalam kumpulan karya berikut juga ada tindak kepahlawanan para syuhada, perjuangan para tokoh, revolusi, pahlawan tanpa tanda jasa dll.

Kumpulan Puisi Pahlawan Hingga 2020

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok baca puisi Pahlawan dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi Pahlawan yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2020.

Sang Pemuda

Kulihat bendera ini
Tiba tiba Aku ingat semua peristiwa
Petistiwa saat pemuda-pemuda berjanji
Demi negeri ini

Terimakasih wahai pemuda negeri
Berkatmu kami bebas dari jajahan ini

4

Pejuang ibu pertiwi(TNI)

Menunggu mu
Seperti menunggu
Ajat mejemput ku..
Bertahun tahun ku lewati
Berbulan bulan hingga
Berhari hari
Namun tak kunjung ku temui
Dulu kita di pisahkan oleh jarak
Dan di lengkapi oleh pertengkaran
Yang Sudah ku lalui
Hingga kita sudah di satukan di kota yang sama
Namun tak >>...

0

Kartini Indonesia

Kartini Indonesia
Karya : Moch.Farid Cahya Hendrawan

Generasi Putri Kartini Indonesia
sungguh cantik berparas menawan
memikat hati para kaum lelaki
menggunakan kebaya berkain batik
Khas tanah pertiwi Indonesia
lenggak-lenggok berjalan kaki
mengitari bumi merawat warisan leluhur
dari turun-temurun melewati masa ke masa
Mulai pagi hari kembali menuju sore hari
tanpa lelah Putri Kartini Indonesia
beradu karya >>...

0

Dari Kartini Buat Ibuku

Raga Kartini tlah lama pergi ke pangkuan Ibu Pertiwi
Namun jiwa jua ambisi Kartini tak berarti gugur bersama jasad
Melainkan bersemayam pada sesosok diri
Seorang ibu bukan dari darah biru ia disusui
Membawa pesan dan amanah dari Kartini

Padaku ia berjanji …
Untuk menghantarkan pada gemilang prestasi
Ia juga jadi benteng bagi diri ini
Di tengah >>...

1

Negeri Awan

Telah ada kisah tentang sebuah negeri;
Yang bersembunyi di puncak-puncak tertinggi;
Berselimutkan selaput awan-awan;
Dan hanya nyata pada angan-angan;

Kubertanya pada empunya kehidupan;
Apakah itu para keluarga kerajaan?
Persekongkolan tiran di pemerintahan?
Ataukah Tuhan?
Lalu lagi kubertanya siapa yang lebih jalang;
Apakah para pemimpin bermoral arang?
Ataukah para pemikir berakal telanjang?
ataukah para oportunis berhidup panjang?

Sebab >>...

0

Daftar Puisi Pahlawan Terbaik

Jika dalam 11 daftar ini tidak memuaskan kalian, silahkan telusuri kumpulan Puisi Lingkungan yang telah kami susun. Jika kalian mencari contoh puisi untuk tugas sekolah atau sebagai referensi tugas kuliah, mungkin daftar Puisi Patah Hati cocok.

Sebagai wujud apresiasi kami terhadap para kontributor, setiap kiriman puisi Pahlawan (termasuk puisi karya Jayanto Halim Tjoa diatas) akan kami rapikan, termasuk jika ada typo. Hal ini guna menjaga kredibilitas karya, selain itu kami juga memberi kebebasan pembaca untuk menilai. Kami mengajak para pembaca juga ikut mengapresiasi dengan memberikan nilai pada fitur rating, ada 10 bintang pada masing-masing karya (silahkan cek di "Negeri Awan" diatas). Ini bertujuan untuk menentukan peringkat pada kategori puisi Pahlawan terbaik.

Pemaknaan Puisi Pahlawan Dari Kontributor

Pemaknaan atau intepretasi pada sebuah literatur sangat penting, misal karya berjudul "Negeri Awan" yang telah disusun rapi hingga jadi Puisi 8 Bait oleh Jayanto Halim Tjoa mampu membuat kami mengerti apa arti Pahlawan baginya. Sehingga pesan sesungguhnya dari sebuah karya tersampaikan dengan baik.

Menurut kami feedback dari pembaca puisi Pahlawan lain sangat penting, bagi para penulis. Inilah yang mendasari kami untuk mencantumkan kolom komentar sebagai sarana para pembaca memberikan saran atau pemahaman yang membangun. Kritik dan saran itu penting, sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan sopan. Diniatkan untuk memberikan pendapat guna perkembangan dunia sastra indonesia.

Puisi Pahlawan menampung sebanyak-banyaknya tulisan. Memberi kesempatan para penulis berbakat diluar sana untuk bergabung dan berkembang bersama pembaca PuisiPendek.Net.

saat aku menyatu dalam tubuhmu

Ketika dulu aku masih menyatu dalam ragamu..
Ku temukan Sebuah kehangatan serta keindahan di dunia itu..
Kemanapun jejak kakimu melangkah, ragaku selalu ikut menyatu dalam tubuhmu..
Tak sedikutpun aku rasakan keluhanmu dengan kehadiranku di tubuhmu yang ku anggap itu adalah duniaku..
Dan hanya suara kasih sayanglah yang selalu kudengar dalam menanti kehadiranku..
Hingga >>...

0

Persimpangan Karbala

Tak terasa aku sampai dijalan ini,
Jalan kebenaran yang membawaku kemari,
Tempat yang hanya menyuguhkan ngeri,
Menyebutnya saja membuat bulu kuduk berdiri.

Ditiap arah jalan kulihat nama Karbala,
Diukir jelas diatas pedang-pedang khianat para durjana,
Namun tak banyak yang menyadarinya,
Karena kacamata manis penguasa Arabia.

Persimpangan ditengah gurun ini sepi,
Bawalah sapu tangan bila kemari,
Karena desir >>...

0

Kami…

Kami…
Kamilah orang-orang terpilih
Generasi muda negeri ini
Pahlawan sejati…

Kami…
Mengkomitmenkan diri kami
Mendedikasikan negeri kami
Untuk menanggung nasib negeri…

Kami…
Mempunyai mempunyai satu misi
Memajukan negeri ini
Menjadi negeri yang sejati…

Biarlah kami…
Mengorbankan nyawa kami…
Bagi kemajuan negeri ini
Indonesia sejati…

0

Sang Kicau

Tak lama kau berkicau,,
Dan tak banyak yang kau sampaikan,,
Hingga para jejaka ini tak pelak,,
Melirik kesana kemari,,
Seperti kau melihat media,,
Saat kau berkicau sedikit,,
Media menampilkan banyak,,
Seolah burung ini elang,,
Seolah burung ini gagah,,
Sangat pandai berkicau,,
Tapi selir-selir menunggumu,,
Menunggu aksimu,,,saat ini,,untuk esok,,
Jangan jadi sang kicau.

0

Permintaan Terakhir

Tuhan….
Jika memang ini Waktu ku
Aku ingin memutar kembali
Dan melihat Indahnya symphoni
yang begitu indahbeterbangan di
alam fikir ku
Dan mengayunkan muka bersama
Sang Mentari
Tuhan ….
Aku mohon kepada Mu
Bantulah Aku,
Tolonglah Aku
Jika memang Kau tak dapat
membantuku
Aku mohon kabulkanlah satu
pintaku
Bimbinglah Para Pelita mudaYang
akan Meneruskan Langkah >>...

0

Puisi Pahlawan Pilihan

Ke-11 yang kami publikasikan sudah melalui tahapan pemilihan, dari sekian banyak karya yang masuk. Kami berharap para penulis lebih semangat dalam berkreatifitas seputar tema Pahlawan, Lingkungan, Patah Hati atau tema yang lain. Bukan untuk kami, tapi untuk kalian (para penulis) sendiri. Kami tidak berharap semua karya puisi Pahlawan kalian bakal dikirimkan disini, karena kami sadar bahwa kami hanya mampu memberi fasilitas bukan reward.

Oleh karena itu perlu kami sampaikan terima kasih sedalam-dalamnya untuk para penulis, yang telah mengirimkan puisi karya Damar Mulyadi dan bersedia disejajarkan dengan puisi Pahlawan pilihan lain. Kami telah sebutkan bahwa kami tidak bisa memberi royalti apapun. Karena persetujuan tidak tertulis tersebut disitus kami, maka Puisi 2 Bait berjudul "Permintaan Terakhir" bisa kami publikasikan. Bukan karena kami tidak mau atau tidak menghargai, melainkan karena kami memang belum mampu terutama dari segi finansial. Semua alokasi dana iklan adalah untuk membuat website ini terus berjalan, bahkan kami sering tidak mendapat upah apapun dari waktu dan tenaga yang kita berikan.

Karya Puisi Tentang Pahlawan

Memberi adalah hal yang baik bagi kita, karena memang jauh lebih mulia dari meminta. Termasuk juga dalam bentuk Puisi Tentang Pahlawan ini. Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, kenapa sih memberi berupa puisi? Karena melalui puisi yang dibikin dari hati, baik itu tentang Lingkungan, Patah Hati atau yang lain, nyampainya di hati pula. Seperti puisi Pahlawan berjudul "Permintaan Terakhir" diatas, yang menurut kami cukup memberi kesan, pesan yang disampaikan oleh Damar Mulyadi pada siapa saja yang membaca. Kesan inilah yang diharapkan mampu menggugah perasaan terdalam dan makna dibalik puisi Pahlawan para pembaca.

Penggolongan Puisi Pahlawan diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Patah Hati kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi, para penulis bisa memilih beberapa kategori. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Lingkungan ini sebagai kategori, masih bisa memilih yang lain meski sedikit berhubungan.