Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pahlawan dibawah. Atau ke Daftar Isi.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

8 Puisi Pahlawan (UPDATE 2019) ~ 500+ Contoh Puisi Bergambar

Puisi Pahlawan merupakan puisi tentang perjuangan para pahlawan kemerdekaan atau perjuangan para pejuang melawan tirani dan penindasan, terutama yang diraih oleh bangsa indonesia yang merupakan contoh buah keberanian dan pengorbanan para pahlawan, mereka mengorbankan hidupnya, bahkan mengorbankan kebahagiaannya, untuk kita dalam naungan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tak sempat mereka mengatakan cinta pada negara, tak sempat mereka mengetakan cinta dan sayang pada anak istri atau cucunya, bahkan tak sempat mereka merenungkan seberapa luas negri ini dan bagaimana republik ini dimasa depan. Para pahlawan hanya tahu bagaimana menghentikan penindasan, memberantas ketidak adilan, meruntuhkan keangkuhan penjajah, mengusir pendatang asing yang hanya mengeruk kekayaan alam. Pahlawanku kau telah gugur, sebenarnya bukan untuk negara, melainkan untuk anak cucunya, sepertiku.

Puisi Pahlawan Bergambar

Puisi Pahlawan
Puisi Pahlawan bergambar diatas berjudul Kartini Indonesia karya Moch. Farid Cahya Hendrawan

Kumpulan Puisi Pahlawan Hingga 2019

Dari tahun ketahun kegemaran orang membaca semakin berkurang. Jangankan kok baca puisi Pahlawan dengan kata-kata kiasan. Membaca buku saku saja semakin berkurang. Walaupun ini dipengaruhi banyak faktor, tetap saja merupakan kemunduran. Oleh karena itu, kami berusaha untuk memberikan fasilitas melalui jalur penulisan puisi.

Kami telah menyusun kumpulan karya puisi Pahlawan yang merupakan kiriman para kontributor hingga tahun 2019.

Dari Kartini Buat Ibuku

Raga Kartini tlah lama pergi ke pangkuan Ibu Pertiwi
Namun jiwa jua ambisi Kartini tak berarti gugur bersama jasad
Melainkan bersemayam pada sesosok diri
Seorang ibu bukan dari darah biru ia disusui
Membawa pesan dan amanah dari Kartini

Padaku ia berjanji …
Untuk menghantarkan pada gemilang prestasi
Ia juga jadi benteng bagi diri iniWahyu Eka Nurisdiyanto,

~ 0 ~

Negeri Awan

Telah ada kisah tentang sebuah negeri;
Yang bersembunyi di puncak-puncak tertinggi;
Berselimutkan selaput awan-awan;
Dan hanya nyata pada angan-angan;

Kubertanya pada empunya kehidupan;
Apakah itu para keluarga kerajaan?
Persekongkolan tiran di pemerintahan?
Ataukah Tuhan?
Lalu lagi kubertanya siapa yang lebih jalang;
Apakah para pemimpin bermoral arang?
Ataukah para pemikir berakal telanjang?
ataukah para oportunis [...]

~ 0 ~

saat aku menyatu dalam tubuhmu

Ketika dulu aku masih menyatu dalam ragamu..
Ku temukan Sebuah kehangatan serta keindahan di dunia itu..
Kemanapun jejak kakimu melangkah, ragaku selalu ikut menyatu dalam tubuhmu..
Tak sedikutpun aku rasakan keluhanmu dengan kehadiranku di tubuhmu yang ku anggap itu adalah duniaku..
Dan hanya suara kasih sayanglah yang selalu kudengar dalam menanti kehadiranku..nurlena arna,

~ 0 ~

Persimpangan Karbala

Tak terasa aku sampai dijalan ini,
Jalan kebenaran yang membawaku kemari,
Tempat yang hanya menyuguhkan ngeri,
Menyebutnya saja membuat bulu kuduk berdiri.

Ditiap arah jalan kulihat nama Karbala,
Diukir jelas diatas pedang-pedang khianat para durjana,
Namun tak banyak yang menyadarinya,
Karena kacamata manis penguasa Arabia.

Persimpangan ditengah gurun ini sepi,
Bawalah sapu tangan bila [...]

PencilSpirit,
~ 0 ~

Kami…

Kami…
Kamilah orang-orang terpilih
Generasi muda negeri ini
Pahlawan sejati…

Kami…
Mengkomitmenkan diri kami
Mendedikasikan negeri kami
Untuk menanggung nasib negeri…

Kami…
Mempunyai mempunyai satu misi
Memajukan negeri ini
Menjadi negeri yang sejati…

Biarlah kami…
Mengorbankan nyawa kami…
Bagi kemajuan negeri ini
Indonesia sejati…

Kent Vilandka,
~ 8 ~

Daftar Puisi Pahlawan Terbaik

Jika dalam 8 daftar ini tidak memuaskan kalian, silahkan telusuri kumpulan Puisi Lingkungan yang telah kami susun. Jika kalian mencari contoh puisi untuk tugas sekolah atau sebagai referensi tugas kuliah, mungkin daftar Puisi Patah Hati cocok.

Sebagai wujud apresiasi kami terhadap para kontributor, setiap kiriman puisi Pahlawan (termasuk kiriman sdr Kent Vilandka diatas) tidak kami rubah, sekalipun jika ada typo. Hal ini guna menjaga originalitas karya, selain itu kami juga memberi kebebasan pembaca untuk menilai. Kami mengajak para pembaca juga ikut mengapresiasi dengan memberikan fitur rating, ada 10 bintang pada masing-masing karya (silahkan cek di "Kami…" diatas). Ini bertujuan untuk menentukan peringkat pada kategori puisi Pahlawan terbaik.

Pemaknaan Puisi Pahlawan Dari Kontributor

Pemaknaan atau intepretasi pada sebuah literatur sangat penting, misal karya berjudul "Kami…" yang telah disusun rapi hingga jadi Puisi 4 Bait oleh Kent Vilandka mampu membuat kami mengerti apa arti Pahlawan baginya. Sehingga pesan sesungguhnya dari sebuah karya tersampaikan dengan baik.

Menurut kami feedback dari pembaca puisi Pahlawan lain sangat penting, bagi para penulis. Inilah yang mendasari kami untuk mencantumkan kolom komentar sebagai sarana para pembaca memberikan saran atau pemahaman yang membangun. Kritik dan saran itu penting, sepanjang disampaikan dengan cara yang baik dan sopan. Diniatkan untuk memberi masukan guna perkembangan kontributor sendiri.

Puisi Pahlawan menampung sebanyak-banyaknya tulisan. Memberi kesempatan para penulis berbakat diluar sana untuk bergabung dan berkembang bersama pembaca PuisiPendek.Net.

Sang Kicau

Tak lama kau berkicau,,
Dan tak banyak yang kau sampaikan,,
Hingga para jejaka ini tak pelak,,
Melirik kesana kemari,,
Seperti kau melihat media,,
Saat kau berkicau sedikit,,
Media menampilkan banyak,,
Seolah burung ini elang,,
Seolah burung ini gagah,,
Sangat pandai berkicau,,
Tapi selir-selir menunggumu,,
Menunggu aksimu,,,saat ini,,untuk esok,,
Jangan jadi sang kicau.

anonym,
~ 0 ~

Permintaan Terakhir

Tuhan….
Jika memang ini Waktu ku
Aku ingin memutar kembali
Dan melihat Indahnya symphoni
yang begitu indahbeterbangan di
alam fikir ku
Dan mengayunkan muka bersama
Sang Mentari
Tuhan ….
Aku mohon kepada Mu
Bantulah Aku,
Tolonglah Aku
Jika memang Kau tak dapat
membantuku
Aku mohon kabulkanlah satu
pintaku
Bimbinglah Para Pelita mudaYang
akan Meneruskan [...]

Damar Mulyadi,
~ 0 ~

Penggolongan Puisi Pahlawan diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Patah Hati kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi tidak bisa memilih dua kategori sekaligus. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Lingkungan ini sebagai kategori, maka tidak bisa memilih yang lain.