Notice: Undefined index: path in /home/puisipen/public_html/puisipendek.net/wp-includes/canonical.php on line 393

Notice: Undefined index: path in /home/puisipen/public_html/puisipendek.net/wp-includes/canonical.php on line 393
500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2019) Contoh Puisi Singkat

Untuk melihat gambar, silahkan pilih judul Puisi Pendek - Singkat dibawah.

Kirim Puisi Sekarang
Menu

500+ Puisi Pendek Bergambar (NEW 2019) - page 1

Rasa yang tersirat

Sayang…
ijinkan ku menyayangimu
ijinkan ku merindumu
ijinkan ku masuk kedalam relung hatimu
Agar cinta ini tiada semu..
Sayang..
Harapku padamu..,ingatlah..bahwa dimanapun kau berada,disini ada hati yg slalu mendambamu dan setia untukmu..
dimanapun kau berada..kau tetap kucinta walau tak bersama…

~ 3.5 ~

Jarak

Melipat jarak
Memang dahulu kita pernah dekat?
Kata siapa kita dekat?
Bahkan kita ragu untuk bersapa hangat
Lantas untuk apa melipat jarak?
Jika dari awal kita sudah bersekat.

~ 4.5 ~

Tahun baru , baru harapan

Kepada langit rembulan dan bintang bintang yang terlentang di malam panjang. Rebah jiwa dan raga dalam gelap gulita malam yang merayap pelan dan diam diam. Di keheningan,ku menghitung waktu dalam kilatan cahaya merah putih kembang api yang dilontarkan tengah malam. Ku menerawang, masih adakah hari esok yang tersisa untuk ku nanti. Memandang langit rembulan dan >[...]

~ 2.5 ~

Perasaan Terpendam

Waktu begitu cepat,
Membawa kita kembali menjadi asing.
Pertemuan,
Tinggal kenangan yang kubutuhkan.
Kekuatan waktu mengalahkan keinginan.

Hidup adalah petualangan,
Dengan mu, terasa seperti dalam masa liburan.
Dalam diam, saya coba tekankan.
Kekuatan asmara yang tidak ada bandingan.
Seperti lentera,
Kamu adalah persis apa yang aku >[...]

~ 5 ~

Was

Dulu kita bersama..
Sekumpulan pemuda penuh euforia
Mencoba berbagai fasilitas ibukota
Bermain dan menikmati semuanya

Namun Kini, kita tak lagi bersama
Jalanan kehidupan yg berliku
Telah memaksa kita memilih persimpangan yang berbeda
Yang menjauhkan kita dari sedia kala

Tapi Tuhan Maha Baik
Dia memberi kita kanvas ber-rupa >[...]

~ 4.3 ~

Siapakah aku bagimu

Kau bagaikan bunga mekar yg harum..
Namun apalah arti diriku jika kau bunga yg indah..
Mungkinkah aku salah satu dari lebar yg slalu mengincar harum mu ? Sehingga kau tak melihat adanya diriku, dikarenakan banyak lebah yg mengejarmu..
Ataukah hanya semut yg mengharapkan kau menoleh kebawah melihatku..

Sekian lama hati ini >[...]

~ 6 ~

Cinta adalah

Cinta adalah anugerah tapi cinta juga bisa menjadi musibah,,
Cinta bagaikan api kecil, yang slalu menghangatkan tapi cinta terkadang juga seperti api besar yg membakar segalanya,,

saat pertama kali cinta menghampiri, semuanya terasa manis. Saat waktu tlah berlalu cinta seperti makanan tanpa rasa, Hambar.

Cinta adalah rumah, rumah yang harusnya diisi >[...]

~ 7 ~

Saat waktu mempertemukan

Aku tak perna menyangka waktu akan mempertemukan kita, membuat haty yg tak seharus ny ada
Karna waktu membuat kita saling menyimpan rasa
Dalam diam kau membuat haty yg tak seharus ny ku beri tapi dapat ku berikan untuk mu
Aku sempat membenci mu, tetapi aku malah jatuh ke dalam lauttan yg tak >[...]

~ 5 ~

Untuk sahabat

Pikiran ku malam ini mengulang masa lalu
Dari kejauhan suara mu hangat menyapa tenangkan jiwa…
Kita tak bertatap muka berbincang luapkan asa…
Tawa kecil hangatkan cerita abaikan dunia…
Apakah kita bisa bertemu satu pertanyaan tak khawatikan kita….
Hai sahabat semua telah berbeda
Hangat Sapamu lama tak hadir sapa malamku
[...]

~ 6 ~

Rindu di duri kehidupan

Di jalanan kulihat pemburu waktu Di pasar kulihat pemburu uang Di kantoran kulihat pemburu pengakuan Di sekolah kulihat pemburu kurikulum Pagi ini mataku membaca berita Seorang ayah menyudahi ia dan bayinya bersama di dunia dan di akhirat Pagi ini telingaku mendengar cerita Seorang istri melukai dirinya karena terluka menganga perasaan nya Pagi ini hidungku mencium >[...]

~ 6 ~

Tanpa Makna

“Tanpa Makna”
Oleh: Wahyu Eka Nurisdiyanto

Masih melempar manis senyuman pada hujan bulan November
November yang sendu bertabur syahdu
Kesyahduan gemericik rindu mengekang hujan yang tak kunjung reda
Mereda sesekali, lalu deras kembali
Mengembalikan separuh rasa tanpa makna

Aku menatap pada basah bilik jendela kaca
Berkaca memperjelas logika dalam >[...]

~ 5 ~

Kisah perjuangan hidupku

Sejak awal kumemulai mengenal dunia
Sejak itu juga kumemulai memahami arti hidup
Banyak kisah yang telah aku lewati
Demi mengejar impian

Semua kisah itu tak dapat ku
lupakan dari memoryku
Tentang perjuangan
kehidupanku untuk meraih
impianku
Walau bayak rintangan yang
harus di hadapi
Namun >[...]

~ 1 ~

Lamunan Rindu

Terkadang dengan hanya rintik hujan baru ku sadar pentingnya arti hadirnya payung kecilku

Terkadang ku tau indahnya bintang jika malam tlah menjemput hariku

Terkadang ku sadari hadirnya matahari ketika terik menyapa hari-hariku

Tetapi…ku tak butuh itu semua tuk mengingatmu….

Hujan takkan lunturkan rinduku..

Malampun takkam redupkan arti dirimu…

Dan teriknya mentari hanya kan menambah bahagiaku >[...]

~ 6.6 ~

Secercah rindu

“Rindu ini memikat..
Membuat diriku semakin terikat…
Canda tawamu selalu ada…
Dalam logika..
Di dalam hati dan raga.”

~ 5.5 ~

Hati yang tercabik

Tersentak,terbangunku dari lelapnya tidurku.
Peluh banjiri tubuh lelah ini, fikiran berkecamuk,desak ingatan akan mimpiku barusan.

Air mata pun tak dapat kubendung hati bagai tercabik cabik,luka begitu dalam,yang sedang kualami terbawa mimpi.

Dua mataku saksikan dirimu hanyut dalam pelukkanya,jiwa meronta tak berdaya,bibir bungkam tak dapat bicara,ingin kuhindari dan berlari tapi dua kaki tak mampu berdiri.

>[...]

~ 3 ~

Salam

salam-salam ku kirimkan dari sudut kota,
untukmu, pria berwajah dingin namun menghangatkan
aku titip salam untuk mama mu,
agar mengingatkan mu makan teratur
dan jangan terlalu larut dalam perkemahan
nanti kamu rindu aku,
senja di penghujung hari
jaga dirimu baik-baik.

~ 2.3 ~

Teduh Jiwa ku Melihat nya

teduh jiwaku melihatnya
sejuk hatiku memandangnya
ceria berlarian di pinggir taman
tertawa lepas bercengkrama

teduh jiwaku melihatnya
melihat senyum manis di bibirnya
memandang cantik wajah nya
menilik pribadi sikapnya

Dia…
sandaran hati tumpuan jiwa
tempat berbagi kisah cerita
sedih luka lara nestapa
suka gembira bahagia

~ 6 ~

Rasa

Perlahan rasa lembut nan teduh mulai hadir dalam benakku
Seolah seperti gelombang yang berdebur secara perlahan menyapu halus kedalam hati.
Ya,perlahan namun pasti
Pasti untuk tetap bertahan dalam rasa cinta yang bimbang ini.
Harus ku akui
Ingin sekali rasa jumpa
Namun tak mungkin
Harus ku akui
Lemah >[...]

~ 8 ~

Syukur

Amazingly,
Aku ada kaki untuk berjalan,
Setiap detail perjalanan dapat aku hargai dengan lebih mendalam,
Aku bina hidup aku untuk menjadi lebih senang,
Saat kekayaan menggunung,
Aku akan kembali semula pada kosong,
Detik masa yang sukar hanya sementara,
Aku mula mengawal minda aku untuk tidak mengharapkan milikan selamanya,
[...]

~ 6 ~

Page 1 of 28:1 2 3 4 > Last