Dengar Puisi Bacain Puisi Nilai Download Kutipan Komentar
Gambar Gravatar
s

pesan buat bidadaraku

© silveryun

 

assalamualaikum,
itu kau ?
apa khabar ?
ku harap kau dapat membaca surat hati ini

aku baik saja,
duduk bersebelahan dengan jendela yang
diliputi salju,
aku baik saja,
melihat kearah luar dengan harapan yang aku
akan kau kunjung,

dengan membawa sekuntum bunga kamelia,
dengan membawa sebentuk cincin tidak bertakhtakan berlian,
atau apa pun yang kau punya sekarang,
untuk memintaku menjadi milikmu,

19.2.19
tarikh dimana kau pergi.
menabur bakti,
melawan musuh,
dinegara bertakhtakan Baitulmal,
aku rela,
asalkan yang kau juang,
ialah maruah dan agama,

aku tersenyum,
“tak mengapa”
kau juga membalas,
yang paling lebar,
yang paling manis,
yang pertama kali aku melihat,
kau memakainya,

aku menunggu,
pada hari 99,
di maktab ketenteraanmu,
jenderal datang kepadaku lali
menyerahkan surat kuning,
mengatakan kau tumpas,
ketika mana peluru menembus rusuk,
terus ke jantung,
tempat ia berdetak untukku,

aku membukanya,
” setelah usai perang ini, akan ku lamar mu.
dan bumi akan menumbuhkan bunga tercantik,
dan rahim mu akan menempatkan puteri tercantik
di mata-Nya”

aku terjatuh,
melutut,
tidak,
aku tidak meratapi,
aku mensyukuri,
sekurangnya kau pergi dengan pangkat
tertinggi disisinya,

aku tersenyum mengingatinya,
surat mu masih disimpan,
mungkkin akan terus disimpan
hingga aku dimamah usia,

pergilah sayang,
pergi bersama bidadari,
yang menantimu sebagai seorang syahid,
yang kematiannya digembar-gemburkan,
yang perginya dicemburui insan,

pergilah,
tidak kamu aku halangi,
hati ini memang sarat dengan bumbu rindu,
tapi tak apa,
aku akan mengikutimu


Puisi Tentang pesan buat bidadaraku 11 Bait 64 Baris Oleh silveryun

Berapa nilai untuk puisi ini ?

Beri nilai dengan tap jumlah bintang dibawah ini. Dari kiri ke kanan 1 sampai 10

Average rating 0 / 10. Vote count: 0

Belum ada yang memberi nilai, jadilah yang pertama!

pesan buat bidadaraku
'tak apa. aku akan mengikutimu'

Versi Audio

Belum ada yang membacakan puisi ini, jadilah yang pertama.

Yuk ikut baca puisi ini

Nyalakan mic dibawah untuk mulai membaca puisi ini.

Allow access to your microphone

Click "Allow" in the permission dialog. It usually appears under the address bar in the upper left side of the window. We respect your privacy.

Microphone access error

It seems your microphone is disabled in the browser settings. Please go to your browser settings and enable access to your microphone.

0

Mulai sekarang

00:00

Canvas not available.

Reset recording

Are you sure you want to start a new recording? Your current recording will be deleted.

Oops, something went wrong

Error occurred during uploading your audio. Please click the Retry button to try again.

Kirim Rekaman ?

Apabila telah sesuai, isi nama dan email. "Send" untuk kirim dan "Reset" untuk memulai yang baru.

Terima kasih

Kiriman kamu akan kami moderasi terlebih dahulu, apabila memenuhi kriteria akan kami publikasikan dihalaman ini

Contoh Puisi 11 Bait

Contoh Puisi 64 Baris

Puisi diatas termasuk tema Puisi Rindu, Puisi Sedih

Puisi lain kiriman Hardianty rauf , silveryun, Ade Sahmad Ramadan bisa anda telusuri, di beberapa tema diatas.

Puisi Panjang

Puisi pesan buat bidadaraku merupakan contoh rima ( um--au--ar--ni----ja--ng--ju--ja--ku--ng----ia--an--ng--mu------gi--ti--uh--al--la--ng--ma----um--pa--as--ar--is--at--ya----gu--ri--mu--li--ng--as--uk--ng--ku----ya--mu--ik--ik--ya----uh--ut--ak--pi--ri--at--ya----ya--an--an--ia----ng--ri--id--an--an----ah--gi--du--pa--mu---)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *