Puisi Kontemporer

Kumpulan Puisi Kontemporer Hingga 2018

Puisi kontemporer selalu unik, bahkan ada yang bisa dikatakan jauh dari tren yang sudah atau sedang ada. Bersifat kontemporer tak harus mengikuti pakem atau format yang ada. Contoh puisi kontemporer dapat kita lihat dalam puisi-puisi berikut, ada yang nyeleneh, ada yang tak beraturan. Namun apabila kekontemporeran puisi mempunyai banyak sekali pengguna, maka akan menjadi kategori puisi yang baru, seperti contoh puisi yang menggunakan gaya pengetikan, huruf-huruf yang diubah-ubah misal menulis kata kontemporer seperti ini “k o n t e m p o r e r” atau menjadi “kontem-porer”, gaya puisi dengan ciri seperti ini sekarang sudah tidak menjadi sesuatu yang unik, namun menjadi gaya penulisan puisi typo.

Berikut adalah kumpulan judul puisi tentang berbagai tema beserta cuplikan baitnya, untuk memudahkan anda bila mencari contoh-contoh puisi, atau melihat Kumpulan Puisi-Puisi Kontemporer terbaru dan terupdate karya kontributor kami.

Puisi Kontemporer

untuk-Mu yang selalu di hati

Gelap rasanya.. Gerak lengkuk berkecamuk dalam pikirku. Gerah rasa-nya. Sunyi mendekapku terlalu kuat. Bersama sepasang mata yang terus mengawasi. Sedang mereka selalu …

Tanpa Judul

Di halaman rumah yang mirip katedral itu aku membaca buku puisi, tapi yang kutemukan adalah kota-kota yang berarak di kepalaku dan saling …

Cermin

Percaya akan dimensi lain dibalik cermin ? Anggap saja bila “kehidupan itu” ada Saat berhadapan dengan sebuah cermin Maka kita sedang melihat …

Monolog Musim Hujan

aku hanya menerka bahwa airmata yang menetes itu adalah bentuk perdamaian dengan keadaan bahkan, bisa jadi suatu saat dengan keadaan sekarang yang …

8

BULAN DAN MATAHARI

siang , sering mengingatkan aku kepada matahari Manakala malam, sering mengingatkan aku kepada bulan, keduanya saling melengkapi siang dan malam, matahari tidak …

Anak Hujan

dalam hujan, adakah rumah sederhana yang bisa disinggahi sekedar untuk berteduh, sesaat saja bagi anak cintaku yang menggigil, yang ditinggal ibunya? bisa …

Proses

Bagaikan baju, kotor Di cuci lalu di bilas Di keringkan lalu di jemur Di setrika lalu di masukan ke dalam lemari.. Dalam …

Insiden

Sebongkah batu kulempar untuk menyemangatimu,, tapi apa yang ku dapat,, hingga kaca pun pecah,, dan ternyata itu kaca kantor,, aku pun merugi …

Para Peminum

di lereng lereng para peminum mendaki gunung mabuk kadang mereka terpeleset jatuh dan mendaki lagi memetik bulan di puncak mereka oleng tapi …

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti, Jasadku tak akan ada lagi, Tapi dalam bait-bait sajak ini, Kau tak akan kurelakan sendiri. Pada suatu hari …

Aku Tiada

Musim panas,, datang dan pergi,, di negaraku ini,, walau panas,, jutaan orang masih berkeliaran,, walau hujan,, sekeliling mall tetap ramai,, namun aku …

Ini Hidupku

Pernah kau merasa hancur? pernah kau merasa canggung? seolah kau tak ditempat seharusnya,, dan tak ada yang memahamimu,, tidak,, kau tak tahu …

Reaksi Natural

wajahnya tertutup rambut,, matanya merah,, karena marah mungkin,, tersulut karena hal-hal yang tak terucap,, serta ranjang kosong dan perilaku buruk,, harus ada …

Curhatku KepadaNya

ingin kudekap tanganmu dengan erat,, hingga darah itu mungkin berhenti,, mungkin aku juga masih belum puas,, ingin selalu mendekap apapun yang kau …

Hakekat Cinta

cinta bukanlah sebuah bahasa rumit yang hanya mampu di pahami oleh dewa-dewi cinta hanyalah sebuah kondisi dimana ia teramat sangat mampu menjadi …