Puisi

Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2019) - page 3

Miskin Jiwa

Mana mungkin si miskin mampu memberi,
Jangan cuba meminta padanya,
Memberi menyebabkan jiwanya semakin kontang,
Dia hanya mampu meminta-minta,
Lebih baik menyendiri daripada dihina,
Jiwanya sudah hancur pada pencinta dunia,
Masakan lagi memberi,
Minta saja pada Yang Maha kaya,
Untuk dijadikan dirinya dermawan,
Penuhkan kebahagiaan didalam jiwa,
Si miskin tidak boleh memberi tapi hanya menerima,
>...

~ 7 ~

Aku Terperangkap Dalam Ayatku Ini

aku terperangkap dalam ayatku ini,
aku cintakan kamu,
dimana kau pergi,
hatiku sentiasa ada padamu,
meskipun kau telah dicuri orang,
hidupmu berubah indah,
aku hanya pemerhati dari jauh,
tersenyum,
kau bukan milikku,
tapi tak salah aku mencintaimu,
sehingga akhir hayatku,
kawan yang ku cinta,
aku masih terperangkap dalam ayatku ini,
aku cinta kamu, dulu kini >>...

~ 6 ~

Selamat Tinggal

aku tidak pernah mengikatmu
untuk selalu bersamaku
ketika kamu memang ingin pergi
aku persilahkan kamu untuk pergi tanpa kembali

apabila memang aku tidak seperti apa yang kamu harapkan
>>...

~ 2.8 ~

Pikiran dan Hati

pikiran bisa lebih berpikir rasional
bahwa dia tidak mungkin menjadi milik kita
aku tak mungkin bisa bersamanya

berbicara seperti itu seakan-akan
kita bisa melihat sebuah kenyataan

tetapi dalam kenyataannya
hatipun berkata bahwa
aku berharap kamu bisa mencintaiku
dan hidup bersamaku

~ 6 ~

YA SUDAH LAH

Pagi itu ku tersudut
Bertanya tentang aq dan dia
Tak terkira terluka parah
Lelah.. dan lelah bertanya
Dimana cinta…?
Aq masih lelah tp ya sudah la..

~ 3.8 ~

Alam dan Firasatnya

Firasat mungkin sekiranya adalah sebuah pertanda.
Bagaimana alam mencoba terus untuk berbahasa.
Mengirimkan tandanya lewat sekelebat halimun.
Kemudian larut menjadi tetes-tetes air hujan.

Dan bila sekiranya kita tak lagi mampu memahami,
Pesan apa yang terpahat pada ranting-ranting pepohonan.
Dan bisikan apa yang tercipta dibalik riuh angin yang bertiupan.
Sudakah alam kembali berdusta lewat pertandanya?

Dan pada >>...

~ 3.3 ~

Hujan di sore itu

Hujan di sore itu
Karya
INDRIYAWATI KOMALASARI

Hujan di sore itu..
Kita lagi bersama
Tertawa riang dan menikmati rintikan demi rintikan
Yang membuat perasaan kita merasa tenang

Hujan di sore itu….
Menghapus air mata kita
Dan mengubahnya dengan kebahagiaan
Kebahagiaan yang begitu indah

Di setiap rintikan mu begitu bermakna
Makna yang begitu dalam
Sehingga sulit buat dikatakan
>...

~ 6.3 ~

Sajak Nostalgia

Senja telah berakhir ketika gelap perlahan menyapa
Kulanjutkan langkah yang terhadang nostalgia
Hingga bayangmu menjelma pesona
Dan melutku celoteh tentang rindu
Mengajakku berkelana diantara belukar lebat
Yang buatku keringat untuk sesaat terasa nikmat
Pelukmu yang berat hilangkan segala sesak
Senyummu merambat mengoyak bilik jantungku
Aku terkapar dicelah-celah angin
Membelai dan mejilatiku dalam bisu
Hingga kecupmu >>...

~ 3.3 ~

Pengikut Dajal

Dia senyum,
Katanya indah,
Dia pemurah,
Tapi menyesatkan,
Bila dia mula menyapa akidah,
Berang wajahnya akan terpancar,
Dia mahu kau ikut dia,
Kelembah maksiat yang bebas pautan dari agama,
Dia peluk sambil menyiummu,
Tanda persahabatan,
Kau jadi munafik..

~ 5 ~

Kartini Indonesia

Kartini Indonesia
Karya : Moch.Farid Cahya Hendrawan

Generasi Putri Kartini Indonesia
sungguh cantik berparas menawan
memikat hati para kaum lelaki
menggunakan kebaya berkain batik
Khas tanah pertiwi Indonesia
lenggak-lenggok berjalan kaki
mengitari bumi merawat warisan leluhur
dari turun-temurun melewati masa ke masa
Mulai pagi hari kembali menuju sore hari
tanpa lelah Putri Kartini Indonesia
beradu karya >>...

~ 5 ~

Kala Bumi Terguyur Hujan

KALA BUMI TERGUYUR HUJAN

Kita bertemu kala bumi terguyur
hujan dan kita berbagi payung
menuju masing peraduan sambil kenalan.

Kita berbagi kisah sembari bumi terguyur
hujan dan senyuman kita saling bertatapan.
Kita berdua sedang kasmaran.

Kita berjanji kala bumi mendung menunggu hujan.
Kataku adalah katamu dan kata-kata kita
berjalan seiringan.

Kita becumbu tak peduli bumi berlumur hujan
Seolah kita >>...

~ 0 ~

Eanita

Eanita adalah wanita
Sudah paruh baya
Eanita ingin apa?
Ingin pergi jalan jalan

Aku ingin wanita
Yang suka ke salon
Rambutnnya panjang
Duduk di kuburan

Eanita kemana?
Eanita ke pasar
Beli cabai dan bombai
Untuk aku dimakan

Eanita wanita
Tak peduli apa
Perasaan dan sakit
Hati dan uang

Eanita benci hidup
Benci menangis
Benci berjuang
Eanita wanita, punya perasaan

~ 0 ~

Risau

Ketika sang angin membisiksan tentang itu
Aku tidaklah pernah mengerti apa yang dimaksudkan
Seakan menyentuh hingga menusuk kalbu
Yang membuat hati menjadi bisu
Entah apa yang sang angin ingin sampaikan
Harapan hanya berita kesenangan
Tanpa ada kedukaan dalam hati
Tapi nyatanya sang angin bermaksud lain
Rasa gelisah tertanam dihati seketika
Membuat tanya menjadi penat
Membuat >>...

~ 0 ~

Aku, Mereka, dan Bahagia

Siapakah mereka?
Mereka hanya insan biasa
Tak cantik, tak pula kaya
Namun mereka sangatlah langka

Nan jauh di cakrawala
Sang surya tersenyum melihat kita
Menari melingkari cahaya langka
Cahaya Bahagia

Canda, tawa, suka
Sedih, sendu, pilu
Kita lewati bersama
Sampai habis usia

~ 0 ~

Rasa Halu

Kita adalah sepasang sepatu yang tak pernah berpisah
Hingga kini ku menyadari bahwa salah satu sepatu tersebut akan menghilang tak tau arah
Aku sangat takut sekali jika itu akan terjadi pada diri kita
Atau mungkin saja aku hanya dihantui oleh rasa halu yang membara

Setiap malam aku selalu bermimpi bahwa salah satu sepatu tersebut tak lama >>...

~ 0 ~

Bodoh

Kalau aku mencintai
Aku mau berguru pada matahari
Yang mencintai pohon dan seluruh alam
Menghidupi
Menumbuhkan
Tanpa harap apapun
Tetap hangat
Menyelimuti,
Sampai kapan pun

~ 0 ~

Penyesalan

Bagai angin malam yg berhbus kencang…
Seakan menyapa diriku yg kesepian..
Dimana dirinya.. dia yg ku cinta..
Kumerindukannya walau kini tak bersama..
Maafkanlah aku.. ini salahku.. yg tak bisa menjaga dirimu…
Kuatkanlah hati.. karana suatu nanti.. kita.. mungkin kembali…
Jika ini memang jalnnya… Jarak.. diantra kita..
Ku rela asalakan engkau bahagia.. walau.. hati terluka…
Tuhan… >>...

~ 0 ~

Bumi

Rayuan angin seolah memberiku tanda
Deras hujan mengguyur dibumi tak henti Air mengalir seolah tak tentu arah dan tujuan.
Jalan setapak dipenuhi oleh dedaun yg bergugur
Banyak kejadian yang terjadi dibumi ini.
Kerusakan tiada batas,
Insan yg semakin hari semakin tidak tau arah hidup.
Sang waktu berjalan seolah marah Terlalu terburu buru ia berganti
Detik >>...

~ 5 ~

Harapanku

Berlari mengejar mimpi,
Tersungkur aku dilembah fitnah,
Hidup dalam kesatuan,
Mencari gua ingin bersembunyi,
Dimana pautan,
Allahummasolliala saiyidina Muhammad,
Aku angankan cahaya,
Aku percayai,
Aku melihat dan merasa,
Petunjuk yang diberi,
Aku mendoakan agar dilindungi hidayah dan rahmah,
Percaya tersenyum kadang menangis,
Sahabatku kalamullah,
Dari kecil dodoyan ini dimainkan dibibir bonda,
Hidup dalam kecintaan dan >>...

~ 1.3 ~

Dunia Itu Dirimu

Bantu aku dari diri sendiri,
Apa yang diingini dan apa yang dilakukan,
Fitrah kembalikan aku pada ketundukan jiwa,
Dunia makin ditakuti,
Dunia itu adalah diri sendiri,
Ya Allah bantu aku,
Aku hilang, aku lemas,
Yang didambakan jiwa sejernih embun,
Yang didambakan kemanisan iman,
Namun masanya masih belum berakhir pada kehidupan yang sementara,
Kadang aku malu >>...

~ 0 ~
Page 3 of 28:< 1 2 3 4 5 6 > Last