Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status. Lihat Daftar Puisi.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA)

©️ DELIA NUR ZAM ZAMI

Jalan sepi,
Bak kota mati
Para manusia memendam rindu,
Yang kian membelenggu

Semua berawal dari makhluk kecil imut serupa debu,
Tanpa henti bersilaturahim dengan tangan-tangan manusia
Biar ku beri tahu,
Dia adalah Corona

Bukan artis,
Bukan selegram,
Tiba-tiba viral di layar kaca,
Makin kemari kian menjadi polemik di penjuru dunia

Tuhan… Sudahi ujian ini,
Kami ingin hidup seribu tahun lagi
Mengabdi di muka bumi
Mengemban amanah hingga mati

Depok, 2020


https://www.puisipendek.net/polemik-si-makhluk-kecil-corona
Nilai
8
8 Penilai
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars
(8 votes, average: 7,75 out of 10)
Loading...

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Tentang Penulis

posts
followers
following

Gambar Puisi Tentang POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA)

Contoh Puisi 5 Bait Disini

Puisi sebelumnya berjudul PATAH HATI DI AWAL TAHUN kiriman DELIA NUR ZAM ZAMI.

PATAH HATI DI AWAL TAHUN

“izinkan aku pergi …
Kau tidak perlu mencari ku lagi”.

Senja kembali ke peraduan dengan membawa luka
Tentang sepasang kekasih yang tengah putus cinta
Terombang-ambing dalam buaian harap yang tak >>…

Puisi Corona

Selanjutnya Puisi Corona berjudul Pahlawan Pasien Corona dari Ida I Dewa Agung Tirtayasa.

Pahlawan Pasien Corona

Terimakasih pahlawan tanpa takut
Kau bertaruh melawan maut
Tetap siaga pantang berlutut
Berperang tiada takut
Untuk mereka yang ingin direnggut
Tanpa menuntut
Kau tolong semua yang mulai redup
Agar kembali >>…

Terima kasih Ida I Dewa Agung Tirtayasa, DELIA NUR ZAM ZAMI, DELIA NUR ZAM ZAMI atas kirimannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Gambar Puisi POLEMIK SI MAKHLUK KECIL (CORONA)

Antara wabah dan Rindu
Antara wabah dan Rindu

Ini hanya sementara,
Kupikir begitu.
Namun ternyata,
Isyarat rindu berbeda.

1 hari bagaikan 1 pekan,
1 bulan bagaikan 1 tahun.
Sampai kapan wabah ini akan berakhir,
Hingga Memisahkan kita begitu >>…

Seandainya Ia Tahu
Seandainya Ia Tahu

Seandainya ia tahu
kawannya membawa virus
tak mungkin ia berdansa malam itu
Seandainya ia tahu
sakitnya karena covid
tak mungkin ia berjibaku dengan jemu
Ibu yang menunggu sampai kelu
tak >>…

LAUTAN DAN ANGIN
LAUTAN DAN ANGIN

Wahai,,,lautan dan angin
Janganlah kalian mengamuk di pagi buta.
Wajah kalian muram dan masam.

Apa gerangan?

Aku tiada paham, apa kalian marah dengan tingkah para nelayan.
Wahai lautan dan angin.
Janganlah engkau >>…