Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2019) - page 2

LARA SENJA (tentang masa lalu yang kelam)

Kita pernah melihat hal yang sama meski tak saling melihat.
Tiga tahun hati melunak keringat berdarah.
Untuk likunya kita perjuangkan, berpaut mesrah.
Melawan waktu, melawan dunia.
Pun baranya bersama kita kibas pada mereka (keluarga).
Akan cinta belaka.

Dikau lembut benih denyut sugmaku. Akalmu laksana bulan.
Berangan lekas kahyangan; di indah bola matamu.

Lalu bersama senja dan angin >>...

~ 0 ~

Kini dan Nanti

Dewasa adalah tujuan utama
mencari jiwa agar mudah diberi nama
terkadang maknanya sedikit salah
melampaui kisah sedikit resah

kini aku sudah tak biasa
kini aku sudah tak merasa
bersama mereka disela lara
hidup di pinggir kota
berbagi cerita bersama di teman lama

kini aku berkaca
bukan saatnya aku bercanda
dulu aku sering berjalan tanpa arah
dulu aku >>...

~ 0 ~

Penampikan

Tanpa kau minta

Aku suguhkan raga

Tanpa kau minta

Aku hidangkan jiwa

Tanpa kau minta

Aku sajikan asmaraloka

Tanpa kau iba tiada kau memeka

Malah kau minta asa-ku dipusara

~ 0 ~

SORE

Kau bawa ikatan setumpuk bunga di tangan
Menyebarkannya pada langit senja
Berharap ia akan menyampaikannya pada sang waktu
Sebuah goresan sarat akan makna kau lukiskan
Sebuah kata “ya” yang kemungkinan akan menjadi nyata
Dan sebuah kata “mungkin” yang harus tersemogakan
Seakan engkau berharap
Bahwa ratusan tahun nanti
Dimulai dari sekarang
Semua tidak akan pernah hilang
>...

~ 0 ~

Permataku yang hilang

Aku hanya sekeping rasa
Yang kemudian menjelma menjadi sebuah asa
Asa yg dulu pernah di bangun bersama
Sebelum Akhir nya dia pergi meninggalkan jejak yg ku sebut luka.

~ 0 ~

Idul Adha

Sepuluh dzulhijjah
Malam takbir berkumandang
Surau penuh dengan suara takbiran
Pagi bergegas
Para manusia menjalankan sholat
Menjadi barisan berkumandang
Kelak selesai
Jeritan hewan menggema gema
Takut berpisah dengan tuan dan kawan

~ 0 ~

Pejuang ibu pertiwi(TNI)

Menunggu mu
Seperti menunggu
Ajat mejemput ku..
Bertahun tahun ku lewati
Berbulan bulan hingga
Berhari hari
Namun tak kunjung ku temui
Dulu kita di pisahkan oleh jarak
Dan di lengkapi oleh pertengkaran
Yang Sudah ku lalui
Hingga kita sudah di satukan di kota yang sama
Namun tak >>...

~ 0 ~

Otak Mati

Mereka cakap kalau bengap hisap rokok,
Lelaki itu dimarahi ambil vape,
Sedut sampai tenang,
Bertenaga minum redbull,
Tak berguna ambil dadah,
Sampai otak mati,
Biar engkau mati,
Kataku baik berhenti dari bunuh diri.

Sayang diri.

~ 0 ~

Do’akanlah ibu..

Ibu…
Anakmu sedang bimbang..
Pikirannya buncah bu..
Dia lelah memikirkan hidupnya…

Ibu…
Apakah tuhan menyia-nyia doa kita bu..?
Apa kita kurang tawakal…
Atau kah kita tak pernah bersyukur…

Ibu…
Kenapa cobaan tak pernah berhenti mendera bu?

Aku selalu meminta kepada-Nya sehabis sujudku bu..
Aku slalu memohon hari yg terang di kemudian hari..
Aku selalu memohon untuk kebahagian keluarga >>...

~ 5.8 ~

Vishakha

Visualisasi hati
Interaksi hati
Sedetik membidik langit
Hidup?
Apakah pernah terpikirkan tentang milan?
Kembali membaca catatan-catatan
Hidup?
Apakah kita abadi?!

Jakarta, 30/07/2019

~ 0 ~

Jatuh cinta

Hangat sapamu menggetarkan hati,
Tatap matamu seakan mengandung arti,
Andai bisa aku miliki
Kau membuatku jatuh cinta setiap hari.
Walau kita sering bertemu
Namun mengapa hatiku selalu rindu
Ternyata kau telah curi hatiku
Yang membuat rinduku menjadi candu.
Hatiku selalu bertanya-tanya,
Apakah aku telah jatuh cinta?
Jika memang begitu adanya
Ijinkan aku memilkimu selamaya.

~ 0 ~

Rindu dendam

Madah rasa rindumu
Sudahku siap puisi-nya
Dimana kalam rasa memggebu
nak dibaca bersama cerita lara
Minggu berlalu senin meratap hari
Asa larang aku merindu-nya
Tak tahan aku lena menunggu rindu datang menjenguku
Acik telok lekop,30 juli 2019

~ 5 ~

Rindu

Luapan hasrat melanda hati
Angan meronta memapah asa
Ingin rasa berlari mengejar lambai
Lambaikan rona mu kalbu
Inginku gapai dengan rindu

Rasa tertatih abaikan pedih
Anggap engkau datang bagaikan nyata
Henti langkah terasa ragu
Mengapa angin menggiring awan
Air menetes awan hitam berlalu
Titikan rasa ini bersama cerahnya hari
Impian nyata waktu mengetuk hati
Kemaren, sekarang >>...

~ 0 ~

Alogaritma Cerita

Kala kisah yang penuh candu dan tawa
Datang jadi rindu guna bersua
Mengingatkan asa yang pernah tercipta
Mengalahkan fakta dan logika

Tak ada berlakunya ahkam
Ini lebih,ini tentang perasaan
Dimana hujan sering dijadikan latar
Dan rintiknya sebagai perumpamaan

Menyayat namun nikmat
Kutipan dalam album kusam
Seolah datang sebagai gelombang
Tak kasat namun terasa

Kini ku sampai pada >>...

~ 2.1 ~

bahagia yang hilang

seperti jernih embun pagi
mengalir menderu membasahi pipi
mengalir membawa seribu kesesakan di hati
isakan tak tertahan memecahkan keheningan
ketika hati berteriak karna segundah rasa
meraung karna seribu luka
tubuh terpaku diam tak berdaya
terpuruk karna dunia yang kejam
menyiksa dengan seribu kesedihan
oh … dunia dimanakah kebahagian itu
dimanakah kau menyembunyikannya
atau tak tersedia >>...

~ 7.5 ~

Air Mata Kerinduan

Aku mengadu pada Sendu,
Aku bercerita Pada Pilu,
Tentang rindu yang telah Bertamu,
Tanpa mengetuk pintu dahulu.

Air mata rindu tak tertahankan,
Merajut asa tanpa harapan,
Air mata rindu tanpa pertemuann,
Mengingat engaku telah di pangkuan TUHAN.

~ 0 ~

Insan Perindu Maret

Denyut kalbu rindu ini
Semakin menghantui hari-hariku
Jemariku kian menggodaku
Untuk memainkan rindu di sela-sela diksi dan majas puisi

Kucerca tinta rindu ini di senja putih
Kertas-kertas putih berlumuran rinduku
Senja-senja putih terhanyut rindu akan Maret
Pelita-pelita Maret membius segala ruang hatiku

Jarak ini semakin menggila!
Menghanyutkan insan ini
Akan pelipur rindu tuk Maret tersayang
Entah kapan >>...

~ 0 ~

Antara Langit Dan Rindu

Langit sangat merindukan senja, seperti aku merindukanmu
Langit sedang menunggu fajar, seperti aku menunggu mu
Langit sangat terlihat indah saat ada pelangi, akupun begitu terlihat indah saat ada kamu
Saat ini langit sedang bersedih, seperti aku yang kau tinggalkan
Adakalanya langit terlihat indah, karena ada bintang yang menghiburnya
Namun semua itu akan berlalu, seperti kisah >>...

~ 0 ~

Gerimis Tua

Kepada gerimis
Yang turun dengan sabar
Meski umurmu tua
Kau bahkan lebih tua
Dari bangunan yang kini rapuh

Kepada gerimis
Pernahkah kau mengeluh ?
Ribuan orang, atau hanya segelintir
Tak menginginkan kau hadir
Menganggapmu penyusup ketenangan

Kepada gerimis
Ritmemu memang indah
Menimbulkan riuh sederhana
Selaras dengan gerakan daun
Yang kau jatuhi butir-butir air

Kau tau gerimis ?
Tanah >>...

~ 3 ~

Balada Cinta Dari Pulau

Kali ini aku nyatakan, aku jatuh cinta
“Ya, aku jatuh cinta…”
Saat jumpa pertama pada hari itu
Pesona mu membuat hati ini bertanya, apakah ini surga ?

Hamparan laut biru nan luas..
Terbentang sejauh biji mata memandang
Serta gemulai lambaian daun nyiur
Seakan sampaikan salam selamat datang

Tatkala aku bermanja dalam buaian mu
Perlahan ku hanyutkan segala >>...

~ 0 ~
Page 2 of 30:< 1 2 3 4 5 > Last