Puisi Pendek - Singkat kumpulan sajak kiriman netizen, update tiap hari.
Anda bisa simak, bacain, voting, komen atau download sebagai gambar story/status.

Kirim Puisi Sekarang
MENU

500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2020) - page 3

Bertemu Sang Mentari

Ku beri nama sunyi
Kau beri nama sepi
Kita beri jarak tanpa spasi
Katanya,
Jauh dimata dekat di hati
Semoga kita abadi

Tak pernah ku tunggu
Bisa bertemu dengan sang pujaan tanpa sengaja
Apakah ini cinta,
pada pandangan pertama ?
Saat kutatap wajahmu yang membuatku menjadi suka !

Mungkin yang berbeda adalah dua
Bersamaan diantara kita
Yang >>...

10

Kami adalah satu

Kami adalah satu
Berpetualang menjelajahi waktu
Mengarungi masa
Melintasi zaman
Kami adalah satu
Dalam ikatan seragam putih abu
Melepas tawa
Berbagi duka
Kami adalah satu
Tiga tahun berjuang bersama
Hingga terpisah di penghujung senja
Kami adalah satu
Beda arah tak mengapa
Memilih cabang yang tak sama
Itu soal biasa
Satu hati
Satu rasa
Satu kata
>...

0

Kaulah Pemenang!

Tendang bola pemikiran sejauh angan
Rasuki setiap nyawa yang menentang
Tajamkan tekat dan harapan
Percaya kau bisa berkembang

Rentangkan jiwa air yang tenang
Kau adalah perwira di masa depan

Semangat!
Semangat!

Hidupkan jati diri keberanian
Sentil lidah lidah yang meragukan
Jangan biarkan runyam pemikiran menerobos sisi keyakinan

Tetap berdiri, kau tak sendiri
Kau mampu
Kau pilihan >>...

10

Tentang Lupa

ajari aku tentang lupa
agar aku bisa mencari bahagia
karna ingat akan luka
membuatku semakin tak berdaya

ajari aku tentang lupa
agar aku bisa belajar dewasa
dengan semua rasa kecewa yang kau beri
agar aku bisa rela dan tau diri

ajari aku tentang lupa
karna kita hanya sebatas sempat
sempat saling menyapa
hingga akhirnya saling melupa

5

Aku ingin mencintai

Aku ingin mencintai
Seperti aku merangkai puisi

Aku ingin mencintai
Seperti Lilin terkobar api

Aku ingin mencintai
Seperti desir angin menjatuhkan bunga melati

Aku ingin mencintai
Seperti malam menggantikan pagi

Itu saja! Sahutku

Madura, 05 April 2020

0

puisi hatiku

hasratku terpesona..
akan keindahan bait yang kau susun
seakan angin cintamu membelaiku lirih
nikmat sekali dan amat mendamaikan

aku mulai candu
menelanjangi puisi jelmaan rindumu
alunan bait demi bait yang kau hela mesrah
membuat sirna hampa di jiwa

puisimu menyingkap tirai hati yang kelabu
merasuk jiwa yang lama terkubur masa
kini kalbuku beranjak pulih
yang dulu sepah, >>...

0

Sosok Pelita Hidup

Mentari bersinar dengan cahaya yang kemilau
Suasana indah menyelimuti pagi yang cerah
Langkahmu menjadi saksi pengabdian
Untuk mendidik dan mengajar

Kaulah pelita di ujung pagi
Kau sosok yang selalu di rindui
Kau pahlawan bagi kami
Dan kau sosok berharga untuk kami

Tanpa lelah kau ajarkan kami
Dari mencoret dengan pena
Sampai dengan menggambar dengan cara
Namun, kau >>...

0

Sampaikan

lihat payoda itu
terlihat akara-akara afsun darimu

hai sarayu
jangan pilon kau

sampaikan dengan tegas
aku rindu.

10

Jarak

Jauh dan tak bisa ku pandang
Akal pun berkata jangan
Riuh gemuruh rindu menggebu
Akan kah kita bertemu?
Ku nantikan dirimu hadir disisiku

10

Sahabatku

Oh sahabat, kau selalu setia mendampingiku
Kau tak pernah meninggalkanku
Aku sedih tanpa dirimu
Semoga kita tidak berpisah

Oh sahabat, betapa baiknya engkau
Rela berkorban demi aku
Terima kasih sahabatku
Kau segalanya bagiku
Aku akan selalu mendoakanmu

Sayangnya sekarang kita berpisah
Karena wabah yang ada
Oh sahabat, ku tak tahu berapa lama kita tak akan jumpa
Sahabatku, >>...

0

IBU

Mengingatmu
hatiku sedih dan rindu
mengingatmu
semakin nyata terbayang wajahmu

Kelembutanmu
senyum damaimu
kasih sayangmu
begitu melekat di hatiku

do’a terbaikmu
bimbinganmu
ketulusanmu
kau beri dengan sepenuh hatimu

karena ingatan itu,
luluh redam hatiku
hingga tak kuasa aku
menahan jatuhnya butiran bening dipipiku

Tiada yang bisa mampu ke beri untukmu
hanya do’a terbaik untukmu
selalu menjaga nama baikmu
sebagai >>...

9

Laraku Pilumu

Saat pagiku kian mendekat
Kau yang s’lalu ku ingat
Sekalipun jarak terasa lambat
Biarkan cinta tetap terikat

Naluri sengbangi karsa
Rasa yang terselubung tiada
Diantara jarak kita bersama

Rindu tak juga mereda
Merekah penuh tanya
Pada bayangmu yang tersisa

Aku masih menunggumu disini
Dengan cinta di hati
Ku ingin kau peluk dan temani
Hingga akhir nan abadi
Dan >>...

0

Akulah Pemenang

Kaulah Pemenang!

Tendang bola pemikiran sejauh angan
Rasuki setiap nyawa yang menentang
Tajamkan tekat dan harapan
Percaya kau bisa berkembang

Rentangkan jiwa air yang tenang
Kau adalah perwira di masa depan

Semangat!
Semangat!

Hidupkan jati diri keberanian
Sentil lidah lidah yang meragukan
Jangan biarkan runyam pemikiran menerobos sisi keyakinan

Tetap berdiri, kau tak sendiri
Kau mampu
>...

0

Tahun yang mencekam

Tahun ini menjadi amat mecekam..
Membuat kita hanya terdiam..
Telah banyak usaha yg telah di lakukan..
Namun sedikit hasil yang memuaskan…

Mulai dari banjir di ibu kota…
Sampai corona yang sampai ke indonesia..
Banyak hal yang menakutkan…
Tapi kita hanya bisa berdiam diri…

Lihatlah negeri ini…
Ekonomi menjadi tak terkendali…
Banyak potensi yang bahkan telah terjadi..
Mulai >>...

0

Empat Musim

Aku memiliki empat musim, kekasih.
Musim pertama selalu ada hujan yang menemani sepi.
Di musim kedua selalu ada kemarau yang menghapus air mata di lereng pipumu.
Lalu, di musim-musim berikutnya aku mulai lupa, kekasih.
Karna seluruh sisa-sisa musim hanya aku pergunakan untuk merindukanmu.

@Laron’s

0

Oktober di Bukit

Pada bukit kami merangkak tanya
Tentang persoalan yang terus mengeras
Melihat tanda sapa menegur
Merenggut setiap tanya

Tanyaku adalah janjiku
Yang kini tertidur melampaui usiamu
Bukan aku menolak janjimu
Tapi getah resah menegur kebosananku

Oktober kembali mengatup
Memungut tanya menanam jawaban
Pada lembar bosan persoalan

0

Guratan Di Pelipis Dahimu

Usiaku telah menginjak status remaja
Ada rasa ingin berkelana
Namun, tak tega ku tinggalkan ibu disana
Dia senandung suka nan duka
Sekalipun ku tahu, ibu pasti berkata
Cita citamu yang utama
Pergilah, tak perlu cemaskan ibumu
Ku tatap dalam dalam raut mukamu
Ada guratan yang semakin terlihat
Tepat, di pelipis dahimu
Ini saatnya
Ku yang >>...

0

Rintihan Bumi

Hening berkawan mentari
Diam-diam sepi dalam ramai
Semakin ke tepi aku sepi
Aku dan mentari belum mengerti

Bayang-bayangku terusik kisah
Kala laut terhempas di tepi pantai
Tanpa kata dan bahasa
Gelora ombak penuh misteri

Senja telah gugur dari bumi
Gelap gulita memulai cerita
Derita bumi seorang diri
Menanggung tangisku dari sudut kota

Bumi pun turut menangis dalam sepi
>...

0

Peluh Pembangkang

Di ambang waktu
Ku merangkak lesu termakan pilu
Membakar peluh yang jatuh bercampur debu
Merenung, membisu di kalbu
Tidakkah kau tahu?
Bendera suci di pelupuk mata
Ingin jariku menyandera
Tapi apa daya?

Fana jingga menghilang
Waktu jadikan aku pembangkang
Pembangkang penabuh genderang perang
Tak ku biarkan kobaran hilang
Tak ku ijinkan raga hangus melayang

Hati mulai merintih
>...

0

Terhenti

Ada tawa yang sudah terhenti
Ada tangis yang sudah tertati
Seribu rautan wajah membuka arti
Kini aku tersadar itu bukan bukti

Aku coba untuk melangkah
Aku coba untuk menghapus
Aku tak ingin larut pada satu masa lalu

Sedih, bukan hal yang harus di ungkapkan
Pergi, bukan hal yang harus di ingatkan
Rasa yang kau berikan, kini menjadi >>...

0