Puisi

Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Cinta dibawah. Atau ke Daftar Isi.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

169 Puisi Cinta Romantis Menyentuh Hati ~ UPDATE 2019 ~ Page 3 of 9 (page 3)

Aku denganmu tanda tanya

Suatu saat aku dan hujan menceritakan kisah sama
Ia tentang dirinya dan seseorang katanya.
Tentang daun dan hujan yang dijadikannya berpasangan
Bahwasanya semua diduna demikian.
Aku denganmu tanda Tanya
Apakah seperti kata hujan pada para pengagumnya ??
Mengaku aku ini para pencipta yang berpasangan.
Semua jadikan aku bahagia.
Aku denganmu tanda Tanya.

Madiun,2017

~ 0 ~

Restu

Kami masih disini
Menanti walaupun tak pasti
Harapkan restu orang tua menghampiri
Hilangkan semua keraguan hati
Dukunglah kami wahai semesta
Lindungi perjuangan ini
Sang Maha Pencipta
Agar restu ini nyata
Agar cinta ini dapat terjaga

~ 0 ~

Cincin Sempurna

Jangan minta ku ikat hatimu dengan benda
Karena ku ingin mengikatnya dengan cinta
Cincin itu memang menawan
Tapi cintaku lebih mendalam
Akan kuganti hikayat cintaku dengan umpama
Karena cintaku..
Jauh lebih sempurna

~ 0 ~

Perbedaan

Aku dan kamu ada di titik beda yang nyata
Tapi aku tau..
Kita bisa menyatukan rasa bersama..
Biarlah perbedaan itu ada..
Agar kita selalu bicara..
Bercerminlah pada pelangi..
Meskipun banyak warna tapi selalu bersama

~ 3.3 ~

Senyum Kembali Bidadari

Bidadariku kini tersenyum lagi
Bulan purnamaku kini merona kembali
Andai ku punya kuasa waktu
Akan ku biarkan waktu menjadi beku
Wahai bidadari berwajah jelita
Tetaplah kau tebar wangi cinta
Jangan biarkan malammu pergi
Karena pesona bulan purnamamu
Akan selalu ku nikmati

~ 0 ~

Wulandari

Ini tentang aku yang berusaha bertahan
Saat kabar itu menghujam kepastian
Apa yang harus aku lakukan?
Saat bidadariku terbang dengan seseorang
Tapi tidak,Peri cintaku tak mungkin hilang
Karena wanginya kan slalu ku pegang
Tak peduli langit berguncang
Wulandari..
Ku mohon padamu
Jangan buatku merasa terbuang

~ 0 ~

Terima Kasih Wulandari

Aku takut menyayangimu
Tapi aku sayang
Aku takut jatuh cinta padamu
Tapi aku makin cinta
Kini ku takut kehilanganmu
Tapi kau tak hilang
Terima kasih bidadari
Terima kasih wulandari

~ 0 ~

Dulu dan Kini

Dulu..
Waktu kau anggap musuh
Karna berputar teramat lambat
Namun sejak mengenalmu
Waktu berputar kian cepat
Bagai melayang
Seperti hatiku yang bahagia
Hingga ku merasa seakan terbang

~ 0 ~

Seindah-indahnya Keindahan

Keindahan ini sedang indah-indahnya
Membuatku bertanya-tanya..
Apakah ini nyata..
Atau hanya halusinasi mata..
Yang ku mampu lakukan hanya berdo’a..
Agar Tuhan..
Selalu menjaga aku dan rasa..
Kamu dan cinta..
Menjaga romansa..
Milik kita..

~ 0 ~

Jalan Berliku

Kau dan aku menyusuri jalan berliku..
Kerikil tajam sakiti kedua kaki ku..
Angin dingin menusuk tubuhmu..
Akankah kita berhenti sampai disini..
Ataukah kita saling melengkapi..
Dimana aku ciptakan kehangatan api..
Dan kau menyemat kain menjadi alas kaki

~ 0 ~

Aku dan Kamu

Aku dan Kamu

Kamu adalah pelita hati ku
Saat ini pikiran ku sedang tertuju pada mu
Terbayang wajahmu di benak ku
Elok sekali paras mu

Fajar telah berlalu
Angin berhembus sangat kencang
Namun pikiran ku tetap terpaku pada mu
Kamu lah yang selalu aku bayangkan

Firasatku mengatakan
Orang yang paling tepat adalah kamu
Ruang hati >>...

~ 4 ~

Semalam, Hari Ini dan Esok

Untukmu Puteriku,
Siti Noratikah Ramle.

Semalam
Aku mencintaimu
Hari ini
Aku masih mencintaimu
Esok
Aku tetap mencintaimu
Sehingga kapan pun.

Aku adalah aku
Mencintaimu dari sejak mula
Aku tidak ingin mencintaimu hingga akhir hayat
Tapi aku akan mencintaimu selamanya
Sehingga kealam abadi.

Sampai bilapun
Aku adalah aku yang mencintaimu.

~ 0 ~

penyesalan

kasih apakah aku masih memegang tanganmu dan memelukmu untuk yg terakhir kalinya dan merasakan hangatnya tubuh dan cintamu, walau hanya sedetik saja, sebelum engkau pergi dengan pilihan hatimu.
….kasih mengapa kita di pertemukan lagi, dan mengapa kita jatuh cinta lagi jika akhirnya hnya akan berpisah pula. Kasih pernahkah kamu merasa kehilangan diriku, dan pernahkah kamu >>...

~ 0 ~

Depaan payung

Kedua tangan erat mendepakan payung meneduhkan kita dari hujan,
Engkau membiarkan kekosongan memenuhi tapak tanganku,
Lantas aku sedar bahawa kau ada sesuatu untuk memaut,
Tapi aku,
Hilang tempat untuk berpaut

~ 0 ~

Menanti secercah cahaya

Termenung di bawah mega
Terdiam di atas puing
Berharap secercah cahaya dari ufuk sana
Menunggu bangkitnya sang fajar yang mulai nampak dari sudut dunia
Akankah semua terjadi
Atau hanya angan yang mulai menggila
Entah…… Apa yang tejadi nanti
Disini, di satu titik di atas tanah ini
Harapan masih terpatri di relung hati

~ 0 ~

JALAN CINTA

Di persimpangan ini aku berdiri
Menatap jauh ke ujung aspal
Menelusuri lorong hatimu
Menapak got kalbumu
Dalam mencari rambu cintamu
Walau kerikil kerikil menghadangku
Tikungan tajam menghalangiku
Rasaku takkan pernah membelok
Asaku kan terus melaju
Dalam menjembatani cinta kita

~ 0 ~

Teruntuk masalaluku

dear masa lalu..

Kini aku sudah terbiasa…
Saat membuka bola mata dipagi hari tanpa pesan singkat darimu..
Saat notif ponselku tak lagi terpenuhi oleh perhatianmu..
Ya,kini aku sudah terbiasa..
Tak ada lagi kata selamat pagi sampai semoga mimpi indah..
Atau hanya sekedar menanyakan sudah makan..?
Ya.. Entah sejak kapan aku sudah terbiasa tanpa diri mu.. Yang >>...

~ 0 ~

Pujangga dan Hujan

Pada hari yang baik di bulan yang baik ini;
Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan;
Dibalik bulirnya seorang pujangga termenung;
Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya:

Wahai imaji hujan di masa lalu;
Pernah kulupa namun mengapa belum kurela?
Wahai melodi hujan di masa lalu;
Kembali kau ketuk palung paling dalam;
Kehalusan suara wanita yang pernah ada;
>...

~ 0 ~

sahabat tapi suka

WAktu yang telah tebina
Menghantarkan pada rasa yang tak teterka
Mungkin itu cinta?
Atau hanya biasa saja

Perhatian selalu diberikan
Berharap kau mampu mengartikan
Atas semua pengorbanan yang ku lakukan

Segala hal adalah sebuah kesalahan
Berbicara takut menghancurkan
Diam ternyata malah menyakitkan

~ 0 ~

Menyaksikan Engkau, Senja

menyaksikan engkau, senja
lamat-lamat kusaksikan senja yang mulai bernari di tepian patah hari
tak ingin kulewatkan senja yang kan tampil menawan di hadapku
apalagi suntingan awan-awan putih, semakin buatku takjub
sorai gemulai angin, mengalunkan syahdu simponi pun juga
dedaunan melambai-lambai sorak ikut menyapa kehadiran engkau, senja

menyaksikan engkau, senja
bernari liuk berkas jingga di teluk mata
>...

~ 0 ~
Page 3 of 9:< 1 2 3 4 5 6 > Last

Penggolongan Puisi Cinta diatas bukan kami yang melakukan, melainkan pilihan para penulis sendiri. Sehingga bila pada kategori selanjutnya yaitu Puisi Guru kalian (para pembaca) menemukan beberapa puisi yang tidak cocok, maka hal ini diluar kuasa kami.

Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Ini lantaran pada form pengiriman puisi tidak bisa memilih dua kategori sekaligus. Jadi apabila penulis sudah memilih Puisi Binatang ini sebagai kategori, maka tidak bisa memilih yang lain.